Menghargai Hasil Karya Orang Lain (No Instant Way for A Result)

Kadang saya sering mendengar ada celotehan orang yang mengatakan “Ah, Cuma gitu doang!”. “Enak banget ya Cuma tampang di youtube bisa dapat duit!”, “Enak ya Cuma ngeblog, nulis-nulis yang ga penting bisa dapet penghasilan”, “Gitu doang saya juga bisa” “ Eh Cuma foto-foto doang bisa dapet duit!” “Yah kayak gitu doang….” , “Apaan sih itu tulisan kayak gitu aja”

Saya berpikir, kata-kata seperti itu sebetulnya adalah kata-kata yang kurang pantas untuk kita sampaikan kepada hasil karya orang lain. Apalagi jika tujuannya bukan untuk memberikan kritik yang membangun, namun hanya untuk memberikan olokan atau merendahkan hasil karya tersebut.

Hasil karya tentu saja sangat banyak sekali yang bisa dibuat oleh manusia. Membuat tulisan di blog walaupun belum menjadi buku tentu saja adalah hasil karya, membuat video di youtube, membuat design untuk sosial media sendiri, upload foto untuk promosi produk, itu adalah HASIL KARYA MANUSIA.

Sejatinya, manusia adalah makhluk yang ingin diapresiasi dari hasil usahanya, sekecil apapun itu. Tidak ada hasil karya yang dihasilkan dari jalan yang lurus-lurus aja, mudah-mudah saja, tanpa ada usaha dan proses yang menyertainya.

Pict from : Pinterest

Terkadang, hasil karya yang bagi kita adalah “Simple” and “Easy” itu belum tentu bagi orang lain mudah. Kita tidak pernah tau apakah dia membuatnya dengan begitu mudahnya. Yang pastinya lagi, sesimple apapun itu, belum tentu juga kita bisa melakukannya sama seperti hasil karya orang tersebut.

HASIL KARYA TIDAK ADA YANG TANPA PROSES. SEMAKIN BERKUALITAS KARYA SESEORANG MAKA SEMAKIN KETAT PULA PROSESNYA.

Menjadi Blogger, Bukan Hanya Perkara Menulis

Ketika saya mulai mencoba menulis di blog, saya pikir menulis di blog adalah hal yang mudah. Menuangkan ide, gagasan, mengetiknya di laptop, lalu di posting di blog yang saya miliki. Namun setelah saya mengenal para blogger yang jam terbangnya sudah tinggi, mengenal ilmu tentang membuat blog, branding, personal branding, SEO, dan hal lainnya, saya pikir bahwa tidak sesimple itu untuk menjadi seorang blogger.

Belum lagi, untuk bisa mendapatkan job review dan promosi maka blog tersebut harus memiliki DA dan PA yang juga tinggi. Setelah saya mempelajari, tentu saja ini juga bukan hal yang mudah. Kita harus rajin-rajin mengunjungi blog orang lain, mempelajari blogger-blogger berpengalaman dalam memposting content-nya, saling sharing, memberikan commentar di blog orang lain, membuat content yang dibutuhkan banyak orang dan tentu harus tulisan yang berkualitas.

Hal ini perlu dilakukan oleh seorang blogger agar Blognya menjadi blog yang kredibel dan profesionalitasnya terjamin.

Tentu saja yang tidak boleh dilupakan adalah, ada pengeluaran untuk membeli pulsa internet agar bisa menjalankan aktivitas tersebut. Itu juga butuh pengorbanan.

Jadi, menulis di blog tidak hanya “Oh cuman nulis doang”.  Di dalamnya ada banyak ilmu yang diterapkan, penulisan, marketing, SEO Web, dan lain sebagianya.

Inspirasi dari Rio Motret

Pernah lagi saya mengikuti sebuah acara workshop fotografi yang diadakan oleh komunitas wanita digital, Sisternet. Saat itu, Rio Motret, seorang fotografi terkenal di Indonesia itu membagi tentang kisah dia dalam merintis karir sebagai Fotografi.

Tidak mudah tentunya. Ada banyak sekali tantangan dan hambatan. Dan fotografi berkualitas tidak hanya “sekedar” foto-foto saja.

Rio, menjelaskan bahwa ketika ia harus mengambil foto bersama para artis sangat banyak hal yang harus dilakukan. Sulitnya menentukan jadwal, timing yang tepat dalam mengambil gambar, mencari angel terbaik dari model, bekerja sama dengan seluruh crew/tim, menentukan tema yang pas, tempat dan juga memastikan make up model sesuai dengan tema yang akan diambil dalam foto.

Itu semua bukan hanya “SEKEDAR”, bukan?

MULAILAH MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN. SEKECIL APAPUN ITU, SEMUDAH APAPUN ITU, ITU ADALAH HASIL DARI PROSES YANG HARUS DILALUI.

Kita pasti menginginkan hasil karya yang kita buat dapat membahagiakan diri kita juga sebagai pembuatnya. Tentu mengapresiasi karya kita sediri dulu hal yang harus dilakukan, tanpa harus menghilangkan tahapan untuk tetap mengevaluasi diri. Tak lupa, hargailah juga karya orang lain. We know that every single results have process.

Pict from Pinterest

You may also like

4 Comments

  1. Sepakaaaat banget mbak 😀 Memberikan apresiasi pada orang lain sangat penting menurut saya secara pribadi, karena kita tidak tahu perjuangan dalam menghasilkan tulisan, foto ataupun video yang bagus. Tanam yang baik maka hasilnya pun insya Allah juga baik. Tfs mbaaak 😀

  2. setuju mbak..menghargai orang lain sebenarnya penting agar kita bisa belajar juga bahwa proses menghasilkan karya yang tentunya tidak diperlihatkan secara gamblang ke orang-orang itu susah. Saya juga baru ngeh setelah full time nulis blog bahwa menulis blog yang profesional memang susah dan ga gampang..bingung juga sama org yang suka blng “nulis doang dapat duit” padahal menulis bukan perkara yang gampang menurut saya.

  3. Betul syekali mba Annisa, terasa sekali oleh saya. Ada yang pernah bilang ke saya ” jiah nulis ginian doank bisa masuk Femina?”
    sedih dengernya jadi butuh sandaran bahu Abang Zumi Zola klo dah ada yg komen2 gitu *eeehh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *