INDONESIA SIAP SAMBUT TAHUN 2019 SEBAGAI TAHUN KUALITAS SDM

Kalau bicara tentang perkembangan satu negara, pasti kita tidak akan lepas dari perkembangan kualitas SDM nya juga. Kalau mau negara maju, pasti SDM nya harus punya kualitas dan daya saing yang bagus. Indonesia sendiri, punya modal Sumber Daya Alam yang luar biasa kaya dan berlimpah. Tapi kalau SDM nya tidak mampu mengelola dan ujung-ujungnya terus menerus dikeruk oleh asing, lambat laun Indonesia bukan malah menjadi negara mandiri dan maju. Itu sedikit opini dari saya.

Saya sendiri punya pengalaman. Ketika dalam bekerja tidak diiringi dengan peningkatan skill, pengetahuan baru, ataupun inovasi, pasti pekerjaan akan menjadi stagnan. Hasilnya tidak akan ada perkembangan atau meningkat tajam. Bisa dibayangkan jika SDM Indonesia, dalam bekerja tidak diiringi dengan berbagai pelatihan diri dan peningkatan kualitas skill-nya. Tentu kemajuan bangsa juga akan lambat. Saya sendiri, setidaknya mencoba membiasakan untuk selalu membaca buku, mengikuti berbagai pelatihan mandiri atau dari kantor, dan membagikan ilmu yang saya miliki, walaupun sedikit, kepada orang-orang lain yang mungkin belum memahami. Dengan begitu, pengetahuan dan skill saya akan meningkat.

Untuk itu, saya yakin betul, kalau kualitas SDM ini menentukan segalanya. Di kehidupan sehari-hari saja, kerasa banget kalau kita kerja tanpa punya perbekalan ilmu yang mumpuni. Kedepannya, akan susah menyelesaikan masalah, kurang inovasi, kurang inisiatif dan ujungnya akan bergantung sama atasan. Kalau atasan saja yang mikir, kapan dong majunya? Tidak cukup hanya mengandalkan ilmu yang sudah ada saja, tapi juga butuh upgrade kualitas dan wawasan kita. Apalagi di era distruptive sekarang ini, kemajuan dan perubahan sangat cepat sekali. Sekalinya kita lamban berjalan, udah deh ketinggalan sama yang lain.

Dengan berbagai kondisi inilah, saya sangat sepakat kalau di tahun 2019, Presiden Jokowi menetapkan sebagai tahun SDM. Akan ada banyak program dan arahan presiden kepada kementrian untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satunya, melalui program di Kementrian Tenaga Kerja. Sebagai kementrian yang mengurusi persoalan SDM tenaga kerja, maka KEMNAKER diminta untuk lebih banyak memberikan pelatihan vokasi agar SDM yang masih belum bekerja atau pengangguran, bisa meningkat kualitasnya dan bisa mendapatkan pekerjaan dari keahliannya.

Bersama dengan teman-teman blogger Indoblognet, menghadiri acara Jumpa Pers Akhir tahun di Innovation Room, Kementrian Ketenagakerjaan

Apa ada alasan lain mengapa tahun ini dijadikan sebagai tahun SDM dan apa saja bentuk aplikasinya? Tentu semua ini, sudah mulai direncanakan oleh KEMNAKER untuk tahun 2019. Pada, 28 Desember 2018 saya diundang untuk menghadiri acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2018 dan mendapatkan banyak informasi mengenai hal ini.

Pelatihan Vokasi Pengembangan SDM Lewat Balai Latihan Kerja (BLK)

Di acara Jumpa Pers Akhir Tahun ini, hadir Bapak Khoirul Anwar selaku Sekjen Kementrian Ketenagakerjaan yang menyampaikan highlight untuk rencana di tahun 2019. Beliau menyampaikan bahwa, di tahun 2019 KEMNAKER akan lebih masif untuk mengadakan pelatihan vokasi. Sebelumnya, di tahun 2018 pun KEMNAKER sudah menjadikan masifikasi pelatihan vokasi sebagai program prioritas. Di tahun 2019, akan lebih digenjot lagi.

Untuk masyarakat lebih mudah mengakses program pelatihan vokasi ini, pemerintah membuat BLK Komunitas (Balai Latihan kerja) dengan target di tahun 2019 sebanyak 1000 BLK. Tiap tahunnya, 1 BLK ditargetkan bisa memberikan pelatihan kepada 100 orang. Angka ini menjadi target yang terus naik, dari sebelumnya di tahun 2017 sebanyak 50 BLK saja.

Bukan pelatihan untuk SDM yang akan bekerja di Indonesia saja, tetapi mereka yg akan bekerja di luar negeri atau sebagai migran pun juga turut dilakukan yaitu melalui program BLKN (Balai Latihan kerja Luar Negeri). Program pegembangan SDM ini juga bekerja sama dengan Kementrian Luar Negeri. Bagi saya pribadi ini bagus sekali, karena membuat SDM Indonesia yang menjadi tenaga kerja di luar negeri lebih siap dan berbekal potensi yang baik. Sehingga, saat di luar negeri mereka tidak mudah dilecehkan atau disepelakan.

Selain itu, dari KEMNAKER pun juga akan semakin rutin memantau dan mengakreditasi berbagai lembaga pelatihan. Hal. ini untuk memastikan bahwa program dari lembaga tersebut bisa tepat sasaran, instruktur terakreditasi, dan pastinya jelas tujuannya, bukan sekedar lembaga abal-abal. Untuk itu kementrian pun melakukan sertifikasi pada lembaga dan person lembaga pelatihan untuk memastikan kompetensi mengajarnya.  Ditargetkan juga 1,5 juta orang akan disertifikasi dari sektor ketenagakerjaannya.

Kualitas SDM Indonesia di Industri 4.0 dan Bonus Demografi

Beberapa alasan mengapa di 2019 ini Presiden mengarahkan sebagai tahun SDM adalah karena masuknya kita di era Industri 4.0 dan dalam rangka menyambut bonus demografi di Indonesia. Puncak bonus demografi ini akan datang di tahun 2025-2030. Jika momentum ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka tentunya negara kita akan ketinggalan.

70% penduduk Indonesia sekarang ini adalah usia produktif dan menurut riset McKinsey Global Institute menyebutkan bahwa Indonesia akan jadi negara ekonomi terbesar ke-7 di dunia. Untuk itu, usia produktif ini haruslah giat bekerja, meningkatkan kualitas, agar memberikan dampak besar bagi negara baik terhadap ekonomi ataupun sektor lainnya. Jika bonus demografi ini direspon baik dan disiapkan dengan baik, pastinya akan banyak efeknya. Misalnya saja, terhadap pertumbuhan dana pajak, pertumbuhan bisnis UMKM, pengelolaan SDA yang semakin baik, dsb.Untuk itu, salah satu jalan yang harus ditempuh untuk menyambutnya adalah dengan, meningkatkan kualitas SDM dan jangan sampai angka pengangguran tinggi.

Baca juga : Mengenal Indonesia Lewat Data : Generasi Millenial dan Terbukanya Peluang Ekonomi Baru Indonesia

Alasan lainnya adalah karena masuknya kita di era Industri 4.0. Era ini tentu punya kebiasaan, teknologi, kultur dan berbagai macam kondisi yang sangat bebeda dari sebelumnya. Penggunaan teknologi, sistem informasi, platform digital berbasis apps dan online, sudah menjadi hal yang harus terbiasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu, pemerintah juga mulai menyesuaikan content pelatihan vokasi ini dengan kondisi Industri 4.0. Misalnya saja dengan pelatihan vokasi yang berkaitan dengan sistem informasi, IT, atau pembuatan apps. Begitupun misalnya dengan pelatihan teknik menjait, ditambahan dengan pelatihan fashion industi yang bisa lebih menjual lagi.

Jika program ini terus berlanjut dan terus dilakukan, tentunya angka pengangguran di Indonesia akan semakin berkurang. Terbukti di tahun 2018, disampaikan oleh Bapak Khoirul Anwar bahwa angka pengangguran pun mengalami peurunan sebanyak 3.322 dari tahun 2017. Ini pun juga berdampak pada pengelolaan anggaran KEMNAKER, bahwa 70% lebih akan digunakan untuk pelatihan kerja.

Menyambut bonus demografi dan era industri 4.0 ini, KEMNAKER juga membuat terobosan baru dengan menghadirkan Innovation Room di wilayah gedung KEMNAKER. Innovation Room ini juga sebagai tempat anak-anak muda atau millenial (bukan hanya untuk pegawai KEMNAKER saja), untuk menjadikannya sebagai tempat pelatihan, mengembangkan berbagai program dan juga dengan pendampingan. Innovation Room ini didesain sebagai tempat yang cozy dan layaknya cafe yang disukai anak muda kekinian.

Saya di Innovation Room yang nyaman dan desain yang menarik

Tentunya, program ini harus didukung oleh kita sebagai masyarakat Indonesia. Keberhasilannya bukan saja tugas pemerintah, tapi juga dukungan kita. Jika ada keluarga yang membutuhkan pelatihan, yuk segera cari informasi dimana BLK yang terdekat. Segera ikuti programnya dan semoga semakin meningkat kemamuannya.

Menurut kalian sendiri, apakah tepat pemerintah menjadikan tahun 2019 ini sebagai tahun SDM? Jika ada pendapat lain, boleh share di kolom komentar ya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *