JADI #CERDASDENGANUANGMU LEWAT PENGHASILAN TAMBAHAN MENJADI BLOGGER

Siapa sih di dunia ini yang tidak membutuhkan uang? Untuk kehidupan sehari-hari, untuk tabungan di masa depan, dan mewujudkan berbagai impian kita pasti butuh uang. Tapi, terkadang mengandalkan penghasilan dari gaji saja tidak cukup. Tidak semua orang punya penghasilan dari kantor atau perusahaan dengan jumlah yang besar dan mencukupi semuanya. Terkadang, saat itu pulalah kita harus berpikir untuk mencari penghasilan tambahan dan tidak lupa untuk mengelolanya dengan baik. Ingin #CerdasDenganUangmu? Berikut adalah cerita pengalaman saya untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan belajar mengelolanya untuk masa depan yang leih baik lagi.

Sejak tahun 2013, pasca lulus kuliah, saya memutuskan untuk berkarir di dunia sosial dan filantropi. Bekerja di organisasi sosial atau Non Government Organization tersebut, menjadi hal yang menyenangkan dan bermakna bagi saya. Tetapi, sejak awal saya sudah mengetahui bahwa berkecimprung disana, ada konsekwensi terhadap penghasilan yang saya dapatkan. Tentunya penghasilan di dunia sosial tidak sebesar jika saya bekerja di perusahaan profit atau organisasi berbasis bisnis lainnya. Tapi, sejak SMA saya sudah sangat senang bekerja di dunia ini, sehingga konsekwensi tersebut berusaha saya terima.

Perjalanan karir saya ini tentu saja tidak mulus-mulus saja. Saya pun sempat mengeluh dan membandingkan dengan teman-teman yang penghasilannya jauh lebih besar daripada saya. Belum lagi, biaya hidup di ibu kota dan juga berbagai kebutuhan lainnya, menuntut saya untuk berpikir lebih jauh untuk bisa earn money lebih tanpa harus meninggalkan dunia yang sudah saya geluti ini sejak lama. Sering kali saya belajar tentang financial management, bahwa seharusnya kita bisa menyimpan dana darurat, tabungan, investasi, dan juga menyimpannya untuk bisa membeli aset atau properti sendiri.

Tapi, saya sadar diri bahwa hal tersebut sulit saya lakukan jika hanya mengandalkan gaji yang saya dapatkan dari organisasi sosial dimana saya bekerja. Apalagi 3 tahun pertama perjalanan karir saya, berada di organisasi sosial yang masih merintis. Gaji dan fasilitas sangat minim. Tapi sejak tahun 2016, saya berada di NGO Nasional yang kiprahnya sudah Global dan ada peningkatan gaji serta fasilitas yang lumayan meningkat dari sebelumnya. Walaupun ada peningkatan dan fasilitas seperti kesehatan, komunikasi, tools untuk bekerja, dan hal-hal lainnya, saya merasa penghasilan ini masih kurang jika ingin terus memiliki tabungan, dana darurat, dan kebutuhan lainnya.

Akhirnya saya berpikir lebih dalam dan banyak diskusi dengan berbagai orang. Salah satunya adalah suami saya saat ini, yang saat itu kita masih belum menikah. Ia menyampaikan bahwa untuk bisa mendapatkan penghasilan lebih, saya bisa memanfaatkan kemampuan saya, passion yang saya miliki, dan bekerja lebih keras untuk mendapatkan penghasilan sampingan. Saat itu pun entah mengapa saya berpikir untuk memulai bisnis sampingan. Bersama dengan sahabat, saya pun memulai bisnis hijab dan memproduksinya dari awal hingga akhir sendiri. Tapi 1 tahun berjalan, bisnis ini sedikit tersendat karena modal, waktu, dan tenaga kita ternyata tak mencukupi untuk hal ini. Kami pun juga belum punya bekal banyak di dunia fashion apalagi produksi hijab kita pun masih sedikit. Tentu harganya akan bersaing dengan para online shop pendahulu.

Lalu, saya pun berpikir. Bahwa untuk mendapatkan penghasilan sampingan yang realistis kuncinya adalah : memanfaatkan kemampuan dan passion, bidang kerja yang ditangani tidak jauh dari pekerjaan utama kita, serta waktunya bisa flexibel dan tidak tertuntut terlalu intens untuk fokus di pekerjaan sampingan tersebut. Dan sejak saat itulah, saya memutuskan untuk fokus pada passion saya dan juga tidak jauh dari pekerjaan saya di organisasi sosial saat ini yaitu menulis dan membuat konten di dunia digital.

Fokus Pada Passion Menulis dan Menyusun Banyak Portofolio

Sebenarnya, sejak kecil saya sangat suka menulis dan menuangkannya di buku diary saya. Dimulai saat duduk di bangku SMP saya sudah mengenal blog dan saat SMA saya sangat intens menulis di blog. Namun, saat memasuki kuliah saya sudah sangat jarang sekali menulis di blog dan lebih senang untuk menyimpannya di laptop saja. Saya tidak pernah tahu bahwa menulis di blog ternyata sangat banyak manfaatnya dan jika difokusi aktivitas blogging bisa menjadi penghasilan tersendiri.

Untuk itu, mulai tahun 2016 saya mulai kembali menulis di blog. Saya membuat blog sendiri dan menuliskan berbagai hal tentang pemikiran, pengalaman, dan opini saya pribadi. Sesekali saya juga mencoba menulis tentang pengalaman saya menggunakan produk karena saya sering melihat ada banyak sekali blogger yang menuliskan review produk di blognya. Sejak saat itulah, saya baru tahu bahwa menulis di blog ternyata bisa menghasilkan pendapatan tersendiri. Apalagi zaman yang serba digital dan online ini, tulisan-tulisan kita di blog sangat dibutuhkan oleh banyak orang tidak terkecuali brand atau perusahaan yang butuh Key Opinion Leader (KOL) untuk menyebarkan informasi produknya.

Saya memulai blog secara konsisten dan profesional di tahun 2016 dengan domain berbayar dan memonetasinya bertahap. Memulai dengan menulis apa yang saya sukai

Saya pun mulai mengikuti berbagai komunitas blogger. Dengan mengikuti komunitas blogger, banyak jalan yang terbuka. Saya bisa mengenal banyak orang-orang hebat yang baru, belajar banyak hal, ikut workshop atau pelatihan gratis, mendapatkan job menulis di blog dan tentunya portofolio menulis saya jadi lebih banyak. Inspirasi saya juga datang dari berbagai blogger profesional dan sudah sejak lama memulai karirnya di dunia blog. Seperti yang ada pada artikel tentang 6 Blogger Indonesia Inspiratif ini.  Dari sinilah, saya jadi rajin menulis dan menguploadnya di blog serta sosial media. Saya pun jadi sangat tertarik untuk membuat konten-konten di channel digital. Tidak menyangka, hal inilah yang juga membawa saya mendapatkan posisi baru di kantor yang lebih sesuai dengan passion saya. Hal ini karena orang-orang kantor membaca passion dan kemampuan saya. Untuk itulah, saya merasa perkembangan saya lebih melesat saat itu.

1 tahun saya mengembangkan kemampuan menulis, rutin menulis di blog, belajar banyak hal baru tentang konten digital, saya pun mulai mendapatkan banyak pekerjaan sampingan untuk menulis konten. Tapi jangan berpikir bahwa ketika itu saya langsung dapatkan job dengan bayaran yang tinggi. Saya pernah hanya dibayar 10ribu rupiah per artikel. Dan selama satu minggu saya bisa menghasilkan lebih dari 15 artikel panjang. Saya juga sering tidak terpilih untuk hadir di acara-acara blogger. Mungkin karena kapasitas saya yang belum mumpuni, kualitas blog dan social media saya yang masih rendah. Rasanya lelah, tapi saat itu saya hanya berpikir untuk mengasah cara menulis saya serta memperbanyak portofolio. Saya pun bahkan sempat merasa disepelekan oleh beberapa teman yang mengatakan bahwa menulis tidak akan membuahkan penghasilan lebih dan mengatakan bahwa tulisan saya itu biasa saja.

Ternyata, mengerjakan hal yang kita sukai, sesuai passion, dan tentunya karena intens untuk mempelajarinya, bisa membuahkan hasil yang lumayan. Buahnya adalah saya bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang bisa membuat saya punya tabungan dan memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. Salah satunya, saya bisa membeli kamera dengan uang sendiri, yang tentu sangat dibutuhkan oleh seorang blogger atau content creator. Tapi intinya, mendapatkan pengasilan tambahan juga sama seperti kita membangun karir. Butuh perjalanan panjang untuk bisa earn more money.

Earn Money dari Dunia Digital, Bagaimana Caranya?

Bagaimana saya bisa menghasilkan uang dari dunia digital? Dan apakah bisa berjalan beriringan dengan pekerjaan yang saya geluti di kantor? Tentu saja semuanya bukan tanpa konsekwensi. Ketika kita ingin mendapatkan lebih, pasti akan ada usaha yang juga lebih. Di saat malam hari pulang ke rumah harusnya kita bisa langsung beristirahat, mungkin saya harus meluangkan waktu untuk menulis di blog atau membuat konten kerjasama dengan klien. Saat waktu libur juga bisa digunakan untuk bersantai, saya harus mau untuk hadir ke event yang mengundang blogger dan menyegerakan untuk melaporkan hasil tulisan saya. Lelah? Pastinya ada rasa lelah. Tapi tentunya, jika itu adalah passion dan menjadi kebermaknaan sendiri, tentu rasa lelah akan terganti.

Setelah membaca beberapa artikel dan sesuai dengan pengalaman pribadi, ternyata ada banyak cara menghasilkan uang dari menulis atau membuat content di dunia digital. Cara ini tentu bisa dilakukan setiap orang. Artikel dari moneysmart pun pernah mengulas juga tentang cara menghasilkan uang dari blog. Beberapa yang saya lakukan diantaranya lewat beberapa hal berikut.

1. Menulis dan Mengoptimasi Blog Personal

Untuk memulai menulis di blog, mulailah karena memang kita ingin menulis. Jika menulis di blog hanya karena ingin mendapatkan uang, saya khawatir kita kecewa. Karena terkadang, tidak selalu menulis itu mendapatkan bayaran. Menulis karena hati, karena ingin berbagi pengalaman dan manfaat tentu akan mengawali kita ikhlas untuk membuat konten. Earn money dari blog bisa berbagai macam cara. Beberapa diantaranya adalah kita bekerjasama dengan Brand tertentu, perusahaan yang membutuhkan content placement, mengikuti event yang membutuhkan blogger, atau mengikuti Kompetisi Blog.

Jika sudah mulai memiliki blog dengan domain dan hosting sendiri, kita juga bisa mendapatkannya melalui Google Adsense atau membuka blog kita untuk penempatan iklan tertentu. Tapi bukan hanya itu saja, ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan dari blog untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Misalnya saja, kita menulis dan menjadikannya e-book dan menjualnya, melayani jasa penulisan dari blog, dsb. Banyak jalan menuju Roma, begitupun banyak jalan menghasilkan penghasilan tambahan dari Blog. Kuncinya hanya dua, yaitu kita produktif menulis dan banyak mendatangkan traffic ke blog kita.

2. Membuat Content di Platform Milik Perusahaan, Komunitas, atau Unit Bisnis Lainnya

Bukan hanya menulis di blog sendiri, untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan kita juga bisa menulis di kanal milik orang lain yaitu dengan menjadi content writer. Misalnya milik brand, komunitas, atau perusahaan. Kebutuhannya bukan hanya di kanal digital, biasanya ada juga untuk kebutuhan deskripsi produk, brand narasi, majalah atau website  suatu perusahaan atau brand. Hal ini yang juga saya lakukan saat ini. Selain menulis di blog sendiri, saya juga sering menulis di beberapa platform digital milik perusahaan dan majalah bulanan salah satu BUMN. Job ini saya lakukan bersama teman saya dan seorang teman yang juga ahli di bidang design grafis. Dengan mengerjakan ini, tentu cukup membuahkan hasil dan tentunya portofolio menulis kita semakin bertambah. Selain itu, skill menulis pun semakin terasah.

3. Membuat Content di Social Media dan Optimasi Akun Personal Kita

Biasanya, jika kita suka dengan menulis maka kita juga terbiasa untuk membuat konten-konten kreatif. Di zaman sekarang, kebutuhan beriklan para brand dan company besar bukan hanya media luar ruang atau media cetak saja, tetapi juga melalui para influencer. Kalau kita hobi mengupdate bebragai konten di social media maka menjadi KOL atau buzzer bisa menjadi salah satu cara kita untuk menghasilkan penghasilan tambahan. Biasanya, para blogger juga bisa menjadi KOL atau buzzer. Caranya adalah rajin-rajinlah ikut komunitas, perbaiki tampilan social media kita, dan buatlah engagement dengan audience/followers kita di sosial media. Hal itulah yang biasanya disukai oleh brand. Saat ini pun, saya belum memiliki followers banyak, tetapi pekerjaan sampingan ini bisa dilakukan asalkan konten yang kita buat tetap menarik.

4. Bergabung Bersama Komunitas dan Menjaling Banyak Pertemanan

Kalau yang saya pahami selama ini, bahwa silahturahmi itu bisa memperbanyak rezeki. Saya merasa banyaknya lahan rezeki yang saya dapatkan adalah karena mengikuti berbagai komunitas blogger, berusaha masuk kedalamnya, menjalin hubungan dengan banyak orang dan tentunya tidak pilih-pilih job ketika mengawali pekerjaan sampingan ini. Komunitas blogger bagi saya adalah salah satu langkah yang membuka banyak jalan saya belajar jadi seorang blogger dan content creator yang profesional. Darisinilah juga saya bisa banyak mendapatkan job sampingan serta memotivasi saya untuk terus menulis. Jadi, rajin-rajinlah ikut komunitas karena darisanalah bisa terbuka panyak peluang-peluang baru.

Tidak Cukup Hanya Earn Money, Tapi Harus #CerdasDenganUangmu

Kalau sudah bisa mendapatkan penghasilan tambahan atau sampingan, saya sadar bahwa harus juga pintar mengelola keuangan dengan baik. Mau mendapatkan uang sebanyak apapun, tapi jika tidak bisa #CerdasDenganUangmu, tidak bisa mengelola, tentu rasanya akan terus kurang dan tidak bisa memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Bagaimanapun juga, uang-lah yang harus tunduk pada kita bukan justru uang yang membuat kita tunduk padanya. Istilah lainnya, jangan sampai uang membuat kita lupa siapa diri kita sendiri dan lupa segalanya. Kesadaran ini, saya dapatkan dari berbagai sumber belajar keuangan. Saat ini sudah banyak kok akun-akun instagram, website, dan berbagai literatur yang memudahkan kita belajar mengatur keuangan pribadi kita. Nah beberapa hal yang penting sekali untuk kita lakukan agar #CerdasDenganUangmu, saya ulas dibawah ini ya.

  1. Membuat Cashflow dan Budget

Tidak cukup kita punya penghasilan tambahan dan juga uang yang banyak, jika tidak mampu mengelola dan mengolahnya dengan baik. Salah satu yang harus dilakukan adalah dengan mengatur cashflow dan budget. Ada banyak literatur tentang keuangan mengenai cara membuat cashflow. Saya menerapkan salah satuya adalah dengan mengaturnya menjadi beberapa kebutuhan, yaitu: zakat atau dana sosial, kebutuhan operasional, dana darurat, tabungan, dan investasi. Sebagai muslim saya memiliki kewajiban berzakat dan saya mengaturnya dengan sistem auto debet setiap kali sudah gajian. Dengan begitu, kewajiban ini  tidak akan terlewat atau tertunda. Sedangkan, untuk dana darurat saya menggunakan sistem Tabungan Rencana dari salah satu bank.

Setiap bulan harus ada angka pasti untuk menabung dana darurat dan wajib. Dana darurat ini tentunya tidak boleh dipakai jika tidak ada kondisi darurat atau luar biasa, di luar kebutuhan operasional sehari-hari. Untuk tabungan dan investasi, saya memastikan terlebih dahulu kebutuhan dan goalnya untuk apa, supaya jelas serta memotivasi kita. Misalnya saja tabungan ini harus ada dalam satu tahun, untuk memenuhi biaya pernikahan, membeli barang tertentu, atau aset tertentu. Sedangkan, untuk investasi pastinya sampai saat ini saya masih memikirkan yang tepat. Beberapa teman menyarankan lewat saham, obligasi, atau investasi lewat aset produktif seperti sapi, bisnis, dsb. Masing-masing orang pastinya berbeda, tapi yang jelas jangan lewatkan aspek ini karena penting sekali agar keuangan kita sehat.

  1. Atur Lifestyle

Pernah nggak, merasa uang kita cepat habis padahal kita tidak banyak membeli apapun atau ada barang yang nyata kita miliki? Nah, saya pernah merasakan uang saya cepat habis entah kemana. Dan setelah dihitung-hitung serta tracking keuangan, ternyata tanpa sadar uang saya lari ke coffee shop, hehehe. Menghabiskan uang minimal 50.000-100.000 ternyata tanpa sadar merusak cashflow kita, apalagi penghasilan saya saat itu juga masih rendah.

Untuk itu, saya belajar dan sadar bahwa kebiasaan jajan di luar, ngopi-ngopi bareng teman di café, ataupun belanja sesuatu yang sekunder bahkan tersier, membuat kita merasa uang kita cepat habis. Untuk itu, sekarang ini saya berpikir bahwa Lifestyle sangat menentukan keuangan kita. Menyesuaikan lifestyle dengan kondisi keuangan itu adalah solusinya. Jika memang membutuhkan lifestyle yang lebih high lagi, pastinya kita pun harus kerja lebih keras untuk bisa mendapatkan uang lebih ekstra. Tapi tentu, hal seperti ini tidak akan ada habisnya. Maka itu, saya pun belajar dari wanita asal Jepang bernama Marie Kondo, untuk hidup minimalis, substantif, dan tidak terpengaruh lifestyle orang-orang yang tidak sesuai dengan kita. Mengelola lifestyle ini pastinya juga bagian dari kita #CerdasMengelolaUangmu lho.

  1. Mengelola Ritme Kerja Regular dan Sampingan

Bagi yang sudah pernah melakukan pekerjaan sampingan, pastinya terasa tidak mudah kan? Disinilah kita butuh mengelola ritme kerja regular di kantor sebagai prioritas dan pekerjaan sampingan. Jangan sampai dua-duanya jalan, tapi setelah itu energi kita habis dan malah jadi sakit.

Saya pernah mengalami ini ketika mengejar deadline pekerjaan sampingan hingga larut malam. Pulang kerja sekitar pukul 19.00 saya langsung bergegas memegang laptop kembali, menulis, membuat content, dan terus bekerja hingga subuh lagi. Hal ini karena sebelumnya saya sering menunda pekerjaan dan tidak menyesuaikan waktu kerja regular yang juga sedang padatnya. Jadi, coba lihat-lihat dulu. Kerjakan pekerjaan sampingan, kalau memang pekerjaan regular sedang tidak terlalu padat. Alih-alih kita mendapatkan tambahan penghasilan, tapi badan kita sakit, pasti rugi kan jadinya?

  1. Tingkatkan Skill dan Wawasan

Bersyukur kalau kita saat ini punya penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan. Tapi jika ingin earn more money, pastinya jangan lupakan bahwa meningkatkan skill kita juga harus dilakukan. Skill kita hari ini belum tentu dibutuhkan di masa mendatang, apalagi di zaman disruptive sekarang ini. Untuk itu, selain investasi uang ketika bisa mendapatkan penghasilan tambahan, jangan lupa untuk investasi pengetahuan, wawasan baru, pengalaman baru, dan skill yang terus diasah agar karir kita semakin meningkat. Kadang ini sering dilupakan juga oleh orang-orang.

Keasikan mencari uang, mendapatkan uang, tetapi kita lupa untuk meningkatkan kualitas diri kita sendiri. Buat saya yang mencari nafkah dan penghasilan tambahan di dunia digital, maka saya mengalokasikan waktu dan energi untuk belajar tentang digital marketing, kreativitas, inovasi konten di dunia digital, dan lain-lain. Saya percaya, kalau kita fokus untuk meningkatkan skill dan wawasan, pasti akan banyak hal baru yang bisa kita lakukan. Dengan begitu, penghasilan pun akan datang dengan sendirinya.

  1. Terus Belajar Financial

Untuk bisa #CerdasDenganUangmu, jangan lupa kita juga harus terus belajar tentang financial. Sekarang, agar memiliki keuangan yang sehat, cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan, bahkan hingga di masa depan kita juga butuh mengupdate wawasan financial kita. Belajar tentang investasi, tabungan, mengetahui berbagai jenis produk asuransi atau produk keuangan lainnya, adalah kewajiban untuk kita bisa mengelola keuangan dengan baik. Untuk belajar dan mengupdate wawasan tersebut, saat ini caranya sudah mudah. Ada banyak website bahkan akun-akun di sosial media yang membahas tentang financial, mulai yang dasar hingga untuk para ekspert. Sementara ini, saya masih belajar di tahap dasar. Saya menemukan banyak artikel keuangan yang sangat bermanfaat, salah satunya dari Website Money Smart.

Money Smart ini adalah portal finainsial di Indonesia, yang menyajikan konten kreatif mengenai keuangan. Di dalamnya ada beberapa menu utama seperti: Earn Money, Smart Money, Borrow Money, dan Lifestyle. Di masing-masing menu ini ada banyak sekali artikel tentang keuangan yang sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari kita dan dikemas secara ringan oleh para penulisnya. Jadi tidak ada istilah sulit untuk belajar keuangan, karena sumber belajar sudah sangat terbuka luas. Ini sangat penting, karena banyak kejadian orang-orang yang ahli dalam karirnya, tapi dia gagal dalam hal keuangan. Tentu kita tidak ingin seperti itu kan?

Salah satu menu artikel di Money Smart adalah di bagian Earn Money. Di dalamnya ada beragam hal tentang Bisnis, karir, Pekerjaan Sampingan dan beragam inspirasi lainnya. Sebagai blogger sampingan yang juga karyawan di kantor NGO, saya perlu tahu banyak agar semuanya terkelola dengan baik dan penghasilan pun tidak lenyap begitu saja. Termasuk informasi yang saya tulis dalam artikel ini pun juga banyak didapatkan dari menu Earn Money di moneysmart. Namun, selain dari web-nya kita juga bisa menikmati informasi menarik lainnya tentang keuangan di instagram moneysmart, lho. Yang terbaru, saya tertarik dengan pembahasan soal Film Aquaman dan dikaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari.

Rasanya tidak pernah cukup ya untuk membicarakan soal keuangan. Tapi, saya yakin jika kita benar-benar bekerja dengan baik, mencari tambahan penghasilan dengan cara yang strategis, dan tidak lupa mengelola keuangan dengan baik, hidup bahagia dan nyaman pasti bisa kita capai. Persoalannya, kadang kita malas untuk memulai dan merasa berputus asa dengan kondisi yang ada. Lalu, bagaimana dengan kalian? Adakah yang punya pengalaman mencari penghasilan tambahan dan mengelola keuangan dengan baik? Boleh share di kolom komentar yuk! Semoga cerita saya ini bermanfaat ya buat teman-teman.

 

Referensi :

 

Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog oleh Money Smart #CerdasDenganUangmu 2018

You may also like

1 Comment

  1. Smart banget artikelnya. Love how you deliver. Sebenarnya nggak kebayang juga bagaimana menjadi karyawan plus blogger. Pasti sulit bagi waktu. Tapi ada saja yang bisa, di kantor berprestasi dan artikel di blognya pun keren2. Semangat mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *