OLAHAN MENU CHICKEN KATSU SO GOOD UNTUK MENU PIRING GIZI SEIMBANG

Pernah bingung nggak setiap hari menu apa yang harus kita masak? Rasanya terkadang bosan atau bingung karena menu itu lagi-itu lagi yang kita masak. Nah, Saat liburan tiba, pilihan untuk mencoba memasak beragam menu baru sekaligus mengaktualisasikan hobby pribadi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Saat hari-hari biasa, pastinya mau percobaan memasak menu baru pasti sulit dan waktunya terbatas.

Tapi tentunya untuk memasak menu-menu baru sebagai bagian dari refreshing juga tidak boleh melupakan prinsip-prinsip menu gizi seimbang. Alih-alih ingin memasak enak, tapi lupa apakah menu tersebut baik untuk tubuh dan apakah akan bermanfaat jika dikonsumsi oleh kita. Untuk itu, di blog post kali ini saya akan coba membagikan tentang pengalaman saya masak menu masak dengan gizi seimbang serta tentang informasi menu gizi seimbang itu sendiri.

Haruskah Memasak dengan Menu Gizi Seimbang?

Menu makan seimbang mungkin sering disepelekan dan dilupakan oleh banyak orang. Dalam kesibukan beraktifitas, terkadang “yang penting makan dan mengisi perut” menjadi habbit yang terus menerus dilakukan. Tapi saya berharap kalian gak begitu ya.

Dari yang saya tahu, menu makan dengan gizi seimbang ini adalah menu makanan yang terdiri dari beranekaragam jenis makanan dalam jumlah dan porsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Menu gizi seimbang ini jelas dibutuhkan karena memang kebutuhan gizi ini untuk memelihara tubuh dan memperbaiki sel tubuh, untuk pertumbuhan dan perkembangan seluruh sistem dalam tubuh.

Salah satu Profesor Teknologi Pangan dari IPB, Bapak Purwiyatno Hariyadi menulis dalam sebuah artikel bahwa orang-orang Indonesia banyak yang masih kurang makan sayur dan buah. Padahal, sayur dan buah adalah sumber serat, vitamin, dan mineral yang tentu sangat dibutuhkan dalam tubuh.Yang justru sering terjadi adalah terlalu berlebih mengkonsumsi karbohidrat yang menjadi pemicu diabetes.

Untuk takarannya sendiri kita bisa mengkomposisikan dengan :

  • 35% panganan sumber karbohidrat (bisa berupa nasi, gandum, kentang, umbi, singkong)
  • 35% sayur (usahakan sayur yang bervariasi dan masih segar, agar vitamin dan mineral tidak hilang)
  • 15% protein (bisa berasal dari hewan dan nabati-tumbuhan seperti kacang-kacangan)
  • 15% buah-buahan.

Keempat takaran ini tentunya sudah dihitung oleh para ahli untuk menjadi takaran yang seimbang. Jika karbohidrat terlalu banyak maka efeknya kita akan mudah mengantuk, penyakit diabetes atau gula, hingga tingginya timbunan energi yang masuk dalam tubuh bisa menjadi penyakit lainnya. Sedangkan jika tanpa sayur dan buah, tentunya tubuh akan kesulitan mencerna asupan karbohidrat dan protein. Sayur dan buah yang kaya serat akan memudahkan pencernaan kita memproses makanan tersebut. Tapi tentu saja, jika karbohidrat kurang efeknya juga bisa pada lemasnya tubuh atau tidak berenergi.

Protein sendiri juga punya manfaat yang sangat besar bagi tubuh, khususnya bagi pertumbuhan sel dan pemeliharaan sel-sel dalam tubuh. Protein juga sangat urgent fungsinya karena ia akan menggantikan jaringan dan sel-sel dalam tubuh yang telah mati dan menggantikannya dengan yang baru. Jika fungsi sistem ini tidak berjalan lancar, biasanya ada kasus lambatnya pertumbuhan, atau mudah sakit karena sel dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik.

Nah, untuk itu menyiapkan menu masakan dengan menu piring gizi seimbang sangat penting sekali. Haruskah memasak dengan menu gizi seimbang? Jawabannya pasti sudah kalian bisa jawab sendiri kan? Sekarang susun menu, yuk Masak! Hehehe.

Pilihan Produk So Good Untuk Melengkapi Kebutuhan Protein dalam Menu Gizi Seimbang

Untuk memenuhi menu piring gizi seimbang, protein adalah salah satu zat yang sangat penting untuk bisa dipenuhi oleh tubuh khususnya untuk memperbaiki fungsi sel, hormon dalam tubuh kita. Pilihan protein sebetulnya bisa kita konsumsi dari hewani atau nabati yang diolah. Namun, terkadang rasa bosan terhadap pilihan protein yang setiap hari kita konsumsi membuat kita jadi bingung memilih jenisnya. Alhamdulillahnya, produk-produk dari So Good memenuhi pilihan protein masyarakat Indonesia dengan kualitas yang tidak perlu ditanyakan kembali.

Jujur, sudah lama jika membeli produk olahan seperti nugget saya selalu memilih So Good. Apalagi setelah saya tahu bahwa ternyata produk So Good diolah tanpa bahan pengawet, dibuat dengan sistem yang ketat dan berkualitas. Tahu sendiri kan, zaman sekarang ini kecurangan terhadap jual beli sering terjadi. Misal saja ayam-ayam yang sering disuntik hormon tambahan yang jika kita makan pastinya akan perlahan merusak sistem hormon di dalam tubuh kita sendiri. Walaupun mengandung protein hewani, tetapi jika sudah terkontaminasi dengan zat kimia tambahan tentu saja menjadi tidak baik dan tidak sehat bagi tubuh. Senangnya bahwa So Good tidak melakukan hal tersebut karena berasal dari perternakan sendiri yang dikawal ketat proses ternaknya.

Produk So Good sendiri memang terjamin kualitasnya karena terbuat dari ayam pilihan tanpa pengawet, formalin, dan boraks. Dihasilkan dari peternakan yang baik kualitasnya. Prosesnya sendiri, ayam yang sudah diolah digoreng di suhu 165 derajat, lalu di oven di suhu 77,5 derajat, hingga diberkukan di suhu minus 35 derajat. Proses ini bertujuan untuk mengawetkan secara alami tanpa pengawet buatan, dan pastinya mematikan bakteri atau kuman yang ada. Karena tanpa bahan pengawt itulah, produk So Good tentunya tidak akan segar jika disimpan di luar frizer lama-lama.

Oh ya, selain itu produk So Good juga sebelum dipasarkan, dipacking dan di cek melalui metal detector. Sehingga terjamin apakah ada kandungan logam yang menempel atau mengganggu. Sehingga, proses ini menunjukkan aman dan berkualitasnya So Good jika didistribusikan kepada masyarakat. Ditambah lagi produk-produk So Good juga sudah terjamin kehalalannya dan juga memenuhi standar produk makanan yang layak untuk edar.

Mashed Potatoes, Cah Brokoli, dan Chicken Katsu SO Good

Akhir-akhir ini, saya malas untuk mengkonsumsi nasi. Selain karena bosan, terkadang ingin menu baru yang lebih variatif selain nasi. Sumber-sumber karbohidrat sendiri juga ada banyak sekali, selain dari nasi. Misalnya saja jagung, kentang, ubi-ubian, singkong, dsb. Nah untuk menu ini saya mengganti nasi sebagai karbohidrat dengan kentang. Kentang yang saya jadikan sebagai sumber karbo saya jadikan sebagai mashed potatoes dengan tambahan jamur sebagai seratnya. Sedangkan sumber protein saya memilih chicken katsu dari So Good serta sayuran segar dari Cah Brokoli. Oya, tidak lupa sajian buah yaitu buah manggis.

Produk Chicken Katsu dari So Good ini adalah produk favorit saya. Sebelumnya saya juga pernah memasaknya dan bisa dilihat di post berikut. Chicken Katsu ini rasanya pas, tidak terlalu asin tapi terasa ada tekstur creamy dan lembutnya. Sehingga, saya pikir chicken katsu ini cocok jika saya kombinasikan dengan mashed potatoes.

Bahan-Bahan Dasar Menu Masakan

 

  1. Kentang 2 Butir
  2. Jamur Kuping 200 gram
  3. Susu Murni (Secukupnya, yang penting bisa sedikit creamy)
  4. Bawang Putih (sesuai selera)
  5. Bawang Daun (sesuai selera)
  6. Bawang Bombay (sesuai selera)
  7. Cabai Merah (sesuai selera)
  8. Brokoli 2 Buah
  9. Chicken Katsu So Good
  10. Gula
  11. Garam
  12. Merica/Lada
  13. Minyak

Cara Membuat Mashed Potatoes

  1. Panaskan Air, setelah cukup mendidih masukan kentang yang sudah dipotong-potong
  2. Biarkan sampai kentang cukup lembek, teksturnya sudah tidak keras lagi
  3. Setelah kentang matang dan lembek, saring dan tiriskan
  4. Setelah ditiriskan, tumbuk kentang menjadi halus
  5. Masukkan susu murni secukupnya (setengah gelas belimbing cukup) ke dalam panci
  6. Masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan
  7. Masukkan bawang daun yang sudah dipotong kecil
  8. Masukkan gula, garam, dan lada
  9. Aduk rata semua bahan tersebut, lalu masukkan kentang yang sudah ditumbuk ke dalam panci
  10. Masukkan juga potongan jamur putih yang sudah dibersihkan ke dalam campuran masakan
  11. Aduk semua bahan tersebut hingga tekstur kentang dan susu telah mengental dan lebih creamy
  12. Setelah mengental dan semua bahan tercampur, tiriskan dan pindahkan mashed potatoes ke atas piring

Cara Membuat Cah Brokoli

  1. Bersihkan Brokoli dan Potong-Potong menjadi kecil
  2. Panaskan satu sendok minyak ke dalam teflon lalu masukkan bawang putih dan cabai merah
  3. Masukkan Brokoli dan tumis bersama bawang putih dan cabai yang sudah harum
  4. Masukkan sedikit air untuk melunakkan tekstur brokoli
  5. Masukkan gula, garam, dan lada secukupnya saja
  6. Agar lebih segar, jangan terlalu lama memasak sayurnya, matikan kompor saat sudah mulai sedikit matang dan tekstur masih sedikit “kriuk”
  7. Aduk rata lalu pindahkan ke piring bersamaan dengan mashed potatoes yang sudah matang

Jangan lupa untuk goreng Chicken Katsu So Good, dan masak tidak lebih dari 3 menit. Karena pada dasarnya produk SO Good ini sebetulnya sudah matang dan higienis. Tinggal kita olah dan hangatkan saja. Simpan chicken katsu di piring bersamaan dengan mashed potatoes dan brokoli. Dan, selesai semuanya siap untuk dinikmati.

 

Ini menu piring gizi seimbang saya, yang terdiri dari : 35% Sayuran berasal dari Brokoli, Jamur Kuping | 15% Buah-Buahan dari Manggis | 35% Karbohidrat dari Mashed Potatoes | 15% Protein dari Chicken Katsu So Good. Sudah seimbang kan?

Nah saya sudah share menu masak saya kemarin saat liburan dengan memperhatikan menu gizi seimbang. Bagaimana dengan kamu? Mulai sekarang jangan lupa olah masakan kita dengan prinisp menu gizi seimbang ya. Jangan lupa juga selalu gunakan protein hewani dari So Good untuk melengkapi kebutuhan gizi sehari-hari.

You may also like

25 Comments

  1. Mbak…aku ngiler lihat mashed potatonya. Duhhh blom sarapan lagi.
    Eh gara-gara kebanyakan baca Menu Gizi Seimbang ini aku jadi nyetok So Good di kulkas. Enak dan praktis buat kalau lagi malas.

  2. Enak banget mbak keliatannya menunya, jd pengen. DUlu sering bikin mashed potato jg, tapi enak pakai kentang yg gede2 itu ketimbang kentang di tukang sayur hehe 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *