Islam KTP [Review Pengajian Bulanan, Hijabers Community, Jakarta]

Pengajian Bulanan Hijabers Community, di Masjid Cut Mutia, Menteng Jakarta

Hari Minggu Pagi kemarin menjadi minggu yang spesial buat saya. Alhamdulillah kali ini saya berkesempatan hadir di pengajian bulanan Hijabers Community (HC) Jakarta.

Sebenarnya, dari bulan lalu saya ingin bergabung dan hadir di pengajian ini. Karena ada satu dan lain hal barulah berkesempatan hari itu.

Pengajian HC kali ini tidak hanya para muslimah saja yang hadir, melainkan para kaum laki-laki pun bisa hadir untuk mengikuti kajian. Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, adalah tempat pengajian bulanan yang biasa diadakan oleh HC.

Pengisi kajian bulan ini adalah Ustad Subhan Bawazir. Beliau membahas kajian dengan tema “Islam KTP”. Ya, islam KTP ini menjadi fenomena di negeri ini. Islam yang sekedar identitas tertulis, namun tidak menjadi karakter dan masuk menjadi identitas diri yang terpatri. Apakah saya pun masih islam KTP?

Berikut ulasan sekilas mengenai kajian yang disampaikan Ustad Subhan Bawazir.

Ilmu Sebelum Beramal dan Keikhlasan

Agar tak menjadi islam yang sekedar identitas di KTP, Ustad Subhan Bawazir mengatakan bahwa seharusnya kita senantiasa memilki ilmu sebelum diamalkan. Tentunya tidak selalu ideal dalam kita beramal, untuk itulah memperbaharui ilmu, mengupdatenya selalu adalah tugas kita. Memperkuat keimanan dan keislaman kita, tentu tidak bisa dilakukan jika ilmu kita pun masih minim atau terbatas. Untuk itulah, keimanan kita harus ditopang oleh ilmu yang benar dan amalan yang berkualitas.

Selain itu, ikhlas adalah hal yang juga harus dilakukan oleh seorang muslim. Ikhlas ini maksudnya adalah benar-benar kita mau dan tunduk untuk menjalankan aturan Allah tanpa tawar menawar dan keluh mengeluh dalam melaksanakannya. Artinya kita benar lurus dan tulus menjalankannya. Nah untuk itulah ilmu berfungsi.  Tidak akan bisa kita menjalankan-nya secara ikhlas dan memasrahkan hanya karena Allah, jika ilmu tidak mumpuni. Manfaat beribadahnya, mengapa kita harus melakukannya, dan apa dampak jika kita tidak menjalankannya adalah hal yang harus dilakukan.

Ustad Subhan Bawazir mengatakan, bagaimana mungkin kita bisa benar-benar ikhlas menjalankan ibadah dan menghadapkan diri hanya kepada jalan islam jika Allah saja tidak kita kenali. Allah lah yang memberikan perintah, Allah yang memberikan aturan dan balasannya. Andai tidak pernah kita mengenal Allah, tidak akan pernah kita bisa mencapai keikhlasan tersebut.

Suasana Pengajian yang dipadati Jamaah, di Masjid Cut Mutia, Jakarta

Agar tak menjadi islam KTP, kita pun harus menjalankan islam dengan keyakinan, kejujuran, kecintaan, yang mendalam pada islam. Artinya seseorang tidak mungkin dikatakan benar-benar beridentitas muslim jika ia pun tidak pernah membela ajarannya, bahkan ikut berjuang bersama islam. Tentu saja, menurut Ustad, khtiar dan berjihad diantara masing-masing muslim akan berbeda kadarnya. Yang jelas Allah menuntut ikhtiar adalah sebagaimana yang kita mampu dan seoptimal dari apa yang kita miliki.

First Impression dan Refleksi Diri

Kajian yang dibawakan oleh Ustad Subhan Bawazir menurut saya sangat pas sekali untuk para anak muda dan generasi milenial saat ini. Contoh-contoh yang disampaikan oleh beliau begitu kongkrit, mudah dicerna, dan sangat mudah untuk diinternalisasi kepada kita. Bagi saya pribadi, mungkin ini seperti pengingat kembali diri yang kadang lupa oleh hal-hal yang seharusnya dilakukan.

Misalnya saja, beliau mencontohkan, bagaimana mungkin kita bisa mengenal Allah jika yang kita buka sehari-hari bukanlah Al-Quran yang berisi ayat-ayat Allah atau ilmu-ilmu yang mendekatkan pada Allah, melainkan membuka gadget setiap hari.

Beliau juga mengatakan bahwa keislaman dan identitas islam tidak boleh menghalangi seorang muslim untuk bergaul dengan orang lain. Bergaul tidak perlu khawatir atau takut, justru semakin tinggi dan banyak ilmu yang dimiliki seseorang, seharusnya ia lebih banyak mewarnai orang-orang disekitarnya. Karena menurut yang disampaikan Ustad, Islam adalah mewarnai bukan diwarnai.

Hal ini menjadi evaluasi tentunya. Kadang kala ada golongan atau kelompok islam yang tidak mau bergaul dengan alasan khawatir keimanannya tercoreng atau rusak karena pergaulan. Tentunya menurut Ustad, bergaul untuk mewarnai harus mengevaluasi juga apakah kita sudah bisa mewarnai atau tidak, dan bagaimana strategi atau langkahnya dalam dakwah tersebut. Yang jelas umat islam memiliki kewajiban untuk menjadi Agen Kebaikan di tengah-tengah umat.

Saya pribadi menjadi evaluasi dan bertanya-tanya. Apakah sebetulnya saya sudah menjadi seorang muslimah yang beridentitas islam, bukan hanya sekedar identitas belaka tapi juga menerapkannya secara kaffah dalam kehidupan? Menjadi seorang muslim yang kaffah tentunya adalah proses sepanjang hidup yang harus terus menerus diperbaiki setiap waktunya.

Ada pertanyaan yang ingin saya ajukan sebetulnya kepada Ustad saat itu, namun tidak bisa tersampaikan karena sulitnya jangkauan untuk menunjukkan diri dan juga waktu yang terbatas. Bagaimana caranya agar identitas keislaman kita tidak terjebak hanya kepada identitas kelompok atau golongan? Kadang kala identitas kelompok atau golongan ini yang lebih sering muncul ketimbang identitas islam itu sendiri. Bagaimana membedakannya? Bagaimana mengidentifikasinya? Mudah-mudahan ada kesempatan untuk menjawab hal ini ya.

Kegiatan Lainnya di Pengajian HC

Alhamdulillah. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, hari ini saya pun merasa senang karena bisa bersilahturahim dengan para muslimah lainnya. Ternyata para muslimah di Jakarta semangat-semangat dan rajin-rajin untuk ikut kajian. Pengajian lalu Masjid Cut Mutia penuh sampai ke halaman masjid. Bersyukur bisa melihat pemandangan ini di minggu pagi.

Selain ada pengajian, HC pun memberikan souvenir kepada para penanya di pengajian kemarin. Dan di akhir acara, para muslimah bisa mendaftar untuk menjadi member HC. Ternyata syaratnya mudah. Cukup mengisi formulir HC dan membayar registrasi sebesar 10 ribu rupiah saja. Setelah itu, kisa sudah bisa menjadi member Hijabers Community seumur hidup. Benefitnya, kita bisa join di forum-forum, kajian, dan juga event yang diadakan oleh HC. Buat Muslimah yang ingin jadi member, yuk ikut kajian Hijabers Community, dan daftar di tempat.

Bulan depan, saya berniat ingin hadir lagi di kajian islam HC. Mudah-mudahan ada kesempatan dan masih diberikan kesehatan untuk bisa ikut kembali.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *