Pengumuman Pemenang Lomba Kreasi Masak Ramadhan So Good

Ramadan lalu, timeline Instagram dan Facebook saya sepertinya penuh sekali dengan beragam foto dan video masak dari para ibu-ibu Indonesia. Resepnya beragam dan sangat kreatif sekali karena banyak makanan olahan khas tradisional Indonesia yand disulap lebih menarik. Saya pun tertarik mengikuti keramaian tersebut dan ternyata So Good sedang mengadakan Lomba Kreasi Masak Ramadhan dari ayam potong dan produk olahannya.

Continue Reading

Serba-Serbi Proses Penerbitan di Majalah Ummi Cetak dan Online

Assalammualaikum Wr Wb.

Teman-teman, ada yang tau Majalah Ummi? Majalah Ummi sudah 28 tahun berdiri dan tetap eksis sebagai Majalah Wanita yang bernafaskan islami. Tidak mudah lho sebuah majalah bertahan di era digital yang serba online saat ini.

Alhamdulillah, Selasa, 21 Maret 2017 yang lalu, saya bersama Blogger Muslimah berkunjung ke kantor Majalah Ummi di bilangan Utang Kayu, Jakarta Timur, untuk  belajar bersama dengan redaksi dan tim disana. Kunjungan ini bagian dari program edukasi untuk yang tergabung di Blogger Muslimah. Mbak Novia Syahidah yang merupakan founder dari Blogger Muslimah juga ikut hadir dan ikut berdiskusi bersama.

Saya bersama Uni Novia Syahidah, Founder Blogger Muslimah

Begitu tau ada program edukasi ini, saya langsung mendaftar dan nggak mau ketinggalan ya. Secara, majalah Ummi adalah salah satu majalah yang saya sukai karena konten-nya yang bergizi dan berkualitas untuk para muslimah. Sejak SMP, saya juga sering baca majalah Annida, yang sudah seperti anaknya Majalah Ummi.

Bersama Blogger Muslimah di Kantor Majalah Ummi

Selain itu, saya pun memang sangat tertarik dengan dunia tulis menulis, jurnalistik, khususnya yang berkaitan dengan islam dan kemuslimahan. Saya juga pernah mencoba untuk mengirimkan tulisan di Majalah Ummi yang memiliki versi online (ummi-online) dan dipublish hingga belasan ribu pembaca.

Akhirnya, semakin penasaran dong, gimana sih proses penerbitan sebuah majalah dan juga pembuatan content online oleh Ummi?

Tentang Majalah Ummi?

Pada awalnya, Majalah Ummi ini dirintis dan dibentuk oleh para aktivis dakwah kampus yang notabene anggotanya adalah para lelaki. Tetapi, setelah berlanjut dan semakin berkembang, lalu masuklah para wanita dan bergabung di majalah Ummi. Dan hingga kini justru para muslimah lah yang mendominasi sebagai tim dari Majalah Ummi.

Untuk Tim di Majalah Ummi sendiri terdiri dari 3 bagian besar yaitu Pimpinan Redaksi (Pimred), Tim Cetak, dan Tim Online. Masing-masing tim rata-rata berisi 5 orang. Walaupun jumlah tim yang minimalis, hebatnya Ummi bisa bertahan dan tetap eksis hingga kini.

Apa yang Membuat Majalah Ummi Tetap Eksis?

Mbak Geumala sebagai pemimpin Redaksi di Ummi menjelaskan bahwa Ummi bisa bertahan karena value yang dipertahankan secara konsisten. Majalah Ummi memiliki semangat untuk berdakwah dan membangun amal jariah lewat media dan tulisan. Nilai-nilai ini pula yang selalu ditanamkan dalam tim dan berusaha agar integral di para personalnya.

Mbak Geumala, Pimpinan Redaksi Ummi, Sambil menjelaskan salah satu program Wakaf Al-Quran dari Majalah Ummi.

Dengan value yang tetap konsisten itulah, Ummi tetap bisa mempertahankan pasarnya dan tidak khawatir kehilangan mereka, karena pembaca Ummi tetap setia dengan Ummi.

Menurut Mbak Mala sendiri, jika dikonversi, 1 majalah Ummi bisa dibaca oleh 5 orang. Untuk itu, Ummi masih tetap eksis di dunia media, khususnya media cetak. Keren kan ya?

Proses Penerbitan Majalah di Ummi

Selama ini saya sering kali menulis hanya di blog. Prosesnya simpel, menulis, memilih gambar, dan upload. Tapi bagaimana dengan proses penerbitan sebuah majalah?

Untuk penerbitan sebuah majalah, hal yang cukup penting dan membutuhkan cukup waktu adalah pembuatan Cover. Pembuatan cover di majalah, tentu bukan hanya persoalan foto-foto dan desain sampul saja melainkan juga ada profil atau cover story yang harus dituangkan.

Dalam pemilihan model cover di Majalah Ummi, tim dan redaksi selalu memilih mereka yang memiliki profile bagus, inspiratif, islami, berhijab, dan tidak ada gosip atau hal pro kontra di masyarakat. Yang jelas karena Majalah Ummi bukan majalah Gossip ya, hehehe, untuk itu majalah Ummi mengedepankan hal yang inspiratif dan membawa hikmah bagi pembacanya.

Sebelum menetapkan cover story, tim majalah Ummi mengadakan rapat terlebih dahulu untuk menentukan model covernya. Setelah ditentukan, barulah tim majalah Ummi menghubungi model cover dan memastikan schedule yang tepat untuk wawancara sekaligus pemotretan.

Mbak Ami, Editor di Ummi Cetak, Sedang menjelaskan proses penerbitan Majalah Ummi setiap bulannya

Untuk proses pembuatan cover ini, tim majalah Ummi benar-benar bekerja secara efektif dan efisien.

Proses pemotretan dilakukan di rumah model atau tokoh, sehingga tim Ummi sendiri yang mendatangi rumah mereka. Sambil melakukan proses pemotretan sekaligus juga dilakukan wawancara. Bahkan tim Ummi juga membawa tim make up sendiri untuk model. Jadi proses yang memakan waktu hampir 3 jam tersebut, tentu menjadi proses yang padat.

Karena deadline majalah ummi berhenti di tangal 15-20 setiap bulannya, maka proses pembuatan cover ini harus selesai sebelum atau tepat pada tanggal tersebut. Proses ini tentunya harus melewati proses design dan cetak. Tentunya setelah cetak, juga membutuhkan proses review dan revisi jika ada kesalahan penulisan atau kekurangan pada hal-hal lainnya.

Setelah selesai keseluruhan prosesnya barulah Majalah Ummi siap beredar. Sahabat Muslimah bisa mendapatkan Majalah Ummi salah satunya di Gramedia, Agen Majalah Ummi, atau bisa langsung contact ke kantor Ummi untuk bisa memesannya.

Membuat Tulisan yang Menarik di Majalah Ummi

Untuk sebuat tulisan yang akan terbit di Majalah Ummi tentu syaratnya harus lulus dari editor terlebih dahulu. Mbak Ami, adalah editor di Majalah Ummi. Agar tulisan yang masuk dan kita kirim bisa diterbitkan, tentunya harus lolos proses edit dari Mbak Ami ya. Hehehe.

Beberapa hal yang sangat penting untuk bisa terbit adalah persoalan Tema, Judul, dan EYD. Untuk tema, tentunya penulis harus menyesuaikan dengan rubrik-rubrik yang ada di Majalah Ummi. Sedangkan untuk Judul, maka tim Editor Ummi akan memilih judul yang menarik, memancing keingintahuan pembaca, dan tidak terlalu panjang. Judul di Majalah, menurut Mbak Ami berbeda dengan di Online. Judul di Majalah harus bisa singkat, padat, dan jelas.

Salah satu rubrik di Majalah Ummi (cetak)

Selain ada penulis atau kontributor tetap yang menulis di Majalah Ummi, muslimah lainnya juga bisa ikut menulis di Majalah Ummi. Untuk setiap tulisan yang berhasil diterbitkan ada fee tersendiri berkisah 200-400 ribu, bergantung kepada kualitas tulisan tentunya.

Menulis di majalah juga berbeda dengan menulis di media online. Tulisan di majalah tentunya lebih menantang karena isinya biasanya lebih berbobot dan panjang (kurang lebih 2500 karakter).

Untuk teman-teman yang ingin mencoba menulis di majalah Ummi, tim Majalah Ummi membocorkan sedikit rahasianya. Salah satu rubrik yang sedikit kontributornya adalah di Rubrik Nuansa Wanita. Di rubrik lainnya, tentu harus berlomba-lomba dengan para kontributor lainnya karena pastinya banyak penulis yang bagus-bagus dan berpengalaman.

Yuk coba menulis di Majalah Ummi.

Cara Mempublish Tulisan Menarik di Ummi Online

Selain memiliki media cetak yang tebit satu bulan sekali, Ummi juga memiliki media online. Setelah 3 bulan, biasanya artikel yang ada di majalah cetak akan diterbitkan juga di Ummi-Online. Ummi-online ini dimulai pada Oktober 2014 dengan pembaca 1,2 juta hingga 1,5 juta tiap bulannya.

Mbak Sinta, Penanggung jawab Ummi-Online

Mbak Sinta, selaku penanggung jawab Ummi-Online menyampaikan bahwa setiap 30 menit sekali Ummi-Online selalu update tulisan baru dan disebar di sosial media (Facebook dan Instagram). Postingan ini harus selalu update dan jika telat akan mempengaruhi traffic ummi-online itu sendiri.

Untuk penulisan di Ummi-Online itu mudah kok. Kita bisa menulis dengan topik dengan rubrik-rubrik yang sudah tersedia di websiSte ummi-online dan minimal sebanyak 5 paragaraf. Kontributor bisa memilih untuk menulis di Dashboard yang disediakan di website atau bisa mengirimkan file nya di sahabat.ummi@gmail.com

Ada tips dari Mbak Sinta agar tulisan kita bisa menarik dan ditayangkan di Ummi-Online.

  1. Judul lebih Panjang (dibandig di Cetak), misalnya : Ciri-Ciri Wanita yang Tidak Siap Untuk Menikah
  2. Tulisan berupa tips lebih disukai
  3. Dalam judul terdapat angka, misalnya : 7 Cara Mendidik Anak Ala Working Mom
  4. Judul atau Tema yang sesuai trend atau sedang Hits
  5. Tema yang dekat dengan keseharian dan menjadi masalah pada umumnya

Bagi muslimah yang ingin menulis salah satunya bisa menulis 3 topik dibawah ini, apalagi jika tulisan kita ingin dibaca oleh banyak orang. Ada 3 hal yang menjadi tema favorit di ummi-online yaitu,

  1. Tema Tentang Pasangan Suami Istri atau Jodoh
  2. Masalah Parenting
  3. Pembahasan Hadist dan Al-Quran

Dari tips dan trik dari Mbak Sinta, rasanya ingin kembali rajin-rajin menulis media online dan cetak publik. Tetapi, yang jelas harus menyesuaikan juga dengan mengatur waktu menulis di blog sendiri.

Walaupun begitu, menulis di media publik ada yang berbeda dan kepuasan tersendiri ketika tulisan kita dibaca oleh orang banyak, apalagi ummi-online telah memiliki pembaca setia yang banyak dan peluang tulisan kita menembus angka ratusan ribu sangat tinggi.

Selamat Menulis ya Muslimah. Semoga Kita bisa merajut amalan terbaik kita lewat tulisan-tulisan yang produktif dan menginspirasi. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Wassalam.

Continue Reading