5 Pelajaran dan Hikmah Dari Berbisnis

Sejak SMA, salah satu mentor kajian islam saya sering menyampaikan tentang 10 karakter yang harus ada pada diri seorang muslim-muslimah agar hidupnya lebih berdaya dan bermanfaat baik di dunia dan akhirat. Salah satunya adalah Qodirun Alal Kasbi (Memiliki Kemandirian Ekonomi/Usaha) dan Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain).

Seorang muslim-muslimah tentu saja harus kuat di segala macam aspek. Salah satunya kuat di aspek ekonomi. Kuat di aspek ekonomi ini tentu saja tidak berdiri sendiri. Untuk apa kuat di aspek ekonomi? Karena tanpa ekonomi kita akan sedikit kesulitan untuk menjalankan kehidupan yang lebih baik di dunia untuk mengembangkan diri, keluarga, dan tentu lebih bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga pendapat saya tentang : Benarkah Muslimah Itu Lemah?

Dari ekonomilah kita bisa berinfaq, melaksanakan haji, mengembangkan aset wakaf untuk ummat, dan hal-hal lainnya. Dari kekuatan ekonomi juga kita bisa memberdayakan orang lain dan mengeluarkannya dari garis-garis kemiskinan. Dengan kemandirian ekonomi kita juga tidak mudah dikuasai dan dijajah oleh orang lain, apalagi dipengaruhi dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan apa yang kita yakini benar.

Awalnya saya berpikir tidak akan pernah melakukan bisnis atau memiliki usaha, karena itu bukan karakter saya dan belum pernah juga secara konsisten melakukannya dengan baik. Tetapi seiring berjalan waktu, masa itu pun datang dan saya memulai membuat usaha bersama teman saya. Sejujurnya ini bukan usaha pertama kali yang pernah saya lakukan. Akan tetapi, mungkin inilah yang benar-benar diseriusi dan fokus untuk bisa mengembangkannya.

Dari memulai usaha dan berbisnis ini ada beberapa hal yang bisa saya dapatkan. 5 hal ini bagi saya adalah hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari berbisnis. Semoga 5 hal ini juga bisa bermanfaat bagi muslimah lainnya.

  1. Keberanian (Nekat)

Dari berbisnis, walaupun bisnis yang saya jalankan belumlah begitu besar, saya belajar berani dan sedikit nekat. Seorang yang hendak berbisnis tidak akan pernah bisa menjalankan bisnisnya jika dalam dirinya tidak ada keberanian, kebanyakan menghitung, dan terlalu banyak berpikir dan konsep. Semua itu harus didobrak dan dijalankan, melawan zona aman dan nyaman.

Saya tidak pernah menyangka. Dulu saat memulai bisnis, modal yang ada minim, kadang modal itu harus terpakai lagi karena kebutuhan yang lain, kadang juga harus pinjam sana sini, menutup lubang dan kembali lagi menggali lubang. Tapi Alhamdulillah, ketika sudah dijalankan ternyata banyak jalan yang Allah berikan. Terbukalah pintu-pintu lain yang sangat banyak dan mengarahkan pada rezeki yang tidak pernah disangka-sangka. Tentunya rezeki ini bukan hanya modal material, tapi bantuan orang lain, ide, dan sebagainya.

Tidak terbayang jika seandainya seorang pengusaha tidak ada keberanian. Menunggu mapan dan dalam kondisi yang serba ada. Tidak akan pernah berjalan usahanya sampai kapanpun.

  1. Menghargai Kerja Orang Lain

Punya produk bisnis sendiri bukan berarti semuanya adalah hasil dari usaha sendiri. Banyak sekali orang-orang yang terlibat dan membantu usaha kita.

Pengalaman saya berbisnis hijab, banyak sekali support dan bantuan hasil kerja orang lain, mulai dari supplier bahan, penjahit, juga abang-abang gojek yang suka mengantar bahan dan jahitan kesana dan kesini. Hehehe.

Dari situ, saya belajar bahwa dibalik segala usaha kita maka banyak orang-orang yang memberikan pengaruhnya. Hijab cantik dari usaha saya tidak akan pernah bisa terjual kalau jahitannya tidak rapih dan acak-acakan. Termasuk kualitas bahannya yang juga tidak terjamin dan harga yang bersahabat dengan kita, tentu butuh supplier yang juga bersahabat dan bisa bekerja sama.

Alhamdulillah, saya merasa senang bisa bekerja sama dengan mereka semua. Saya pun menjadi tersadar bahwa usaha mereka kadang sering tak terlihat di depan orang banyak, wajahnya bahkan tidak eksis di media-media sosial. Tetapi, usahanya sangat membantu, dan patut untuk kita apresiasi.

Tanpa orang-orang dibalik layar tersebut, bisnis kita tentu tidak akan bisa berjalan sesuai harapan.

Baca juga Pendapat saya tentang hasil karya orang lain : Menghargai Hasil Karya Orang Lain (No Instant Way for A Result)

  1. Meningkatkan Skill Manajerial

Walaupun masih menjalankan bisnis bersama sahabat saya, saya pun masih harus beraktivitas kerja di kantor. Banyak juga pekerjaan bisnis yang kadang harus konsen dan menyita waktu yang akhirnya harus mengorbankan aktivitas istirahat atau refreshing untuk bisa memfokusi bisnis.

Dari situ saya belajar banyak dan meningkatkan skill manajerial. Mulai dari mengatur waktu, menyeimbangkan antara bekerja dan bisnis, mengatur modal usaha, memanajemen keuangan, melakukan pemasaran, kerjasama tim, dan juga mengatur strategi-strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan hasil.

Sambil berjalan, tanpa sadar saya mendapatkan banyak pengetahuan baru dan juga hal-hal yang tidak pernah didapatkan sebelumnya. Dari usaha bisnis ini juga saya tertuntut untuk bisa design, fotografi, pemasaran digital, komunikasi yang baik dengan orang lain, mengatur ritme kerja, belajar tentang fashion muslimah, dan lain sebagainya. Alhamdulillah!

  1. Kreatif

Walaupun masih belajar berbisnis, ketika dijalankan kita tertuntut untuk bisa kreatif. Kadang posisi sulit kadang lancar. Nah saat-saat sulit inilah dibutuhkan kreativitas. Tertuntut untuk bisa mencari solusi dan hal-hal yang berbeda dari biasanya. Kreativitas menurut saya lahir karena adanya tuntutan dan masalah-masalah.

Saat berbisnis, masalah-masalah akan berdatangan, tantangan juga akan hadir, kompetisi juga akan terjadi. Saat ini, bisnis kita yang ingin merangkak naik, dituntut untuk bisa kreatif dan unik. Bismillah, semoga bisa terus kreatif!

Baca juga tulisan saya tentang kreatif membuat planner : Membuat Printable Planner Sendiri Menggunakan Canva

  1. Belajar Bersabar dan Ikhlas

Sabar dan Ikhlas sejujurnya adalah hal yang sulit. Saya banyak belajar bersabar dan ikhlas ini justru ketika berbisnis. Sabar menghadapi customer, sabar menghadapi nyinyiran orang lain, sabar ketika usaha sedang turun, dan lain sebagainya. Kalau tidak sabar, bisnis bisa bubar. Hehehe

Ikhlas bukan pasrah ya! Maksudnya ikhlas ketika masalah-masalah itu datang dan mau untuk menghadapinya. Kalau tidak ikhlas pasti bawaannya akan emosi dan marah-marah. Nah, dengan ikhlas saya belajar lebih tenang dan menerima. Saat menerima masalah, disitulah kita akan secara jernih mengeluarkan ide pemecahan masalah yang tepat.

5 hal diatas adalah hikmah dan pelajaran dari berbisnis yang bisa saya ambil. Bagi muslimah yang juga memiliki bisnis atau usaha, boleh share-nya dan comment ya tentang pengalaman berbisnis kalian.

Salam…

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *