PENGALAMAN MENGINAP SEMALAM DI THE JOURNEY HOTEL YOGYAKARTA

Kapan lagi ya bisa Menginap di The Journey Hotel Yogyakarta?

Keinginan saya untuk kembali ke Yogya setelah bulan Januari kesana, akhirnya bisa terkabul berkat tugas dari kantor yang mengharuskan saya berangkat kesana. Senang sekali rasanya bisa kembali ke kota ini. Entah kenapa, selalu ada perasaan rindu dan ingin berlama-lama disini. Alhamdulillah, kedatangan di Yogya kali ini bisa lebih lama yaitu sekitar 3 hari. Walaupun tidak full di pusat kota, tapi pengalaman kembali ke kota ini patut saya syukuri deh.

Salah satu hal yang saya persiapkan untuk ke Yogya pastinya adalah soal penginapan, tapi yang sesuai budget. Hehehe. Bersyukurnya, di Yogya itu masih banyak hotel yang masuk budget saya dengan kualitas yang oke punya dan fasilitas yang lumayan lah. Salah satunya adalah hotel yang saya pilih untuk menginap semalam saat hari kedua Idul Adha 2018, The Journey Hotel Yogyakarta.

Lobi The Journey Hotel Yogyakarta yang unik dan mengusung design moderen art

Awal kali mengetahui hotel ini, saya searching melalui google tentang hotel-hotel yang recommended di Yogya dari para blogger. Salah satunya yang cukup membuat saya tertarik adalah The Journey Hotel ini yang direview oleh blog-nya Eat Well Sleep Good. Setelah membaca pengalamannya menginap disana, saya pun tertarik karena kenyamanan hotel dan lokasi yang juga cukup strategis, berada di tengah kota dan dekat dengan alun-alun kidul Yogyakarta. Jadi mau kemana-mana bisa deket.

Biasanya, saat mencari hotel saya menomer satukan dulu kualitas dan varian breakfast menu di hotel tersebut. Tapi saya ingin mencari suasana yang berbeda dan pengalaman berbeda, sehingga sampailah memilih hotel ini. Walaupun dari awal saya tahu bahwa menu breakfast di hotel ini sedikit dan hanya ada beberapa pilihan saja, tapi tidak apa-lah. Toh di Yogya banyak kuliner dan dekat hotel juga sudah pusatnya kuliner,  jadi bisa jajan-jajan di tempat lainnya.

Salah satu spot di Loby Hotel

Design Interior hotel ini punya konsep Wooden Simple. Jadi hampir semua ruangan dan sudut-sudut hotel terbuat dari furniture kayu dengan warna alami, putih, dan terkesan moderen. Begitu masuk kita bisa melihat bahwa hotel ini adalah hotel baru yang tidak terlalu besar, namun cukup instagramable kalau mau buat foto-foto. Makanya, waktu sampai kamar saya baru tahu setelah melihat brosurnya bahwa cukup banyak blogger dan influencer yang pernah menginap disini atau bahkan menjadikan hotel ini sebagai spot foto para selebgram.

Karena saya menginap bersama teman saya, untuk lebih lega dan nyaman saya pun memesan kamar dengan twin bed. Sprei dan selimut yang ada di kamar pun semuanya putih. Jadi rasanya design earthy tone ini benar-benar terlihat di kamar. Bawaannya tenang, nyaman, dan pastinya bikin betah sih. Yang menarik, ubin-ubin di hotel ini juga menggunakan ubin motif yang unik. Tidak hanya di ruang lobi ataupun kamar, tapi di kamar mandi pun juga menggunakan aksen ubin motif biru putih yang moderen tapi tetep classy.

Twin bedroom di The Journey Hotel Yogyakarta

Untuk fasilitas kamar mandi sendiri ada toilettries dan air panas yang panasnya beneran panas. Hehehe. Tapi kamar mandi di The Journey Hotel sendiri tidak dipisahkan antara tempat basah dan kering. Jadi setelah mandi biasanya agak becek-becekan gitu. Tapi tetep bersih dan segar sih. Apalagi kalau pagi, sinar matahari pasti masuk ke kamar mandi. Dibawah showernya juga ada bebatuan putih gitu. Jadi sambil mandi bisa sambil ala-ala terapi di batu hehehe.

Kamar Mandi di Kamar Hotel

Karena setelah lelah seharian kerja, saya pun berleha-leha dulu jam 11 malam untuk melihat TV. TV di hotel ini sudah menggunakan layanan TV Cable dan cukup lengkap varian channelnya. Saking capeknya, tidak terasa saya pun tertidur sampai pagi dengan TV masih menyala. Hehehe.

Oya, di ruang kamar hotel ini juga terdapat satu meja gantung yang panjang nya lumayan dan kursi dengan bantalan yang empuk. Jadi kalau ingin mencari inspirasi, membuat tulisan, baca buku, dan lain-lain kita bisa enak banget duduk disana. Buka laptop sambil menulis ria. Lampu penerangannya juga cukup terang, tinggal diatur untuk tidur, baca, atau mau beraktivitas lainnya.

Saat saya menginap disana, saya membayar Rp315.000,00 untuk 1 kamar sudah termasuk dengan sarapan yang saya pesan melalui Traveloka. Jadi sarapan disini, bisa kita request mau jam berapa dan diantar langsung ke kamar. Memang hotel ini tidak punya restoran dan menunya juga terbatas. Wajar saja, karena memang hotel ini tidak begitu besar dan cenderung sempit lahannya. Begitu saya datang dan check in, pegawai hotel pun langsung menyodorkan pilihan menu sarapan yaitu : Nasi Goreng, Nasi Ayam, dan Roti Bakar. Saya pun memilih Nasi Goreng dan teman saya memilih Roti Bakar untuk diantar ke kamar pukul 06.00 pagi.

Nasi Goreng untuk Sarapan di pukul 06.00 sesuai request saya pada hotel
Roti bakar dan yakult pesanan teman sekamar saya

Ternyata, pukul 06.00 pelayan hotel sudah mengetuk kamar dan memberikan sarapan. Saya dan teman saya yang masih ngantuk pun lupa kalau pesan sarapan pukul 06.00. Tapi ini jadi bikin semangat bangun karena ada wangi makanan sarapan yang sudah menunggu ditambah teh manis panas di mug yang lucu.

Berada di hotel ini pastinya bikin betah. Walaupun ada di pusat kota, tapi tetap hening karena hotel ini agak sedikit masuk ke jalanan kecil terlebih dahulu dan berada di semacam kompleks hotel lainnya. Dan di setiap sudut hotel semuanya bisa jadi spot foto yang bagus dan kayaknya gak akan ada habis-habisnya kalau ingin berfoto disini.

Salah satu sudut kamar dekat jendela
Konsep mural yang unik ada di lantai-2 menuju kamar hotel

So far, pengalaman menginap di The Journey Hotel Yogyakarta cukup berkesan dan menyenangkan. Kalau ada kesempatan kembali ke Yogya, saya akan kembali ke hotel ini. Oh ya, di kamar hotel juga disediakan semacam questioner untuk menilai hotel. Saya memberikan saran pada manajemen hotel ini agar lebih banyak lagi variasi sarapannya dan kalau bisa ada restoran nya sekalian juga dong. Hehehe.

You may also like

13 Comments

  1. Sekarang memang lagi zaman Boutique Hotel seperti ini ya mba. Konsepnya simple tapi artsy. Tapi, tiap ke Jogya aku belum pernah cobain hotel lain selain Hotel Tentrem karena udh pas di hati hehe.

  2. Itu perabotannya dari kayu pallet ya kayaknya, lucu deh,saya pengen nanti punya rumah dengan warna-warna kayu gitu, rasanya kayak rumah nenek di kampung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *