Punya Penghasilan Besar Saja Tidak Cukup, Waspadai Jebakan Keuangan Ini.

Bagi anak muda yang belum berkeluarga atau masih hidup sendiri, punya gaji yang memadai tentu saja terasa menyenangkan. Begitupun bagi yang sudah berkeluarga, memiliki penghasilan yang cukup atau usaha yang berkembang, sering kali sudah merasa aman. Padahal, jika tidak merencanakan dengan baik dan mewaspadai jebakan-jebakan dalam hal keuangan, di masa yang akan datang kesenangan dan kenyamanan itu belum tentu bisa didapatkan kembali.

Banyak anak muda yang sukses di masa kini, namun di kemudian hari ia banyak terlilit hutang atau harus jatuh kembali ke titik 0 karena salah dalam merencanakan keuangannya. Begitupun dengan keluarga yang awalnya sangat mapan dan bahagia, di masa tua ia tidak memiliki apa-apa. Entah karena pensiun, hartanya habis tak bersisa, dan tak punya investasi apapun.

Jujur saja, ini yang menjadi ketakutan saya. Saya tidak ingin hidup dalam masalah keuangan yang melilit dan terus menghantui hingga tua nanti. Hal ini lah yang mendorong dan menarik saya untuk mengikuti mini workshop untuk para blogger wanita yang diadakan oleh Sinar Mas MSIG bersama Kumpulan Emak Blogger, pada 8 September yang lalu di JIC Hive Coworking Space, Kuningan Jakarta.

Acara ini dilaksanakan oleh Sinarmas MSIG Life karena melihat masih rendahnya literasi keuangan di Indonesia.  Padahal kita semua tau bahwa wanita adalah ibarat menteri keuangan dalam keluarga. Jika pengetahuan dan kemampuan pengelolaan keuangan kurang baik,  tentu ekonomi keluarga menjadi berantakan.  Begitupun akan berdampak terhadap masyarakat dan negara.

Aakar Abyasa dalam Acara bersama Blogger yang didakan oleh Sinarmas MSIG Life

Walaupun pesertanya rata-rata adalah para ibu yang sudah berkeluarga, tapi hal ini tidak menyurutkan langkah saya untuk mengikutinya. Ilmu tentang keuangan tentu saja bukan hanya milik mereka yang sudah berkeluarga, tetapi untuk semua manusia khususnya wanita yang memegang kendali keuangan dan ingin keuangannya sehat.

Ada jebakan keuangan bernama Middle Income Trap. Hal ini dijelaskan dengan detail dan contoh-contoh yang sangat spesifik oleh Narasumber yang sangat capable di bidangnya yaitu Aakar Abyasa. Beliau adalah Financial Adviser sekaligus CEO dari JOUSKA. 1 jam rasanya tidak cukup mendengar penjelasan beliau, berikut adalah hal-hal yang bisa didapatkan dari penjelasannya.

Middle Income Trap : Jebakan Keuangan Karena Gaya Hidup yang Tinggi

Istilah Middle Income Trap saya dapatkan dari penjelasan Aakar Abyasa dalam acara ini. Kondisi ini adalah dimana keuangan kita mengalamai stagnansi atau stuck pada level middle terus menerus. Kondisi keuangan seperti ini membuat kita sulit untuk naik kelas, dan mencapai keuangan yang sehat dan wealthy. Padahal, penghasilan saat itu adalah penghasilan yang cukup dan mampu mengcover biaya hidup.

Aakar Abyasa mengatakan bahwa 99% orang yang terkena jebakan Middle Income Trap sulit keluar dari kondisinya untuk mencapai keuangan yang wealhty. Beberapa faktor diantaranya adalah karena gaya hidup yang tinggi sedangkan minim untuk menabung dan berinvestasi.

Orang-orang seperti ini biasanya sangat mengikuti trend gaya hidup, sedangkan ia minim dalam memikirkan keuangan di masa depan. Kebanggaan atau gengsi terhadap barang yang branded, gaya hidup yang tinggi, pergaulan sosialita menjadi kebiasaan yang diikuti, padahal jika keuangan ditinjau, hal tersebut tidak bisa dilakukan.

Tentu saja kondisi keuangan ini adalah hal yang harus kita hindari. Tidak sedikit juga orang-orang yang terkena middle income trap akhirnya harus jatuh dan keuangannya kembali ke titik 0. Untuk itu, sebelum hal ini terjad ada hal-hal yang harus kita siapkan dan waspadai dengan teliti.

1.      Buat Rencana Keuangan

Rencana keuangan mungkin terdengar seperti sulit atau ribet. Tapi justru dengan adanya rencana keuangan akan mempermudah kita dalam mengatur dan mengelolanya. Hal ini disampaikan oleh Aakar Abyasa dalam hal perencanaan keuangan sehari-hari kita harus memiliki budgeting anggaran dalam setiap bulannya.

Idealnya, dari gaji atau pemasukan yang kita miliki 15%nya untuk tabungan, 20% untuk investasi, 10% untuk asuransi, dan sisanya untuk operasional sehari-hari.

2.      Buat Financial Statement

Financial Statement adalah hal yang juga penting untuk kita buat. Agar tidak terjebak dengan keinginan sesaat dan dorongan konsumtif semata, maka analisa lah terlebih dahulu keuangan kita. Ibaratnya kita membaca dan menuliskan apa saja modal, aset, sumber keuangan yang kita miliki. Dengan menganalisa kondisi keuangan yang kita miliki maka dengan mudah kita membuat Goal Keuangan yang realistis.

Satu tips dari Aakar Abyasa, sebaiknya buatlah dulu analisa kondisi keuangan kita baru tentukan Goal. Rata-rata orang membuat goal terlebih dahulu tanpa ada analisa keuangan yang mendalam. Akhirnya goal menjadi sekedar impian atau angan-angan belaka.

Jangan lupa, penting juga untuk mengetahui dan menganalisa resiko keuangan yang kita miliki. Misalnya saja, resiko kehilangan pekerjaan karena kita hanya sekedar pegawai kontrak, keuangan yang tidak menentuk karena hanya freelancer, dan lain sebagainya. Dengan begitu, rencana keuangan lebih realistis dan akan tepat sasaran.

3.      Lakukan Pit Stop

Pit stop bukan hanya dilakukan saat kompetisi atau balap mobil. Pit stop dalam hal keuangan adalah sejenak kita berhenti dan mengevaluasi kondisi keuangan kita. Untuk itu, pentingnya kita mencatat transaksi keuangan kita. Audit keuangan pribadi atau keluarga juga sangat dibutuhkan.

Kita bisa melihat mana biaya-biaya yang tidak sesuai anggaran, over budgeting, atau hal-hal yang mengarah banyak pada gaya hidup atau konsumtif. Evaluasi kesehatan keuangan kita, agar tidak menyesal setelah jauh terjebak dalam Middle Income Trap.

4.      Tabungan dan Investasi

Pada dasarnya penghasilan berapapun bisa untuk kita tabung dan kumpulkan menjadi dana investasi. Hanya saja, karena dorongan gaya hidup atau konsumsi, biasanya tabungan dan investasi menjadi terbengkalai. Padahal, di masa mendatang tabungan dan investasi inilah aset yang berharga dan dapat digunakan untuk tujuan jangka panjang kita.

Tips dari Aakar Abyasa, jangan lupa segera buat Tabungan atas nama dari masing-masing anggota keluarga. Hal ini agar memudahkan kita mengelola keuangan, dan sejak kecil sang Anak sudah memiliki rekening, yang mudah digunakan jika mungkin orang tuanya tiada.

5.      Jangan Lupakan Asuransi

Asuransi adalah hal yang sering disepelekan dan dilupakan. Padahal jaminan kesehatan, jaminan masa depan selanjutnya juga berasal dari Asuransi. Asuransi adalah solusi dari segala resiko keuangan yang akan kita hadapi.

Saat kita sehat maka kita tidak akan butuh asuransi. Tapi kita akan sangat membutuhkannya saat resiko itu hadir. Bagaimana mungkin kesehatan, keselamatan jiwa bisa kita rasakan dan terjamin sumber keuangannya, jika tidak ada dana simpanan yang memang kita alokasikan untuk hal tersebut.

Untuk itu, tidak sedikit orang-orang yang bangkrut, keuangannya habis ketika tertimpa musibah, tertimpa sakit, dan masalah-masalah resiko hidup lainnya. Itulah pentingnya berasuransi, yang terkadang tidak disadari oleh masyarakat kita hari ini yang lebih mementingkan gaya hidup.

Pilihan Berasuransi Sesuai Dengan Kebutuhan

Berbicara mengenai jaminan terhadap resiko keuangan, tentu asuransi adalah solusinya. Untuk itu, perlu kiranya kita memilih dan menyiapkan asuransi yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan kita, dan tentu juga sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Sinarmas MSIG Life adalah salah satu solusi untuk jaminan keuangan kita, yang menawarkan jasa asuransi bagi personal, keluarga ataupun perusahaan.

Gambar dari Sinarmas

Sinarmas MSIG Life adalah anak perusahaan PT Sinar Mas Multiartha Tbk  satu dari enam pilar bisnis Sinar Mas yang menyediakan layanan finansial yang terpadu dan menyeluruh, meliputi perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal, manajemen aset, jasa administrasi saham, keamanan, perdagangan serta industri dan teknologi informasi. PT Sinar Mas Multiartha Tbk juga merupakan perusahaan induk bagi Bank Sinarmas, Asuransi Sinar Mas, Sinarmas Sekuritas and Sinar Mas Multifinance.

Perkembangan Sinarmas MSIG Life didukung oleh kondisi keuangan yang sangat baik, inovasi produk dan layanan nasabah serta kepemilikan jaringan bisnis yang luas. Hingga 30 Juni 2014, Sinarmas MSIG Life melayani lebih dari 790.000 nasabah individu dan kelompok di 69 kota. Tersebar di 113 kantor pemasaran dan 10.500 aparat marketing. Sinarmas MSIG Life siap menyediakan layanan terbaik untuk kebutuhan finansial Anda maupun perusahaan Anda

Ada beragam produk asuransi yang ditawarkan oleh Sinarmas MSIG Life. Jasa asuransi yang menawarkan berbagai produk tentu menjadi suatu keunggulan tersendiri karena dengannya kita dapat memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan kita nantinya. Produk asuransi tersebut diantaranya adalah : Power Save, SMILE Multi Invest, SMILE Personal Accident, SMLE Medical, SMILE Hospital Protection Plus.

Tawaran polis dan premi yang terjangkau tentu menjadi kemudahan kita untuk menggunakan jasa asuransi Sinarmas MSIG Life. Tidak perlu khawatir soal budget, tentunya hal ini akan sangat berharga, kelak resiko keuangan menghampiri kita.

Lebih jelas mengenai Sinarmas MSIG life dapat dilihat melalui sosial media Sinarmas MSIG Life di Instagram (sinarmasmsiglife), Facebook (Sinarmas MSIG Life), dan Twitter (@sinarmasmsiglife)

Waspadai Juga : Soal Paradigma Keuangan

Ada seorang psikolog yang pernah menasehati saya, bahwa paradigma adalah ujung tombak dalam sebuah perilaku. Paradigma yang salah maka hasil perilaku pun akan salah, dan sebaliknya jika paradigma kita benar.

Dalam urusan keuangan pun berlaku demikian. Apa paradigma keuangan yang kita miliki saat ini akan menentukan aktivtias dan cara kita mengatur keuangan.

Aakar Abyasa memberikan contoh paradigma yang biasa terjadi dalam hal pengelolaan keuangan keluarga. Perempuan banyak yang bergantung secara finansial pada suaminya, karena merasa suami lah yang harusnya bertanggung jawab. Hal ini tentu sekilas menyenangkan dan tidak membuat wanita harus capek bekerja. Namun kita tidak pernah tau apa kondisi masa depan kita? Bagaimana jika suami meninggal, adanya perceraian, dan lain sebagainya. Bagaimanakah masa depan keuangan sang istri? Tentu saja ia bisa colaps, karena tak ada lagi tempat bergantung dan hidupnya terlanjur tidak mandiri.

Paradigma keuangan lain misalnya saja soal menggunakan keuangan. Ada orang-orang yang sangat mudah untuk menggunakan dan membelanjakan uangnya untuk berbelanja. Anggapannya jika ada diskon maka itu adalah suatu kesempatan yang tidak boleh dilewatkan, padahal belum tentu juga kita membutuhkannya. Akhirnya, uang bisa habis dengan hal yang tidak bermanfaat dan bernilai.

Untuk itu memiliki paradigma keuangan yang benar adalah satu keharusan. Paradigma ini tentunya harus mengarahkan kita pada kemandirian finansial, tidak bergantung hidup hanya pada satu sumber, dan tentunya memiliki pandangan bahwa hidup tidak selalu statis. Hal terburuk dan resiko terburuk dalam hidup bisa saja terjadi. Kematian, penyakit, bencana alam, perceraian, adalah hal yang bisa terjadi kapan saja.

Jika keuangan kita tidak siap, tentu saja akan berakibat buruk pada hidup kita kemudian. Itulah pentingnya kita berasuransi, menabung, dan berinvestasi.

Lantas, bagaimana dengan kondisi keuangan kita? Sudahkan dalam kondisi yang sehat? Hati-hati, jangan sampai terjebak Middle Income Trap. Gaji besar tidak menjamin kondisi keuangan kita sehat dan bebas resiko.

Boleh sharing yuk, yang punya ilmu tentang hal keuangan lainnya.

 

You may also like

1 Comment

  1. Untuk keluar dari middle income trap diperlukan kesadaran dari diri sendiri untuk melakukan langkah langkah penyelamatan keuangan. Mumpung masih muda harus mulai memikirkan investasi apa yg terbaik dan menguntungkan utk kehidupan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *