MAKANAN PRAKTIS YANG SEHAT DAN BERGIZI SEIMBANG

Saat lagi males masak-masakan yang ribet, apa sih pilihan makanan kalian? Kalau saya, biasanya sedia nugget di kulkas dan tinggal goreng aja pas lagi laper, disantap dengan nas panas. Dikasih sambel atau saos sedikit dan sayuran mentah semacam sawi atau tomat. Itu aja udah enak banget, hehehe. Karena kalau lagi males masak yang ribet-ribet, makanan instant pasti jadi pilihan. Tapi jangan sampai asal pilih sajian instant, karena belum tentu sehat, halal, dan bergizi.

Untuk pilihan makanan sehat dan cepat penyajiannya saya sendiri memilih So Good. Sudah pasti saya sedia So Good kalau benar-benar sibuk tapi males masak atau beli masakan di luar. Tinggal disimpan di dalam frizer dan suhu yang dingin, So Good ini bisa awet sampai beberapa hari walaupun sebetulnya proses pembuatan So Good sendiri tanpa bahan pengawet. Tentunya Saya pilih So Good karena sebagai makanan yang kaya protein dan bergizi, jelas kehalalannya, dan diproses melalui tahapan yang berkualitas.

Alhamdulillah, 27 Februari saya berkesempatan hadir di acara peluncuran logo terbaru So Good yang dilaksanakan di The Hook, Jakarta Selatan. Acara ini bikin saya semakin percaya pada So Good dan gak salah kalau selama ini menyimpan cadangan di kulkas. Hehehe.

Logo Baru So Good, Komitment Untuk Gizi Sehat Indonesia

Di acara ini hadir Bapak Soegiono, Head of Marketing & New Business Development dari PT So Good Food. Beliau menjelaskan bahwa So Good sendiri punya komitment untuk memberikan dan memastikan gizi masyarakat Indonesia dengan makanan gizi seimbang dan kaya protein. Komitmen ini yang terus menerus ditanamkan hingga hari ini meluncurkan logo barunya.

Bapak Soegiono, Head of Marketing and New Business Development So Good Indonesia, menjelaskan tentang komitmen dan logo baru So Good

Walaupun ada logo baru, tetapi logo lama So Good tetap masih ada terutama logo yang berbentuk kotak dan sentuhan biru tua dan hijau. Lambang tersebut tidak dirubah karena sudah sangat lama dikenal dan diterima masyarakat yang memiliki makna berkualitas dan sangat baik. Saat ini ditambahkan dengan lingkaran berwarna emas yang melambangkan trust. Secara keseluruhan hal ini berarti So Good ingin selalu menjaga kualitas dan terpercaya oleh masyarakat Indonesia.

Logo Baru So Good Indonesia

Dalam logo So Good sendiri ada background berwarna hijau. Warna hijau ini artinya fresh dan natural, yang melambangkan bahwa produk So Good selalu segar dan dinamis dari setiap inovasi yang diciptakan. Nah kalau diperhatikan juga, ada banyak simbol-simbol yang terdapat pada logo baru So Good. Tentunya ini memiliki produk story sendiri yang membuat produk So Good berbeda dari produk-produk lainnya. Beberapa diantaranya adalah :

  • Simbol sumber protein : ayam, daging, ikan, udang, telur
  • Simbol ahli yang menginspirasi : topi chef dan alat masak
  • Simbol rasa puas dan senang, bahagia akan produk So Good : simbol senyum dan jempol

Ya, So Good is very Good. Eh, sebentar. Dulu sering banget lihat di iklan dan tagline So Good adalah So Good is Very Good sambil ada anak kecil makan nugget dengan girangnya hehehe. Tapi sekarang sudah berganti menjadi So Good, Lebih Baik, Lebih Baik So Good.  Kali ini So Good tengah merubah logo dan tagline yang biasanya. Artinya, pergantian logo ini juga punya tujuan untuk memberikan sajian yang lebih baik lagi kepada masyarakat. Selain itu perubahan ini juga menggunakan bahasa Indonesia yang lebih kental karena sebagai bahasa kebanggan, serta menjadi komitment besar untuk gizi masyarakat Indonesia.

Advokasi So Good Untuk Gizi di Masyarakat bersama Japfa Foundation

So Good dalam komitmennya terhadap gizi seimbang masyarakat Indonesia, juga memiliki banyak mitra baik dari pemerintah atau masyarakat. Mitra yang dipilih tentunya adalah mereka yang memiliki kesamaan dengan So Good untuk mengedukasi masyarakat Indonesia soal gizi. Salah satunya adalah dengan Japfa Foundation. Itu lho, kalau di iklan biasanya ada jinglenya “Japp..faaa”. Hehehe

Dalam acara Peluncuran Logo baru So Good juga hadir Bapak Andi Prasetyo sebagai Head of Japfa Foundation. Beliau menjelaskan bahwa Japfa Foundation ini usianya masih 3 tahun. Walaupun masih sangat muda, tapi hapfa memiliki visi untuk mengembangkan anak muda di aspek teknologi pangan, gizi, nutrisi, dan agrikultur. Beliau melihat bahwa Indonesia ini adalah negeri yang kaya akan pangan, tapi sayang jarang sekali anak-anak muda mau terjun langsung ke bidang tersebut, menangani masalah peternakan, atau sumber-sumber pangan lainnya. Padahal, menurutnya anak muda yang mau berkontribusi di bidang tersebut sangatlah hebat dan dibutuhkan, apalagi Industri makanan harusnya memiliki standart kualitas bahan mentah yang unggul.

Untuk itu Japfa memberikan pendidikan pengolahan pangan pada anak-anak muda atau SMK agar mereka memiliki ketrampilan khusus di bidang tersebut. Hal ini juga berkaitan erat dengan kegiatan Japfa Foundation yang lebih kepada aktivitas advokasi dan kolaborasi. Japfa tidak hanya sekedar datang ke daerah dan praktis memberikan mekanan bergizi, tapi juga kepada hal yang lebih suistanable yaitu edukasi dan advokasinya.

Hidup Sehat dengan Makanan Bergizi Seimbang dari So Good

Acara ini sangat spesial ditambah kehadiran Maria Harfanti, sebagai Duta Gizi dari Japfa Foundation. Ia mengajak para blogger dan media yang hadir agar dapat hidup seimbang dan tentunya makan-makanan yang bergizi seimbang. Pola hidup seimbang bisa didapatkan jika kita melaksanakan aktivitas fisik, menjaga berat bada, makan-makanan yang terjaga kualitasnya.

Serunya, Mbak Maria sempat berkunjung ke pabrik So Good yang di Cikupa, Tangerang. Ia meninjau sendiri proses pembuatan nugget dan produk olahan So Good yang sangat ketat Quality Controlnya. Nah, saya sendiri walau tidak hadir langsung di Pabriknya, dapat melihat di Video yang diputar tentang pengalaman mbak Maria disana.

Maria Harfanti, Duta Gizi Japfa Foundation,

Produk So Good sendiri memang terjamin kualitasnya karena tebruat dari ayam pilihan tanpa pengawt, formalin, dan boraks. Dihasilkan dari peternakan yang baik kualitasnya. Prosesnya sendiri, ayam yang sudah diolah digoreng di suhu 165 derajat, lalu di oven di suhu 77,5 derajat, hingga diberkukan di suhu minus 35 derajat. Proses ini bertujuan untuk mengawetkan secara alami tanpa pengawet buatan, dan pastinya mematikan bakteri atau kuman yang ada. Karena tanpa bahan pengawt itulah, produk So Good tentunya tidak akan segar jika disimpan di luar frizer lama-lama.

Oh ya, selain itu produk So Good juga sebelum dipasarkan, dipacking dan di cek melalui metal detector. Sehingga terjamin apakah ada kandungan logam yang menempel atau mengganggu. Sehingga, proses ini menunjukkan aman dan berkualitasnya So Good jika didistribusikan kepada masyarakat.

Hal ini juga didukung oleh Bapak Prof Hardiansyah Ms, PhD yang menjabat sebagai Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa protein hewani sangat penting bagi tubuh karena memiliki fungsi untuk pertumbuhan sel sel organ tubuh, memperbaiki sel yang rusak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu pertumbuhan. Ia juga menyampaikan bahwa So Good sangat baik jika dikonsumsi dengan kaidah gizi seimbang, termasuk untuk anak-anak yang sudah lulus ASI atau MPASI. Hal ini karena beliau juga sudah memeriksa kualitas produk pangan hewani dari So Good.

Dari Kiri – Kanan : Bapak Andi Prasetyo (Head of Japfa Foundation), Bapak Soegiono, Maria Harfanti, dan Bapak Prof Hardinsyah MS PhD (Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia)

Dari acara tersebut saya merasa senang sebagai salah satu konsumen So Good. Memang Produk So Good terpercaya dan saya juga bisa nyaman untuk menikmatinya. Mudah-mudahan produk So Good, bisa selalu terdepan dan baik ya. Kalau kalian, apakah suka makan Nugget dari So Good juga? Produk SO Good Apa sih yang paling kalian suka? Kalau saya paling suka dengan Chicken Katsu dari So Good lhooo…

Chicken Katsu dan Nugget Steak So Good,

Foto-foto Event diambil dari : Timothy – Blogger Perempuan Network

You may also like

7 Comments

  1. Enaknya so good itu rasanya pas di lidah. Selain itu gampang diolah ya mba. Jadi ga perlu repot dan khawtair
    Rasanya yg orijinal gampang diolah jadi apa aja.

    Apalagi kalau so good juga menjamin tanpa pengawet dan borak seperti mba nisa tulis.. jadi pengen nyetok lebih banyak lagi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *