Perlukah Punya Asuransi Kesehatan Jantung?

Ada yang pernah mendalami tentang penyakit jantung? Atau bagaimana cara mencegahnya? Jangan salah, ternyata serangan jantung juga butuh proteksi, pengamanan, atau disebut dengan asuransi kesehatan jantung. Tujuannya agar saat terjadi sesuatu pada jamtung, tidak menimbulkan resiko yang lebih buruk. Perlukah hal ini?

Sudah sering saya mendengar tentang orang yang meninggal mendadak karena sakit jantung. Siapa yang mengira dan terjadinya sering kali tiba-tiba. Ada yang saat sedang beraktivitas normal, ada yang saat makan, olahraga, dan lain-lain. Dan pastinya serangan jantung seperti musuh bebuyutan, yang datangnya tidak pernah disangka-sangka. Sekalinya datang menghancurkan semuanya, meluluh lantahkan tubuh kita yang intinya ada pada jantung ini.

Salah seorang keluarga teman pernah menceritakan tentang masalah serangan jantung ini. Saudaranya terlihat seperti sehat-sehat saja dan tidak pernah ada masalah kesehatan yang parah. Tapi sayangnya memang tidak pernah check up kesehatan dan kontrol secara rutin. Namun serangan jantung mendadak menghampiri, sedangkan keluarga tidak ada yang bisa menangani. Dibawakan ke rumah sakit dan akhirnya positif memang terkena penyakit jantung.

Mirisnya lagi, saat ujian sakit ini datang tiba-tiba, keuangan keluarga tidak siap untuk mengcovernya. Belum lagi tidak ada asuransi atau proteksi yang menangani. Keluarga pun saling urunan untuk bisa mengcover biaya. Tapi walau bagaimanapun pasti sulit jika biaya yang dibutuhkan besar. Akhirnya, keluarga pun berakhir pada penyakit jantung yang tidak bisa ditangani.

Lantas, bagaimana seharusnya kita bertindak dengan masalah ini?

Tentang Penyakit Jantung dan Perlunya Asuransi Kesehatan Jantung

Penyakit jantung dan serangan jantung ini adalah penyakit kardiovaskuler yang tergolong dalam penyakit katastropik. Penyakit katastropik ini adalah penyakit yang bersifat komplikatif dan bersiko tinggi. Satu saja terkena, maka bisa menjalar ke berbagai organ yang lain.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan riset kesehatan dasar 2013 Kementrian Kesehatan, ada 39% pasien penyakit jantung yang ternyata usianya kurang dari 44 tahun. Belum lagi 22% nya berusia antara 15-35 tahun.

Paradigma masyarakat kebanyakan berpikir bahwa penyakit jantung akan menerpa mereka yang lanjut usia. Padahal, sebenarnya penyakit jantung tidak mengenal usia. Siapapun bisa terkena dan mengalami resiko ini. Termasuk yang masih berusia muda, semuanya punya peluang dan resiko yang sama jika tidak pandai-pandai untuk menjaga kesehatan dan mengatur pola hidup.

dr Friens Sinaga dalam Peluncuran Produk Asuransi Mandiri Heart Protection.

Hal ini disampaikan oleh dr. Friens Sinaga dalam acara peluncuran Asuransi mandiri Heart Protection oleh AXA Mandiri, seorang dokter spesialis Kardiovaskular dari Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas bahwa penyakit jantung bisa terjadi karena keturunan dan gaya hidup. Penyebab nya bisa karena :

  • Merorok
  • Pola hidup yang tidak sehat
  • Kurang Olahraga
  • Diabetes atau berlebih berat badan
  • Stress berlebihan, dsb

dr Friens Sinaga juga menyampaikan bahwa orang yang terlalu stress juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Mereka tidak mampu mengendalikan pikiran akhirnya adrenalin terus terpacu dan merusak tekanan darah yang bisa berakibat pada pacu jantung. Termasuk menurut dr Friens Sinaga, perilaku hidup yang tidak baik seperti melakukan free sex juga bisa menyebabkan penyakit ini jika terus-terusan dilakukan.

Untuk itu, seperti dalam ajaran agama bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Semua ada kadarnya dan dalam ukuran yang seimbang. Jika berlebihan atau justru kekurangan, malah tidak akan membawakan manfaat yang baik.

Hal-hal diatas bisa menyebabkan orang terkena serangan jantung dan stroke di usia yang relatif masih muda. Mau tidak mau untuk menhindarinya perlu melakukan olahraga, menjaga pola hidup sehat, dan terus menjaga asupan makanan. Melakukan hal ini jauh lebih murah ketimbang harus mengeluarkan biaya untuk pengobatan jika sudah terkena penyakit jantung. Pencegahan adalah hal yang harus dilakukan agar meminimalisir resiko penyakit ini. Karena sudah rahasia umum, pengobatannya sangat mahal untuk penyakit jantung ini.

Simulasi penanganan pada pasien yang mengalami serangan jantung mendadak

Faktanya juga disampaikan bahwa BPJS Kesehatan menyebutkan bahwa di tahun 2016 penyakit katrastopik menghabiskan biaya hampir 14,6 Triliun meningkat dari tahun 2015 senilai 14,3 Triliun. Penyakit yang memakan biaya hampir 50% nya adalah penyakit jantung yang bisa mencapai angka 7,4 Triliun.

Tentu saja ini bukan angka yang sedikit bukan? 7,4 Triliun untuk mengobati orang sakit tentu saja menjadi sesuatu yang besar. Jika masyarakat bisa menjaga kesehatannya dengan baik dan juga memiliki proteksi jantung dalam hidupnya, tentu akan lebih ringan dan tidak akan menghabiskan biaya sebesar nilai tersebut.

Asuransi Kesehatan Jantung Mandiri Heart Protection

Tidak ada yang mau mendapatkan penyakit jantung. Tapi, walau bagaimanapun tindakan preventif dan siap siaga harus dilakukan. Hal ini dapat diselesaikan salah satunya dengan memiliki asuransi kesehatan jantung. Sebagaimana kita memiliki payung. Saat tidak hujan mungkin payung tersebut nampak tidak bermanfaat, namun jika turun hujan dan kita tidak memiliki payung maka resiko kehujanan, basah, dan bahkan sakit bisa saja terjadi. Padahal jika membeli dan memiliki payung biayanya tidak sebesar resikonya.

President Director AXA Mandiri, Jean Phillipe Vandenschrick menyampaikan tentang produk Asuransi Mandiri Heart Protection

Hal ini juga yang terjadi pada Penyakit Jantung. Jika sudah terkena dampaknya dan tidak siap menghadapinya, siap-siap untuk segera menghadapi resikonya. Untuk itu, Mandiri Heart Protection duluncurkan untuk menjawab masalah ini.

“Asuransi Mandiri Heart Protection merupakan produk asuransi yang memiliki keunggulan untuk menjawab kebutuhan perlindungan jiwa atau resiko penyakit jantung atau stroke. Baik untuk kaum muda ataupun dewasa”, ujar Jean Phillipe saat Peluncuran Asuransi Mandiri Heart Protection di AXA Mandiri Tower, Jakarta (13/12/2017).

Keunggulan dari Asuransi Mandiri Heart Protection ini sangat banyak dan saya pun merasa ingin untuk segera mendaftarkan diri dalam asuransi ini. Diantaranya adalah :

  • Asuransi Mandiri Heart Protection dapat dimiliki oleh Masyarakat berusia 18-55 tahun dengan maksimum pertanggungan hingga 65 tahun
  • Asuransi Mandiri Heart Protection memberikan manfaat hingga 100% uang pertanggungan jika tertanggung diidiagnosa serangan jantung/stroke atau meninggal dunia karena sebab apapun
  • Pembayaran premi tahunan hanya sebesar 10 kali premi bulanan
  • Nasab bisa menjawab pertanyaan kesehatan tanpa harus melakukan medical check up
  • Jika Nasabah tidak menggunakan premi dalam 10 tahun, maka premi bisa kembali sebesar 105% dari total premi yang sudah dibayarkan pemegang polis selama 10 tahun
  • Biaya Premi dimulai dari 70.000 hingga 1.170.000 atau per tahunnya 700.000 sampai dengan 11.500.000
  • Santunan yang diperoleh mulai dari 50 juta – 250 juta
  • Pengguna Asuransi Mandiri Heart Protection tidak harus selalu yang sudah memiliki akun di Bank Mandiri, namun juga bisa dari mereka yang menggunakan bank lain

Hal ini juga disampaikan oleh Director of Alternative Channel AXA Mandiri Henky Oktavianus, bahwa melalui Asuransi Mandiri Heart Protection, menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap resiko penyakit dari masyarakat. Mandiri juga sering kali tergabung dalam kampanye kesehatan seperti Fit Nation, Mandiri Marathon, dsb. Untuk itu tidak hanya sekedar mengeluarkan asuransi, namun juga didukung oleh program kampanye kesehatan lainnya.

Director of Alternative Channel AXA Mandiri Henky Oktavianus bersama President Director AXA Mandiri , meluncurkan produk Mandiri Heart Protection dengan memasang puzzle bersama.

Bagi saya pribadi, adanya asuransi kesehatan jantung ini sangat memudahkan dan melegakan diri kita. Membayar premi bagi asuransi jantung sehat tentu sangat tidak ada ruginya. Keuntungannya jika suatu saat memang harus mendapatkan ujian kesehatan jantung, tentu kita sudah memiliki proteksinya sehingga tidak akan bingung harus bagaimana finansial untuk pengobatan. Sedangkan lebih baik lagi jika kita memiliki pola hidup sehat dan menghindari resiko jantung. Maka dalam 10 tahun uang premi bisa kembali, malah bertambah sebanyak 5 %. Menarik Bukan?

Saya bersama MC, Mas Farhan berfoto bersama dan sharing masalah jantung sehat

 

Semangat wartawan dan blogger meliput acara

Jika ada pertanyaan dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi langsung pada AXA Mandiri. Website : www (dot) axa-mandiri (dot) co (dot) id, Twitter : @AXA_Mandiri, Facebook : AXA Mandiri.

Selamat menjaga jantung sehat dan boleh share pengalaman kalian jika mungkin ada yang pernah menemukan seseorang sakit jantung, resiko penyakit jantung, dan yang jelas bagaimana untuk proteksinya atau asuransi kesehatan jantung yang digunakan. Terimakasih.

You may also like

24 Comments

  1. Ibu mertua dan ayah mertua meninggal karena penyakit jantung. Beberapa tetangga juga. Padahal kami tinggal di pelosok. Dulu, ada anggapan hanya orang kota, orang kaya yang punya penyakit jantung. Sekarang tidak lagi. Siapa saja, mau kaya mau di desa, kalau gaya hidup sudah tidak sehat penyakit mematikan yg tidak menular ini akan mudah kena. Ngeri ya…

    Ada asuransi ini setidaknya manusia sudah punya proteksi dan pemikiran selangkah lebih jauh. Meski sejujurnya tentu saja kita selalu berdoa dan minta dijauhkan dari penyakit ini.

    Terimakasih informasinya. Saya jadi banyak info baru 🙂

  2. Ketika sakit Jantung menyerang mesti nya kita bisa lebih siap secara finansial ya kak, jadi tahu tingkat perlunya seberapa urgent..makasih kak info nya bermanfaat sekali

  3. Iya juga yah, miris banget bayanginnya kalo kena penyakit jantung atau stroke pas lagi nggak ada dana. Jangankan merasakan, membayanginnya pun udah nggak sanggup. Pasalnya, dana yang dikeluarkan bukan puluhan juta malah ratusan juta. 😭

  4. Jadi inget dulu aku beberapa kali sempat dapat pelatihan cpr resusitasi jantung paru, sekarang mah udah lupa kali ya.. tapi bagus mandiri ngadain asuransi khusus jantung ini, premi nya murah pa

  5. Emang ngeri ya penyakit jantung, kadang penderitanya tidak mengalami gejala apa-apa soalnya. Jadi keingetan sama tetangga depan rumah yang mendadak meninggal karena serangan jantung 🙁

    Mencegah lebih baik dari pada mengobati, yuk ah hidup lebih sehat dan jauhi stress 🙂

  6. Ciyeee yang foto sama MAs Farhan hehehe
    Emang ngeri ya penyakit ini ngabisin dana buat pengobatan 🙁
    Semoga kita semua terjaga jauh dr penyakit ini. Menurutku asuransi perlu buat proteksi spy gak memberatkan keluarga.

  7. Penyakit Silent killer nih. Pernah ada teman di tempat kerja usia masih 34, tiba-tiba pingsan, ternyata serangan jantung mendadak. Cepat diberi penanganan sih, akhirnya sehat walafiat sampai sekarang.

  8. Wajib ikutan nih asuransi kesehatan jantung, meskipun ngak punya penyakit jantung tapi kedepannya who knows ya kan. Lagian kalau udah terkena jantung nggak mungkin bisa ikutan asuransi ini ya kan mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *