Ustman Bin Affan, Seorang Yahudi, dan Sumur Raumah

The meaning of Life is to find your gift. The purpose of life is to give it away. (Pict from Pinterest)

Orang yang hidup dengan bergelimpangan harta tentunya sangat banyak sekali di negeri ini. Akan tetapi, orang yang banyak harta dan memberikan sebanyak-banyaknya untuk manfaat sosial dan keummatan yang lebih besar, belum tentu sebanyak itu.

Namun, di zaman Rasulullah dulu, ada sahabat yang begitu luar biasanya memberikan harta untuk islam dan untuk masyarakat. Saudagar kaya, dermawan, namun tetap rendah hati. Siapakah dia?

Continue Reading

Mengawali 2017 dengan Domain Baru

Alhamdulillah! Bersyukur rasanya bisa berada di tahun 2017. Itu tandanya Allah masih menitipkan amanah yang begitu banyak dengan tak lupa segala kenikmatan yang diberikan.

Ya, tahun 2017. Ada satu hal yang betul-betul ingin saya tekuni, yaitu menulis!

Di tahun 2016, sebetulnya saya sudah memiliki blog sendiri dan juga aktif menulis di beberapa web portal milik orang-komunitas lain. Akan tetapi saya jarang untuk mengaktifkan blog saya sendiri, alias mengisi content di dalamnya. Ibaratnya, seperti rumah banyak sarang laba-laba kali ya, karena terlalu sering dibiarkan.

Continue Reading

Seperti OASE di Tengah Gurun Pasir

Pernah merasa tidak bermakna?

Ibarat ada di padang pasir, rasanya seperti kekeringan. Nah bedanya kekeringan dalam hal ini adalah ketika ruhiah (rohani/spiritual/jiwa) kita sedang mengalami penurunan. Namanya hati manusia, pasti ada waktunya untuk di atas, kadang juga ada di bawah. Saat seperti ini mungkin ruhiah kita sedang tak terjaga, butuh asupan, dan pastinya ibarat baterai butuh di charge.

Tentunya yang baik adalah seperti kita makan. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW “Makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang”. Jika saya amati keseharian hidup, makan di waktu saat benar-benar terasa lapar membuat makan menjadi kelewat batas, juga jika terlambat menimbulkan sakit di lambung. Berhenti sebelum kenyang artinya jangan sampai kita makan terlewat batas, hingga rakus atau benar-benar berlebihan.

Begitupun dengan menjaga ruhiah. Pengalaman pribadi saya, mengisi ruhiah ketika dalam kondisi benar-benar down rasanya butuh waktu yang agak panjang untuk bangkit lagi. Sepertinya saya ini harus belajar untuk mengisi ruhiah, mencharge diri saya setiap saat sebelum benar-benar jatuh sampai susah bangun-nya.

Mungkin itu mengapa Allah memberikan perintah shalat 5 waktu untuk umat muslim. Ibaratnya seperti men-charge diri kita,  mengisi ruhiah kita 5 kali dalam sehari untuk tetap ingat pada Allah, pada aturan-Nya, aturan kehidupan-Nya, yang sering kali kita lalaikan jika sudah terbentur masalah-masalah duniawi. Tapi terkadang, shalat saja kurang khusuk, teringat masalah yang lain, yang membuat akhirnya shalat pun juga belum sempurna.

Untuk itu mengisi ruhiah butuh tambahan yang lain. Saya tidak bisa membayangkan kalau hidup ini tanpa terisi dengan nilai-nilai islam, ketundukan pada hukum Tuhan, mungkin hidup ini benar-benar kosong tanpa makna dan arah. Apalagi setan-setan di sekeliling selalu menggoda.

Jujur saja, kesibukan bekerja, memikirkan hal-hal duniawi tak selalu menyenangkan. Ada kalanya di titilk bosan, jenuh, lalu bertanya buat apa sih sebetulnya saya melakukan semua ini? Bila sudah pada titik tersebut itu artinya harus segera berhenti dan segera kembali mengisi diri dengan energi yang positif.

Nah, ada yang ingin saya lakukan secara konsisten. It’s pure a note to self, walaupun belum istiqomah melaksanakananya tapi coba saya sharing. Semoga saja bermanfaat.

Soal Membaca Al-Quran

img_4394

Membaca terjemahan Al-Quran, berasa lebih bermakna

Saya pribadi memiliki pandangan, bahwa Al-Quran itu hanya akan dipahami jika kita membacanya dengan benar. Ayat-ayat Al-Quran tentu diturunkan Allah untuk memberikan peringatan, petunjuk, dan pencerahan untuk manusia. Untuk itulah kita akan bisa memahaminya jikalah bisa membacanya.

Bagi yang bisa dan mengerti bahasa arab mungkin akan bisa memahami dengan membaca Al-Quran tanpa terjemahan. Akan tetapi bagi yang tidak paham bahasa Arab, tentu saja harus membaca terjemahannya. Akan tetapi bukan berarti, tidak perlu mempelajari ilmu Al-Quran dari aspek ilmu bahasa dan ilmu tajwidnya. Tetapi, memahami dan mengamalkan isinya juga penting.

Saya pribadi berusaha mendekat dengan Al-Quran dengan mencoba untuk memahaminya. Beberapa teman mengatakan bahwa, membaca Al-Quran itu sulit harus dipahami dengan tafsir dan tidak boleh untuk dipahami sendiri jika tidak ahli. Jangan asal membaca nanti salah paham dan salah kaprah.

Mungkin benar kalau salah pemahaman bisa salah kaprah. Tapi Allah turunkan Al-Quran sebagai petunjuk. Jangan sampai semangat mendekat dan menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk malah hilang hanya gara-gara takut salah memahaminya.

Baca saja tidak masalah bukan? Kalaupun ada yang tidak kita pahami dan butuh penjelasan lebih dalam kita bisa bertanya pada ahlinya (para alim ulama yang lebih mumpuni ilmunya) atau membaca referensi terkait.

Saya pribadi masih merasa kurang jika terbatas hanya membaca dengan bahasa Arab-nya saja, maka pasti saya membutuhkan untuk membaca artinya. Rasanya seperti langsung ditegur, diperingatkan, diberikan informasi yang langsung bisa saya abstraksikan kedalam kehidupan. Ya, walaupun ada beberapa hal pastinya yang tidak dipahami dengan mudah, tentu butuh mempelajarinya, mencatat hal-hal tersebut lalu bertanya pada ahlinya.

Baca Quran di Gadget

Jujur saja, hampir tiap menit saya membuka sosial media! Hehehe.

Saya jadi berpikir. Kalau bisa membuka sosial media secara update, harusnya membaca Al-Quran pun bisa juga sering-sering untuk update. Saat ini tentu sangat mudah jika hendak membacanya kapanpun dan dimanapun. Adanya smarphone dan menginstall AL-Quran digital di dalamnya sudah selesai lah masalah keribetan.

Rasanya ingin sekali lebih dekat dengan Al-Quran. Untuk itu, saya juga mencoba membiasakan diri membaca arti atau terjemahan Al-Quran setiap kali sudah shalat. Kalaupun masih tidak sempat, mungkin bisa menyempatkan sebelum tidur.

Kebetulan, saya sendiri menginstall aplikasi Muslim Pro di smartphone. Setiap pukul setengah 10 malam, biasanya ada notifikasi dari Muslim pro agar saya membaca satu ayat yang dikirimkan. Ayat tersebut random, tapi entah mengapa, mungkin itu ayat-ayat pilihan, rasanya seperti selalu pas saja dengan kondisi diri. Baca satu ayat kadang kurang, bisa lanjut membaca ayat yang lainnya.

5 menit saja membaca beberapa ayat, setidaknya menjadi reminder buat saya pribadi. Di tengah kesibukan dan padatnya aktifitas, membaca ayat Al-Quran yang bisa kita pahami artinya seperti OASE di tengah guru pasir.

Apa hal yang sulit dari aktivitas ini?

Niat, Kebulatan Tekad, dan Konsistensi. Itu penghalangnya. Tapi, walaupun awalnya sulit ini jauh lebih baik ketimbang kekeringan lalu sulit lagi untuk bangkit.

How about you? Apa yang kalian lakukan untuk mencharge diri? Yuk Sharing!

Continue Reading

5 Hal Wajib yang Harus Ada dalam Resolusi Muslimah

Assalammualaikum,

Semoga postingan ini tidak terlambat ya. Berhubung masih dalam awal tahun, saya ingin coba sedikit membahas tentang Resolusi. Resolusi ini, lazimnya dibuat di awal tahun sebagai semangat baru dan penysunan tujuan atau impian yang ingin dicapai selama tahun selanjutnya.

Sebetulnya, Resolusi bisa dilakukan kapanpun. Tidak harus menunggu tahun baru. Hanya saja, banyak orang yang melakukannya di awal tahun masehi dan patokan umum tahun yang berlaku adalah menggunakan tahun masehi.

Di awal tahun masehi ini biasanya jadi patokan waktu untuk para perusahaan melakukan evaluasi, tutup buku, melakukan pengaturan ulang manajemen, dan lain sebagainya.

Untuk itu, kita pun bisa melakukannya untuk diri kita sendiri.  Yuk, mari kita buat Resolusi!

Nah, sebelum membuat Resolusi ada baiknya kita mengetahui hal-hal apa saja ya yang harus kita rencanakan? Biasanya (karena saking semangatnya) ada banyak hal yang ingin kita rencanakan dan gapai di tahun yang baru ini.

Sebagai muslimah, tentunya, ada hal-hal yang juga perlu kita evaluasi dan buat resolusinya. Hal-hal ini yang mungkin wajib ada bagi Resolusi kita, sebagai muslimah.

Yuk, check it out!

Akhlak dan Ibadah

Sebagai seorang muslimah menjaga akhlak dan ibadah pastinya adalah nomor satu. Masalah agama adalah dasar dalam hidup seorang muslimah. Terkadang hal ini sering terlalaikan.

Banyak resolusi yang mungkin kita buat. Ingin membeli ini, membeli itu, mencapai ini, mencapai itu. Tetapi, jangan lupa akhlak dan ibadah kita juga perlu ditingkatkan ya! Memang tidak mudah merubah akhlak dan memperbaiki ibadah. Tapi, efeknya jangka panjang (Dunia dan Akhirat).

Resolusi akhlak dan ibadah ini misalnya ingin membentuk kebiasaan bangun subuh lebih pagi, menamatkan atau menghatamkan Al-Quran, membaca 12 buku Islam dalam setahun, rutin mengikuti kajian islam seminggu sekali, meningkatkan infaq atau bantuan sosial lebih besar dan lain sebagainya.

Oke Muslimah, Segera catat bagian ini ya, agar menjadi catatan pertama di Resolusimu!

Keluarga

Keluarga juga jadi bagian penting bagi muslimah. Apalagi seorang wanita nantinya juga peran penting sebagai ibu dan sebagai istri dalam keluarga. Tentu ini menjadi peran tersendiri bagi muslimah.

Masalah keluarga tidak harus yang selalu sudah menikah yah. Yang belum menikah pun pasti juga memiliki keluarga. Hehehe.

Bagi yang belum menikah mungkin ingin membuat resolusi untuk mencari jodohnya, mempersiapkan pernikahannya, atau mulai berkenalan dengan calon keluarga barunya? Itu semua tergantung kondisi ya. Bisa juga mulai belajar mengenai manajemen keluarga, pendidikan anak, dan lain sebagainya.

Nah, bagi yang sudah menikah apalagi memiliki anak, tentu hal ini juga yang harus masuk dalam resolusi. Apa yang ingin dicapai dan lebih baik sebagai seorang istri atau ibu?

Karir – Pekerjaan

Karir bukan hanya pekerjaan. Apalagi sekedar mencari penghasilan. Karir juga bagian dari ibadah, kalau memang diniatkan untuk ibadah. Supaya karir kita tidak stagnan dan jalan di tempat, maka itu butuh resolusi.

Oya, bagi saya pribadi karir bukan sekedar kerja di kantoran ataupun di company tertentu ya. Sebagai blogger, penulis lepas, sebagai traveller, memiliki bisnis dan usaha online, tentu jadi pekerjaan dan karir tersendiri. Tentunya sesuatu yang kecil jika dilakukan secara ulet, pasti akan semakin meningkat dan menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Nah, jangan lupa untuk memasukkan hal ini dalam Resolusi kamu ya, Muslimah!

Peningkatan Diri

Saya yakin, bahwa setiap manusia pasti memiliki banyak kelebihan dan itu tidak hanya satu aspek atau bidang saja. Kelebihan tersebut jika dikembangkan dan terus ditingkatkan pasti akan memberikan banyak manfaat.

Apa kelebihan diri yang ingin ditingkatkan? Bisa check apa hobby, kebiasaan, atau keahlian yang jarang kita expose. Jika belum optimal dan sering teraktuskan, bisa mencoba untuk meningkatkannya di tahun ini.

Saya pribadi, ingin meningkatkan diri saya dalam hal menulis. Salah satunya adalah dengan menulis di blog saya pribadi. Di tahun ini saya ingin lebih banyak memposting tulisan minimal-nya satu minggu ada 3 tulisan yang saya upload. Selain itu berkumpul dan mulai mengikuti acara-acara blogger adalah resolusi tahun ini!

So, Bagaimana dengan Kamu? Apa peningkatan diri yang ingin kamu capai?

Kebermanfaatan Untuk Sosial

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya”

Saya selalu ingat hadist tersebut. Terkadang ini menjadi cerminan bagi saya sendiri, dari sekian yang ingin saya capai adakah dampak dan manfaatnya untuk orang lain? Jangan-jangan hanya memikirkan diri sendiri saja.

Nah, supaya resolusi lebih berisi dan bersemangat, jangan lupa untuk senantiasa mencari apa kebermanfaatannya ya! Sebagai manusia, tanggung jawab kita bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang banyak. Apalagi sebagai umat islam, memberikan manfaat bagi ummat, menabur kebaikan, adalah menjadi bagian dari kewajiban.

Tahun 2017, kita harus lebih banyak menebar manfaat dan kebaikan ya Muslimah.

Ya, itulah 5 hal yang harus kita masukkan dalam resolusi kita ya. Sebelum merencanakan dan membuat resolusi akan hal-hal lainnya, put its first yes!

And last, walaupun Resolusi sudah kita buat kembali lagi bahwa manusia hanya bisa merencanakan dan berikhtiar sekuat mungkin. Apa yang kita rencanakan dan ikhtiarkan kadang tidak sempurna dengan mempertimbangkan semua variabel. Untuk itu, jadikan Resolusi kita menjadi pelecut semangat dan terus evaluasi setiap waktunya. 

Semangat ya Muslimah! 🙂

Continue Reading