RESOLUSI HIDUP SEHAT 2018, TIDAK MUDAH SAKIT DENGAN THERAGRAN-M

Tahun 2017 menyimpan rekam jejak yang kurang baik bagi saya, diantara berbagai pencapaian yang bisa diraih. Di tahun ini, rasanya saya sering sekali sakit dan mudah lelah, terutama sebelum mengenal Theragran-M. Mulai batuk-pilek, masalah pencernaan, masalah lambung, kulit, bahkan sampai masalah mata yang perih karena terkena cairan pembersih kamar mandi. Kalau disebutkan satu persatu mungkin orang-orang bisa bilang, saya ini kurang bisa menjaga kesehatan dengan baik.

Menjelang akhir tahun ini saya ingin segera segera memperbaiki diri. Rasa-rasanya jika tidak bisa menjaga kesehatan dengan baik, artinya saya kurang bersyukur dan melaksanakan hidup dengan optimal. Padahal, ada banyak jalan dan cara agar saya bisa terus sehat, bugar, sehingga tetap produktif beraktivitas.

Cerita Sakit di Tahun 2017, Jangan Sampai Terjadi Lagi

Di bulan September lalu, saya pernah sakit dan tidak masuk kerja kurang lebih selama 9 hari. Saat itu saya demam dan menggigil yang muncul tenggelam selama 3 hari. Padahal selama 3 hari itu pula saya sudah check ke dokter 2 kali, karena khawatir akan demam yang tak kunjung turun. Menurut dokter, saya harus istirahat full tidak boleh beraktivitas atau berpikir yang berat-berat. Analisanya adalah pencernaan saya bermasalah, asam lambung naik, mungkin terlalu sering minum kopi atau pedas-pedas, ditambah pola makan yang tidak teratur. Dan satu lagi, bisa jadi saya stress dan sedang banyak pikiran. Eh, dokter kok tau saya lagi banyak yang dipikirin? Hehehe.

Dijenguk oleh teman-teman saat sakit dan tidak masuk kantor. Walaupun dikunjungi, tetapi dalam keadaan sakit. Ingin sehat segera.

Semenjak kejadian itu, rasanya saya benar-benar kesal dengan diri sendiri. Bisa sakit sampai berhari-hari yang berujung hanya bisa tiduran di kasur dan sesekali mengecek smartphone. Kalau sudah lemas dan demam pastinya saya tidak bisa beraktivitas produktif. Hanya bisa diam saja, makan tidak enak, bahkan mood pun juga jadi jelek.

Itu cerita di bulan September. Bulan-bulan sebelumnya gara-gara pola hidup yang kurang baik, asal-asalan dalam makan, minum, dan juga berolahraga yang jarang, berbagai penyakit sempat menghampiri. (Ya Allah ampuni saya yang kurang menjaga rezeki dan nikmat sehat, taubat setelah ini).

Bulan Maret, saya pernah terkena masalah Infeksi. Rasa sakitnya bukan main saat akan BAK. Malah sampai pernah berdarah, untungnya hanya terjadi dalam 2 hari saja. Kata Dokter, saya kurang minum air putih dan bisa jadi karena menahan-nahan BAK. Setelah itu saya benar-benar menjaga diri agar terus minum dan tidak menahan buang air kecil. Tentunya tidak ingin merasakan sakit yang bukan main itu menghampiri lagi.

Di bulan-bulan yang lain, saya pun sering mengalami masalah sembelit. Gara-garanya karena kurang makan berserat (sayur dan buah), serta air putih yang sedikit. Jadinya sembelit pun datang, hingga sakit saat melakukan BAB. Dokter bahkan bilang saya kena Ambeyen. Makanya saat buang air besar pun ada rasa perih. Ini salah siapa ya? Ya salah saya sendiri.

Menurut Dokter tempat saya sering berkonsultasi, memang antibodi saya ini rendah. Saya akhirnya jadi mudah sakit, mudah kelelahan, kena debu sedikit sudah bersin-bersin dan sensitif terhadap cuaca yang berubah-rubah. Makanya, di tahun 2017 ini pula saya sering batuk, pilek, demam ketika habis terkena hujan, pulang malam, atau makan-makanan yang kurang higienis yang beli di sembarang tempat. Wajarlah jika saya pun sering sakit ditambah lagi, tidak ada usaha untuk menjaga pola hidup sehat di keseharian.

Dan jujur saja, di tahun 2017 ini memang emosi saya juga sering tidak stabil. Sering moody dan ngambek-ngambek sendiri. Stress menghadapi masalah yang tiap hari ditemui di kantor dan rasa kesal itu mungkin akhirnya membaut saya emosi. Padahal dokter bilang, bahwa emosi tidak stabil itu mempengaruhi kestabilan hormon yang akhirnya juga berdampak ke daya tahan tubuh.

Baiklah, cukup tahun 2017 ini terjadi. Selanjutnya, harus ada perbaikan diri dan di tahun 2018 masalah kesehatan ini akan menjadi fokus saya tersendiri.

Resolusi 2018 untuk Hidup Sehat Tanpa Sakit-Sakitan

Untungnya saya masih sadar tentang diri saya di tahun 2017, hingga akhirnya saya memutuskan untuk memasukkan masalah kesehatan di Resolusi tahun 2018. Ada beberapa target yang menjadi resolusi saya, tapi masalah kesehatan yang akan menjadi masalah utama. Kenapa? Karena percuma saja saya punya target tinggi-tinggi, impian tinggi-tinggi, ketika cerita seperti tahun 2017 yang sering sakit-sakitan datang lagi, tentu akan sulit tercapai.

Untuk itu di Tahun 2018 saya memiliki Resolusi agar saya tidak sakit-sakitan kembali seperti tahun 2017. Saya hanya boleh sakit atau mentolerir sakit hanya 1 kali dalam setahun. Saya ingin bebas dari penyakit lambung, pencernaan, flu batuk yang keseringan, dan masalah lainnya. Kalau sakit jangan lama-lama tidak boleh lebih dari 2 hari. Sisanya saya harus fit, segar, bugar, tanpa ada masalah kesehatan apalagi yang disebabkan oleh pola hidup yang buruk.

Selain alasan fisik, ada 3 alasan mengapa resolusi hidup sehat ini harus masuk dan wajib ada di tahun 2018. Bukan hanya saya, pasti teman-teman lain yang memiliki tujuan sama, akan memasukkan masalah kesehatan dalam Resolusinya.

Mencapai Target Kerja, Bisnis, dan Blogging

Kerja kantoran, punya usaha kecil-kecilan bersama teman, dan Blogging adalah hal yang sedang saya fokusi. Di tahun 2017, alhamdulillah 3 hal ini bisa saya jalankan bersamaan hanya saja kurang optimal gara-gara sempat tidak produktif akibat sakit atau fisik yang kurang fit. Saya pernah tidak jadi hadir acara blogger hanya gara-gara saya sakit, padahal acaranya bagus dan pastinya ada benefit yang juga lumayan jika saya hadir. Jika tidak menjaga kesehatan, tidak masuk kantor berarti gaji bulanan saya pun juga akan berkurang, bisnis pun akan terbengkalai.

Mempersiapkan Pernikahan di Tahun 2018

Di tahun 2018 saya sudah berencana untuk menikah dan kita sudah menanti-nanti datangnya tahun ini. Bagaimana mungkin saya bisa mempersiapkan pernikahan, mempersiapkan semua kebutuhan diri sebelum menikah jika saya sendiri sering sakit. Kan gak lucu ya, lagi fokus persiapan eh sakit 9 hari lagi. Bisa buyar semuanya. Belum lagi jika sudah menikah nanti, yang saya urus bukan hanya diri sendiri tapi ada suami dan keluarga yang membutuhkan juga peran saya. Lalu masih mau sakit gara-gara tidak jaga kesehatan?

Saving Money

Gara-gara sakit banyak pengeluaran tidak terduga. Atau bahkan harus ada tambahan membeli obat ini itu, yang tidak tercover oleh asuransi kesehatan. Daripada uang keluar untuk membeli obat, pastinya lebih enak kalau ditabung dan bisa jalan-jalan kan?

Cara Hidup Sehat Agar Resolusi Bukan Sekedar Angan-Angan Belaka

Bicara resolusi yang telah saya tetapkan soal kesehatan, tentunya harus tau juga bagaimana cara mencampainya? Ada tujuan pasti ada langkah. Jika tidak pasti hanya akan jadi angan-angan dan impian saja. Namanya resolusi, pasti ingin dicapai dan dilalui.

Kesehatan juga bukan persoalan yang tidak bisa dicapai kok. Malah ada cerita seorang pembalap Sepeda bernama Lance Armstrong yang tahun 1996 di klaim kanker di paru-paru dan otaknya. Dokter mengkalim kesempatan hidupnya hanya 50%, tapi ternyata ia bisa sembuh dengan tetap tegar menjadi seorang bersepeda. Apalagi jika saya dan kita yang basicly adalah orang sehat.

  1. Sehat Spiritual

Fisik dan Jiwa ini titipan Tuhan. Lantas jika melalaikannya hingga jatuh sakit, tentu saya bukan sebagai hamba yang bersyukur dan menjaga amanah dengan baik. Padahal dengan kesehatan itu lah kita bisa memberikan manfaat pada banyak orang dan produktif beraktivitas.

Untuk itu, masalah spiritual ini adalah masalah saya dengan Tuhan agar saya selalu bersyukur, menjauhi penyakit hati, dan bisa ikhlas ketika menghadapi berbagai masalah. Untuk itu yang bisa saya lakukan adalah dengan melaksanakan ibadah shalat 5 waktu, berpuasa (selain untuk ibadah juga berefek kepada kesehatan), dan senantiasa mengingat-Nya lewat ayat-ayat dalam Al-Quran. Dengan begitu, hidup bisa lebih tenang karena merasa Allah begitu baik dan penuh Rahmatnya pada kita.

  1. Sehat Pikiran dan Mental

Saya membaca buku tentang kesehatan dan terdapat penjelasan dari Dr Herbert Spencer dari Universitas Harvard. Ia manyampaikan bahwa jiwa dan tubuh saling melengkapi. Ia pun mengatakan bahwa 90% penyakit tubuh adalah karena jiwa, yang disebut Psycho-Somatic. Pikiran dan jiwa sangat mempengaruhi panca indra kemudian mempengaruhi seluruh anggota tubuh bagian dalam, dan proses inilah yang menyebabkan muncul berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, menurunnya kekebalan tubuh, jantung, saraf, dsb.

Tersenyum, berjalan-jalan ke tempat baru yang menyegarkan akan membuat jiwa dan raga lebih sehat dan bahagia. Selanjutnya, jalan-jalan ke tempat segar mana lagi ya?

Setelah tahun 2017 ini hampir berlalu, saya pun berpikir apa yang harus dilakukan agar pikiran dan mental ini tetap sehat. Untuk itu cara saya mengelola Kesehatan Pikiran ini adalah dengan beberapa cara. Misalnya dengan cara :

  • Melakukan hal-hal yang saya sukai, seperti membuat DIY, membuat kreasi water color, membaca buku, dsb
  • Traveling atau jalan-jalan ke tempat yang baru, dengan begitu menghilangkan kejenuhan dalam rutinitas
  • Tersenyum dan mengingat hal bahagia saat datang masalah yang berat
  • Menghindari informasi yang negatif, hoax, atau berbicara tentang hal yang buruk
  • Membuat jurnal pribadi dan menuliskan segala pengalaman atau peristiwa
  • Membuat Mood Board atau kumpulan inspirasi-insiprasi baru yang bisa kita lihat setiap saat

Alhamdulillah sudah saya coba dan terbukti berhasil. Ternyata tidak sulit mengontrol emosi, asalkan kita tahu bagaimana cara menyalurkan dan menyikapinya saat masalah datang. Ya, daripada memasukkan apa yang buruk-buruk ke dalam jiwa, masih banyak kebahagiaan yang Tuhan berikan pada kita daripada sekedar emosi, mengeluh, atau merusak diri kita dengan buruknya situasi. Semoga bisa konsisten ya.

  1. Sehat Fisik

Hidup sehat tentu yang utama juga adalah menjaga kebutuhan fisik secara seimbang. Minum air putih, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan detoks, diet, olahraga rutin akan saya lakukan di tahun 2018 dengan perencanaan dan kontrol yang matang. Kalau bukan kita yang peduli, lantas siapa lagi?

Apa kabar Olahraga? Mungkin karena jarang olahraga lah saya jadi lebih sering jatuh sakit. Untuk itu, tahun 2018 adalah saatnya rajin olahraga. Biasanya alasan tidak olahraga adalah karena tidak sempat atau memakan waktu jika harus ke tempat gym, renang, atau keluar rumah. Tapi sebenarnya ada juga olahraga mudah yang bisa dilakukan di dalam ruangan, di rumah sendiri yaitu dengan Olahraga ringan dan Yoga. Jika gerakannya belum terbiasa, buka Youtube saja, mudah menconteknya. Hehehe.

Minum Air Putih 8 gelas sehari atau 2 liter sehari

Hal yang paling mendasar sekali untuk hidup sehat adalah pola hidup seimbang dan memenuhi kebutuhan tubuh secara baik. Salah satunya minum air putih minimal 8 gelas atau 2 liter sehari. Terkadang ini sering kelewatan dan akhirnya menimbulkan penyakit yang tidak-tidak, seperti yang pernah saya alami. Untuk itu, saya sudah menyiapkan botol sendiri dalam sehari minimal 3 botol air minum.

Ada tips kesehatan juga yang saya baca. Untuk menghindari beragam penyakit, termasuk melakukan detoksifikas tubuh, maka wajib hukumnya minum air putih 1 gelas sebelum makan, 2 gelas saat bangun tidur, dan 2 gelas saat akan tidur. Sisanya bisa kita penuhi saat beraktivitas atau setelah makan.

Oat-Gandum-Kelapa Kering, cocok untuk camilan. Karena tidak mengandung minyak atau kolestrol tinggi.

 

Sayuran kukus sehat, seperti siomay namun berisi sayur-sayuran yang beragam

Selain air putih, saya juga akan mengkonsumsi lebih banyak makanan sehat. Jika tidak dikontrol rasanya makan goreng-gorengan atau makanan junk food bisa terus kita konsumsi. Untuk itu perlu mengatur asupan makanan untuk camilan, karena saya suka sekali ngemil. Salah satunya adalah dengan makanan yang dikukus atau direbus serta camilan sehat yang tidak banyak mengandung minyak dan lemak. Selain ini juga menyehatkan tubuh, camilan sehat membantu juga menjaga berat badan. Kebetulan bobot saya saat ini masih belum sesuai indeks massa normal. Sehingga, hal ini juga bisa membantu.

Asupan tambahan yang akan saya konsumsi juga adalah buah-buahan, infused water, dan vitamin-mineral tambahan. Konsumsi buah-buahan akan saya coba untuk 1 kali 1 hari. Minimal 1 butir buah seperti apel, jeruk, atau potongan pepaya dan semangka. Sebegai pelengkap dan pengganti minuman yang mengandung banyak gula, akan saya ganti dengan infused water segar. Pastinya tubuh kita akan rusak jika setiap hari konsumsinya malah minum-minuman mengandung gula buatan.

Tidak lupa, sebagai pelengkap saya juga akan mengkonsumsi vitamin dan mineral apalagi jika sakit pastinya butuh Vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit, agar sakit tidak lama-lama. 

Theragran-M Multivitamin Pendukung Mencapai Resolusi Hidup Sehat

Dulu saya punya kebiasaan minum vitamin, apalagi saat badan tidak fit atau antibodi melemah. Namun saya ingat-ingat kembali di tahun 2017, selain makan buah dan sayur pun jarang, saya pun tidak menambah asupan tubuh dengan multivitamin. Apalagi jika setelah sakit pasti butuh Vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.

Selain karena takut tidak cocok saya pun sering ragu dengan multivitamin yang ada. Apalagi sekarang banyak produk yang tidak jelas, barang import yang juga tanpa izin serta belum ada risetnya.

Kemasan Theragran-M

Namun semenjak mengetahui tentang Theragran-M, saya lebih percaya dengan multivitamin ini. Sebelum meyakinkan diri untuk mencoba minum Theragran-M, saya pun mencari informasi terlebih dahulu mengenai keamanan produk ini, sesuai dengan kebutuhan saya.

Apakah Theragran-M Sudah Ada Izin BPOM?

Sebelum meyakinkan diri untuk mengkonsumsi Theragran-M, saya pun terlebih dahulu mengecek izin BPOM terhadapa produk vitamin ini. Ternyata sudah ada izin BPOM dan sudah update lho izinnya. Jadi lebih tenang jika mengkonsumsi produk yang sudah ada izin BPOM. Artiya secara legal, produk ini sudah melewati proses riset yang mendalam. Nah, bagaimana dengan vitamin yang kalian konsumsi juga? Sudah ada izin BPOM nya juga belum?

Izin BPOM gak cukup, Sudah Halal juga belum?

Tidak hanya masalah BPOM, sebagai muslim juga saya sering mengecek dulu sebuah produk apakah dia halal atau tidak. Apalagi jika produk ini berkaitan dengan kesehatan dan obat-obatan. Alhamdulillah, setelah saya check melalui website MUI, theragran-M sudah mendapatkan sertifikasi halal. Jadi lebih aman dikonsumsi, dan tenang juga. Jika tidak ada, pasti akan was-was dan tidak akan saya konsumsi lagi. Khawatir ada zat-zat yang dilarang.


Apakah ada Efek Pada Lambung dan Pencernaan?

Saya memiliki lambung yang bermasalah dan penyakit maag yang sering kambuhan. Untuk itu, agak sedikit khawatir jika sering-sering meminum multivitamin, apalagi yang kadaer vitamin-C nya lebih banyak. Namunn, Setelah membaca informasi di website resmi Theragran-M, ternyata memang multivitamin ini aman untuk lambung dan pencernaan asalkan sesuai dengan dosis (1kali sehari) dan diminum setelah makan. Sehingga, tidak akan membahayakan lambung.

Theragran-M juga memiliki kandungan vitamin yang lengkap yaitu Kandungan vitamin A, B1, B2, B5, B6, C, D3, E, K, Fe, Mg, Manganese, Copper, dan Zn membantu mencukupi untuk tubuh yang sedang turun daya tahan tubuhnya atau sedang dalam proses penyembuhan. Apalagi juga terdapat Magnesium yang tidak semua vitamin punya kandungan ini lho.

Manfaat Theragran-M

Cuaca akhir-akhir ini juga tidak menentu. Tidak jelas musim hujan dan panas. Tapi juga banyak virus dan penyakit yang beredar, seperti Difteri yang akhir-akhir ini muncul misalnya. Menurut teman dokter, virus ini tentu akan mudah bekerja jika antibodi atau imunitas kita rendah. Tentu saja antibodi harus siap menghadapi dong. Jangan sampai terkena penyakit ini dan tubuh kita tidak bisa melawannya. Untuk itu Theragran-M bisa membantu untuk soal kekebalan tubuh.

Saya berharap semoga tidak terjadi lagi sakit-sakitan yang terlalu sering di tahun 2018. Rasanya lelaah, tidak produktif saat sakit, dan pengeluaran semakin banyak jika kesehatan tidak terjaga. Mungkin kalaupun jatuh sakit, sudah ada Theragran-M yang bisa menemani sebagai Vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit.  Pokoknya kalau sakit jangan kelamaan, karena bisa ganggu produktivitas semuanya.

Itu Resolusi Sehat saya di tahun 2018. Bagaimana dengan Resolusi kalian? Mudah-mudahan cerita saya bisa diambil pelajaran ya, jangan sampai dicontoh sakit-sakitan saya di tahun 2017. Are you ready for 2018? Saya siap untuk hidup sehat, dan tidak mudah sakit di 2018. 

***

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

You may also like

53 Comments

  1. Masih mending 9 hari ituh, sakit emang ga enak yaa,awal tahun kemaren pun aku sakit hampir 2 bulan, huhuuu…

    Btw itu somay sayurannya menggoda banget, hmm sehat tuh pilihan ya Mba, moga sehat selalu.
    Turut mengamini resolusinya

  2. Apapun kondisinya..dimana kita berada..sehat harus tetap no 1, bagaimana bisa berjuang..jika nggak sehat.., kaya..dalam kondisi menyenangkan..jika tidak sehat…mana mungkin bisa menikmati…

    Lengkap banget
    ..

    Sukses buat copetisinya..

  3. Wah lumayan juga ya mba sakitnya tahun lalu… Semoga tahun ini sehat selalu.. Btw aku jadi konsen ke BAK sakit ya.. Trus baca komen mba helena katanya calon manten.. Nah aku cuma mo sharing pengalamanku kemaren yang lumayan keganggu sama infeksi saluran kemih pas habis nikah sama pas hamil… Kalo bisa dicek dulu biar sembuh total sebelum menikah… Ya ini sekedar sharing sih..

    1. Wah gitu ya mbak Mirna. Terimakasih buat infonya mbak Mirna. Berarti sebelum berkeluarga perlu banget check up kesehatan ya. Biar tidak ada masalah yang lebih kompleks setelah menikah. Thank you banget infonya

    1. Wah gitu ya mbak. Terimakasih buat infonya mbak Mirna. Berarti sebelum berkeluarga perlu banget check up kesehatan ya. Biar tidak ada masalah yang lebih kompleks setelah menikah. Thank you banget infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *