5 Hal Wajib yang Harus Ada dalam Resolusi Muslimah

Assalammualaikum,

Semoga postingan ini tidak terlambat ya. Berhubung masih dalam awal tahun, saya ingin coba sedikit membahas tentang Resolusi. Resolusi ini, lazimnya dibuat di awal tahun sebagai semangat baru dan penysunan tujuan atau impian yang ingin dicapai selama tahun selanjutnya.

Sebetulnya, Resolusi bisa dilakukan kapanpun. Tidak harus menunggu tahun baru. Hanya saja, banyak orang yang melakukannya di awal tahun masehi dan patokan umum tahun yang berlaku adalah menggunakan tahun masehi.

Di awal tahun masehi ini biasanya jadi patokan waktu untuk para perusahaan melakukan evaluasi, tutup buku, melakukan pengaturan ulang manajemen, dan lain sebagainya.

Untuk itu, kita pun bisa melakukannya untuk diri kita sendiri.  Yuk, mari kita buat Resolusi!

Nah, sebelum membuat Resolusi ada baiknya kita mengetahui hal-hal apa saja ya yang harus kita rencanakan? Biasanya (karena saking semangatnya) ada banyak hal yang ingin kita rencanakan dan gapai di tahun yang baru ini.

Sebagai muslimah, tentunya, ada hal-hal yang juga perlu kita evaluasi dan buat resolusinya. Hal-hal ini yang mungkin wajib ada bagi Resolusi kita, sebagai muslimah.

Yuk, check it out!

Akhlak dan Ibadah

Sebagai seorang muslimah menjaga akhlak dan ibadah pastinya adalah nomor satu. Masalah agama adalah dasar dalam hidup seorang muslimah. Terkadang hal ini sering terlalaikan.

Banyak resolusi yang mungkin kita buat. Ingin membeli ini, membeli itu, mencapai ini, mencapai itu. Tetapi, jangan lupa akhlak dan ibadah kita juga perlu ditingkatkan ya! Memang tidak mudah merubah akhlak dan memperbaiki ibadah. Tapi, efeknya jangka panjang (Dunia dan Akhirat).

Resolusi akhlak dan ibadah ini misalnya ingin membentuk kebiasaan bangun subuh lebih pagi, menamatkan atau menghatamkan Al-Quran, membaca 12 buku Islam dalam setahun, rutin mengikuti kajian islam seminggu sekali, meningkatkan infaq atau bantuan sosial lebih besar dan lain sebagainya.

Oke Muslimah, Segera catat bagian ini ya, agar menjadi catatan pertama di Resolusimu!

Keluarga

Keluarga juga jadi bagian penting bagi muslimah. Apalagi seorang wanita nantinya juga peran penting sebagai ibu dan sebagai istri dalam keluarga. Tentu ini menjadi peran tersendiri bagi muslimah.

Masalah keluarga tidak harus yang selalu sudah menikah yah. Yang belum menikah pun pasti juga memiliki keluarga. Hehehe.

Bagi yang belum menikah mungkin ingin membuat resolusi untuk mencari jodohnya, mempersiapkan pernikahannya, atau mulai berkenalan dengan calon keluarga barunya? Itu semua tergantung kondisi ya. Bisa juga mulai belajar mengenai manajemen keluarga, pendidikan anak, dan lain sebagainya.

Nah, bagi yang sudah menikah apalagi memiliki anak, tentu hal ini juga yang harus masuk dalam resolusi. Apa yang ingin dicapai dan lebih baik sebagai seorang istri atau ibu?

Karir – Pekerjaan

Karir bukan hanya pekerjaan. Apalagi sekedar mencari penghasilan. Karir juga bagian dari ibadah, kalau memang diniatkan untuk ibadah. Supaya karir kita tidak stagnan dan jalan di tempat, maka itu butuh resolusi.

Oya, bagi saya pribadi karir bukan sekedar kerja di kantoran ataupun di company tertentu ya. Sebagai blogger, penulis lepas, sebagai traveller, memiliki bisnis dan usaha online, tentu jadi pekerjaan dan karir tersendiri. Tentunya sesuatu yang kecil jika dilakukan secara ulet, pasti akan semakin meningkat dan menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Nah, jangan lupa untuk memasukkan hal ini dalam Resolusi kamu ya, Muslimah!

Peningkatan Diri

Saya yakin, bahwa setiap manusia pasti memiliki banyak kelebihan dan itu tidak hanya satu aspek atau bidang saja. Kelebihan tersebut jika dikembangkan dan terus ditingkatkan pasti akan memberikan banyak manfaat.

Apa kelebihan diri yang ingin ditingkatkan? Bisa check apa hobby, kebiasaan, atau keahlian yang jarang kita expose. Jika belum optimal dan sering teraktuskan, bisa mencoba untuk meningkatkannya di tahun ini.

Saya pribadi, ingin meningkatkan diri saya dalam hal menulis. Salah satunya adalah dengan menulis di blog saya pribadi. Di tahun ini saya ingin lebih banyak memposting tulisan minimal-nya satu minggu ada 3 tulisan yang saya upload. Selain itu berkumpul dan mulai mengikuti acara-acara blogger adalah resolusi tahun ini!

So, Bagaimana dengan Kamu? Apa peningkatan diri yang ingin kamu capai?

Kebermanfaatan Untuk Sosial

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya”

Saya selalu ingat hadist tersebut. Terkadang ini menjadi cerminan bagi saya sendiri, dari sekian yang ingin saya capai adakah dampak dan manfaatnya untuk orang lain? Jangan-jangan hanya memikirkan diri sendiri saja.

Nah, supaya resolusi lebih berisi dan bersemangat, jangan lupa untuk senantiasa mencari apa kebermanfaatannya ya! Sebagai manusia, tanggung jawab kita bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang banyak. Apalagi sebagai umat islam, memberikan manfaat bagi ummat, menabur kebaikan, adalah menjadi bagian dari kewajiban.

Tahun 2017, kita harus lebih banyak menebar manfaat dan kebaikan ya Muslimah.

Ya, itulah 5 hal yang harus kita masukkan dalam resolusi kita ya. Sebelum merencanakan dan membuat resolusi akan hal-hal lainnya, put its first yes!

And last, walaupun Resolusi sudah kita buat kembali lagi bahwa manusia hanya bisa merencanakan dan berikhtiar sekuat mungkin. Apa yang kita rencanakan dan ikhtiarkan kadang tidak sempurna dengan mempertimbangkan semua variabel. Untuk itu, jadikan Resolusi kita menjadi pelecut semangat dan terus evaluasi setiap waktunya. 

Semangat ya Muslimah! 🙂

Continue Reading

Ibu, Nikmat Allah Sepanjang Hidup

Selamat Hari Ibu!

Ah, ucapan itu tak sebanding dengan apa yang telah aku dapatkan dari seorang ibu. Bukan hanya sekedar ucapan belaka tentunya yang diharapkan seorang ibu. Doa tulus ikhlas dan anaknya menjadi anak shaleh yang memberikan banyak manfaat untuk orang lain melebihi dari sekedar ucapan Hari Ibu tersebut. Entahlah, pastinya saya sendiri tidak dapat membalas jasa-jasanya. Ibu seperti tangan panjang dari segala nikmat yang Allah berikan.

Ibu saya orang biasa. Tapi kerja keras dan apa yang dia lakukan untuk anak-anaknya adalah luar biasa. Saya dan adik selalu berusaha mengikuti nasihat ibu, walaupun kadang kami sering sekali melawan dan menjawab apa yang ibu nasihatkan. Sudah besar, baru kami sadar bahwa tidak ada satupun apa yang ia sampaikan, yang kadang saya sebut sebagai omelan, adalah sia-sia.

Saya tak bisa membayangkan jika tanpa seorang ibu, seperti ibu saya, akankah saya bisa seperti sekarang ini? Bukan hanya sebagai ibu, ibu saya adalah guru pertama dan terakhir dalam hidup saya. Entah harus apa saya menyebutkannya, tetapi saya ingin menjadi seorang Ibu yang kelak seperti ibu saya, bahkan lebih baik lagi.

Ada 5 hal ini dari jutaan dan jasa-jasa ibu yang tak kan pernah terhitung. Inilah nikmah dan berkah dari Allah yang disampaikan-Nya melalui tangan Ibu untuk Saya.

Mengenal Agama dan Nilai Kehidupan

Sungguh beruntung diri saya. Inilah nikmat yang tidak akan pernah tergantikan oleh apapun. Sejak kecil ibu selalu mengenalkan agama dan nilai-nilai moral dalam diri saya. Walaupun dia bekerja, ia mengikutsertakan anaknya untuk ikut kegiatan TPA, memanggilkan guru ngaji ke rumah. Di sela-sela kesibukan bekerja ibu saya selalu mengajak untuk shalat berjamaah dan berdoa bersama.

Begitu kental hal tersebut ditanamkan ibu mulai saya kecil. Saya tidak dapat membayangkan andai sejak kecil ibu tidak pernah mengajarkan hal tersebut pada saya, entah jadi apakah saya? Begitupun ketika sebelum tidur, ibu selalu bercerita dan mengisahkan berbagai hal tentang Tuhan, Akhirat, Dosa dan Pahala, takut jika berbuat salah, dan lain sebagainya. Jika tidak sempat, ia membelikan saya berbagai buku dan juga mainan islami yang bisa saya gunakan bersama Adik.

Banyak saya dapatkan pengetahuan agama dari berbagai ustad atau guru lain, tapi tanpa adanya pendidikan dan dorongan pertama dari ibu, mungkin belum tentu secepat itu saya ingin mendalami agama dan menjalankannya dalam kehidupan.

Mengatur Kehidupan Rumah Tangga dan Anak-Anak

Sejak saya lahir, ibu saya adalah seorang wanita yang berkarir, bekerja di bagian keuangan sebuah perusahaan busana. Jarak rumah ke kantor menempuh hampir 2 jam, untungnya ada jemputan yang bisa menjemput di tempat terdekat. Pukul 07.00 ibu harus sudah berangkat, saya pun ditinggal bersama nenek dan tante. Menjelang magrib ibu sudah pulang.

Pagi-pagi sekali pukul 03.00 setelah tahajud ibu sudah bangun. Setelah tahajud ia biasanya langsung menyiapkan masakan untuk sarapan anak-anak dan bekal ke sekolah. Jam 06.00 pagi terkadang harus bersama-sama anak-anak mengantar ke sekolah dan juga berangkat bekerja.

Pulang di rumah, tak lantas santai-santai. Merapihkan rumah bersama anak-anak, mendengar cerita, curhatan, aduan anak-anaknya di sekolah dan teman-teman. Terkadang masih sempat juga untuk menyiapkan masakan besok pagi atau menyiapkan kebutuhan anak-anak besok.

Setiap hari itulah yang dilakukan. Kadang saat dulu masih kecil saya merasa kesal jika ibu banyak mengomel atau memarahi saya. Saat ini saya berpikir, wajarlah jika ibu mengeluh sedikit, betapa lelahnya apa yang ia kerjakan dan sungguh-sungguh menyiapkannya sendirian.

Ayah bekerja jauh, sehingga pulang hanya dua minggu sekali. Untuk itu, peran dan kerja keras ibu luar biasa dalam mengatur pekerjaannya, rumah tangga, dan anak-anak. Alhamdulillah walau dalam keadaan serba terbatas, saya dan adik tidak pernah melawan nasihat mendasar ibu, dan berusaha selalu dalam nasihat agama seperti yang selalu diajarkannya.

Belajar Multi Tasking dari Ibu

Ibu harus bekerja, membantu perekonomian keluarga tentunya agar lebih baik dan stabil. Selain bekerja kantoran, ibu juga melakukan usaha/bisnis sendiri. Pernah ibu berjualan Chickken Nugget, Sembako, menjadi agen Tupperware, berjualan bahan, dsb. Pulang bekerja ibu harus drop barang kemudian besoknya bisa dijual di kantor, tetangga, atau teman-teman lainnya.

Di hari libur ibu biasanya membuatkan masakan enak, membuat kue, atau kadang menerima pesanan juga. Saya sampai hari ini belum bisa memasak dan membuat kue enak seperti ibu buat. Betapa hebat ibu. Multi tasking dan seba bisa!

Menjadi Pendengar dan Selalu Membantu Orang Lain

Saya melihat ibu selalu menjadi sosok yang nyama bagi orang lain. Ia selalu menerima curhat dari berbagai orang dengan masalah yang berbeda. Ibu selalu mendengarkan orang lain dengan baik dan tidak pernah menjudge orang sembarangan. Di hadapan teman-teman ibu selalu menjadi orang yang berada di tengah dan menengahi kala situasi konflik terjadi.

Saya sering belajar hal tersebut dari ibu. Ibu mengajar saya untuk mendengar orang lain dan membantu sebisa yang bisa kita lakukan. Bantulah walau hanya bantuan yang terbatas. Kelak Allah akan mengganti bantuan itu dari jalan yang tidak terduga-duga. Well, itu adalah prinsip yang begitu kuat diajarkan ibu.

Ibu Mengembangkan Bakat Saya

Ibu saya selalu memperhatikan dan membaca bakat anak-anaknya. Sejak kecil ibu selalu berusaha untuk mengikutkan saya pada kegiatan-kegiatan untuk menunjang bakat saya. Sejak SD saya diikutkan untuk les Vocal, Renang, Aritmatika, Menari, bahkan didorong untuk ikut kegiatan di lingkungan sekitar. Begitupun adik saya, diikutkan club sepak bola, taekwondo, dan lainnya.

Sering saya menjuarai lomba-lomba, mengikut kejuaraan, festival dan lainnya di sekolah ataupun di luar sekolah karena dorongan ibu dan segala usaha ibu untuk saya. Saya sadari sekarang, biaya untuk mengikuti berbagai kegiatan tersebut tidaklah murah. Tapi ibu usahakan agar anak-anak berkembang bakatnya dan menjadi anak yang berguna. Tidak pernah saya sadari sebelumnya, bahkan apa yang saya pikirkan hari ini, apakah saya bisa melakukan hal yang sama seperti ibu, jika kelak saya memiliki anak?

Ya Allah, saya sadari bahwa kehadiran ibu adalah nikmah yang tidak tergantikan oleh apapun. Inilah nikmat yang tidak mungkin bisa saya hitung dan ganti jasa-jasa ibu.Ibu adalah tangan panjang dari rezeki yang Allah berikan untuk kehidupan saya.

Semoga Allah memberikan kekuatan untuk diri saya berbuat lebih baik lagi. Karena Saya tahu jasa-jasa ibu sudah mengalir dalam darah ini. Amal jariah ibu, ada di kebaikan dan amalan yang saya lakukan. Mungkin itu saja yang bisa saya lakukan untuk membalas semua jasanya yang tidak akan  pernah bisa terhitung.

“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

bag-gypsofilia-seeds-1716747_960_720.jpg

 

Continue Reading