Karakter Hebat Anak, Dibalik Aktivitas Memanah

Saya pernah membaca sebuah hadist, Dari Abi Rafi’, dia bertanya,”Ya Rasulullah, apadaha ada kewajiban atas kita terhadap anak kita, sebagaimana kewajiban anak kepada kita?”. Rasulullah SAW menjawab,”Ya, hak anak atas ayahnya adalah diajarkan membaca, berenang dan memanah”. (HR Bukhari Muslim).

Saat itu saya selalu berpikir tentang mengapa harus memanah, berkuda, dan berenang? Apakah mungkin ini erat kaitannya dengan konteks sejarah Rasulullah dulu, dimana kemampuan tersebut wajib dimiliki agar dapat berperang. Di masa tersebut, berperang secara fisik adalah suatu keniscayaan dalam sosial politik masyarakat. Namun, terlepas dari hal tersebut saya pun mendapat wawasan baru mengenai aktivitas memanah. Apalagi saat ini, bukan hanya umat islam saja yang berlatih dan berolahraga memanah.

Terlebih setelah membaca tulisan Bunda Yessy Yanita Sari (Doktor dalam Bidang Pendidikan) dan Defrizal Siregar (Coach Panahan) di dalam buku yang berjudul “Membidik Karakter Hebat”  yang mengulas tentang aktivitas memanah dan dikaitkan dengan parenting. Ternyata dibalik aktivitas memanah, terdapat banyak sekali rahasia dalam mendidik dan mengembangkan karakter anak. Memanah bukan hanya sekedar aktivitas melepaskan busur saja namun melatih tumbuh karakter yang sangat positif bagi anak-anak.

Mendidik Karakter Anak Lewat Aktivitas Memanah

Di bagian pertama buku, penulis mengungkapkan tentang pentingnya memberikan pendidikan karakter bagi anak. Sejatinya, seorang anak adalah pembelajar dan meneladani apa yang dilihatnya sehari-hari. Jika orang tua tidak memberikan pendidikannya pada anak, maka ia akan belajar dari yang lain, belajar dari lingkungan, belajar dari apa yang ia lihat dan rasakan. Bunda Yessy membukanya dengan memberikan sebuah cerita, bagaimana ia melihat seorang anak yang mengambil makanan dari orang dengan mulutnya langsung, bukan dengan tangan. Tak salah seorang anak melakukan hal tersebut, karena selama ini ia belajar dari Anjing.

Untuk itulah, menurut penulis, mendidik karakter hebat pada anak tak sekedar membiarkannya begitu saja. Orang tua perlu turun tangan dan memikirkan cara agar anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan akhlak yang baik. Tak mungkin sekedar dibiarkan begitu saja. Dan penulis mengungkapkan bahwa salah satu proses pendidikan karakter anak dapat dilakukan melalui aktivitas memanah.

Di dalam bukunya, penulis mengungkapkan bahwa ada beberapa manfaat yang diperoleh dari aktivitas memanah. Diantaranya adalah :

  1. Melatih Kecerdasan Spiritual
  2. Menyehatkan Badan
  3. Meningkatkan Kecerdasan
  4. Sebagai Sarana Hiburan
  5. Mengubah Pola Pikir
  6. Mengendalikan Diri
  7. Meningkatkan Ketangguhan Mental
  8. Meningkatkan Kepercayaan Diri
  9. Memberikan Sebuah Rasa Pencapaian
  10. Mengajarkan Anak Mencapai Tujuan
  11. Sesuatu yang Hebat (Identik dengan sosok Hero)

11 manfaat tersebut tentu saja akan dicapai jika anak berlatih secara rutin dan menjadi kelihaian tersendiri. Penulis mengatakan bahwa pada awalnya mungkin anak akan merasa tidak nyaman, bosan, atau bingung tentang aktivitas memanah. Tetapi, tentu saja orang tua harus bersabar dan mengajak anak untuk bisa merasa senang dengan aktivitas ini. Perlahan, mereka akan bisa merasakan kebahagiaan dan menikmatinya.

Tenang tak mudah berang. Fokus pertanda serius. Berani menunjukkan jati diri. Menang agar berjuang, Coach Defrizal.

Coach Defrizal adalah seorang pelatih panahan dan Presiden Indonesia Archery Schools Program (INASP), mengatakan bahwa ada empat karakter yang bisa dilatih melalui aktivitas memanah pada anak-anak. Artinya aktivitas ini merupakan aktivitas character building yang baik dilakukan.

  • Calm “Tenang”, Ketenangan diperoleh dari pengendalian diri. Seorang pemanah akan bisa memanah dengan baik jika ia tenang terlebih dahulu. Dalam hal ini, seseorang juga belajar untuk tidak mudah untuk reaktif, emosional, sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu.
  • Fokus adalah karakter yang juga dibangun dari aktivitas memanah. Aktivitas memanah ini juga membutuhkan kefokusan dan tidak mudah terganggu dengan hal lainnya. Jika otak memfokuskan pada satu aspek, maka keberhasilan akan dicapai
  • Brave “Berani”. Menarik busur panah tentu saja membutuhkan keberanian. Jika tidak ada keyakinan dan keberanian maka busur tidak akan terlepas dan tidak akan sampai pada titik target.
  • Win “Menang” adalah harapan semua orang. Untuk itu dari aktivitas panahan, kita bisa melatih anak untuk bisa berusaha dan berjuang agar ia bisa mendapatkan apa yang diharapkan sesuai dengan tujuan. Saat melepaskan busur panah tentu saja untuk sampai pada titik yang dituju adalah sesuatu yang diharapkan. Dan saat itulah kemenangan dicapai.

Masing-masing karakter tersebut didetailkan oleh penulis dalam buku, sehingga pembaca dapat mengetahui secara mendetail bagaimana karakter tersebut secara logis dapat tumbuh dan berkembang dalam diri anak-anak. Setelah membaca buku ini pun, mungkin para orang tua akan berpikir tentang aktivitas memanah sebagai ekstrakurikuler tambahan atau les tambahan di sela-sela aktivitas anak lainnya. Banyak orang tua yang mengikutkan anak nya les piano, les aritmatika dsb, dan ketrampilan memanah ini bisa menjadi alternatif apalagi memiliki muatan pendidikan karakter yang tinggi.

Menurut saya buku ini sangat cocok dibaca oleh para orang tua di zaman kekinian yang ingin terus melejitkan potensi dan bakat anak, dengan pendekatan character building. Buku ini juga ditulis dengan bahasa yang ringan dan mudah untuk dibaca, serta terdapat berbagai ilustrasi juga gambar-gambar yang mendukung, sehingga para orang tua dapat menggambarkan bagaimana aktivitas memanah dilakukan oleh anak-anak.

Selain itu, buku ini juga memuat tentang cara praktis belajar memanah dan tak ketinggalan dengan atribut yang harus ada untuk memanah, sehingga bisa mempersiapkan atau mempertimbangkan sebelum aktivitas memanah dilakukan oleh anak-anak.

Buku ini mungkin akan menjadi insipirasi baru bagi orang tua untuk mendidik dan mengembangkan karakter anak. Lebih jauh lagi, mungkin akan menggerakkan para orang tua untuk segera mencari club memanah anak atau belajar memanah bersama anak, demi mendapatkan karakter positif anak sejak dini sebagai bekal di masa depan. Bukankah anak shaleh-shalehah adalah investasi besar orang tua di akhirat kelak?

Informasi mengenai buku | Penulis : Defrizal Siregar dan Yessy Yanita Sari | Penerbit : Gema Insani | Tahun Terbit : Desember 2017 | ISBN : 978-602-250-485-6

 

You may also like

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *