CERITA SAAT BATUK BERDAHAK & TIPS SEHAT SAAT PANCAROBA

Hari itu rasanya jadi hari terburuk yang saya alami. Kesempatan saya untuk memberikan coaching terbaik untuk beberapa adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam kelompok pelatihan trainner for trainner saat itu rasanya gagal. Ya, saya gagal untuk memberikan coaching terbaik untuk mereka. Suara saya serak, tenggorokan sakit, dan batuk-batuk tiada henti. Rasa-rasanya, hampir setiap menit ingin mengeluarkan dahak dan disertai bersin-bersin. Perasaan tidak nyaman, tapi juga tuntutan tanggung jawab bercampur jadi satu.

“Udah kak, kalau emang lagi batuk gak apa-apa kok, istirahat aja”, ujar salah satu adik mahasiswa saya saat itu. Tapi saya enggan berhenti, karena kesempatan memberikan coaching saat itu adalah kesempatan terakhir.

“Gak apa, kita lanjut ya,” ujar saya yang masih merasa gatal di tenggorokan. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, karena mereka ini yang kelak akan menjadi trainner salah satu pelatihan untuk pelajar saat itu. Hari terakhir ini, adalah waktu yang harus saya optimalkan untuk membantu mereka bisa lulus ujian sebagai trainner motivasi untuk para pelajar SMP-SMA.

Dua hari sebelum waktu coaching tiba, sebenarnya saya sudah merasa ada gatal di tenggorokan dan sedikit batuk berdahak. Persoalannya, saya tidak langsung untuk mengobati dan menghindarinya. Akhirnya, batuk berdahak ini pun jadi berkempanjangan hingga saya jadi kesulitan untuk berbicara secara lancar. Kejadian itu rasanya membuat saya belajar bahwa tanda-tanda sakit dalam tubuh tidak boleh disepelekan. Jika ada tanda-tanda batuk berdahak, maka harus ada pencegahan bahkan pengobatan agar tidak semakin menggangu kesehatan kita. Bila dibiarkan, maka efeknya akan semakin buruk.

Hal ini yang juga ternyata disampaikan oleh seorang dokter cantik bernama dr. Riyana Wijaya, saat saya hadir di acara blogger Gathering di 89 Café di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Beliau menyampaikan bahwa batuk berdahak bisa datang kepada siapa saja secara tiba-tiba, termasuk pada anak-anak. Di musim pancaroba dan hujan, 1 dari 3 orang terkena batuk berdahak selama 3 bulan terakhir ini. Untuk itu, pengobatannya jangan sampai ditunda apalagi tidak diobati sama sekali. Jika sudah parah dan virus semakin berkembang biak, maka warna dahak pun bisa jadi berubah. Apalagi, di saat musim pancaroba, maka kita harus ekstra kerja keras untuk menghadapi cuaca yang bisa melemahkan antibodi dalam tubuh.

Saya pun langsung tersentak ketika mendengar kata-kata dokter Riyana, bahwa saat dulu mengalami batuk berdahak parah, awalnya saya tidak langsung mengobatinya dan menunda-nunda untuk minum obat. Jadi, pantaslah jika separah itu saat saya harus coaching bersama adik-adik mahasiswa saya.

Sebab Datang Batuk Berdahak

Saat acara ini, saya pun mendapatkan informasi penting tentang sebabnya datang batuk berdahak kepada kita, khususnya di musim pancaroba. Batuk berdahak ini paling sering terjadi karena sebab infeksi dari bakteri, jamur, ataupun virus yang menyerang saluran pernapasan kita. Adanya infeksi ini, membuat produksi lendir jadi lebih banyak dan berlebihan. Akhirnya, batuk pun terjadi tubuh merespon dengan batuk yang disertai lendir. Penyebabnya bisa berbagai macam, misalnya saja: terlalu banyak makan gorengan, minum yang terlalu dingin saat cuaca dingin, adanya penyakit bronkritis, atau bahkan karena kebiasaan merokok.

Untuk itu, batuk berdahak memang tidak sama dengan batuk kering. Pengobatannya pun berbeda karena batuk kering tidak mengeluarkan lendir. Bahkan, seseorang yang punya asma juga bisa saja terkena batuk berdahak.

Tips Penting Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba

“Saya yakin kalian pasti sudah tahu jawaban dari bagaimana kita menjaga kesehatan di musim pancaroba. Hanya saja, kadang kita malas untuk menerapkan dan terjebak dengan gaya hidup yang kurang sehat,” ujar dokter Riyana di atas panggung.

Dari penjelasan dr. Riyana, ada beberapa tips yang sangat penting untuk kita lakukaan saat menghadapi musim pancaroba. Beberapa tips tersebut, tentu sudah sering kita lakukan. Tentu saja, di masa pancaroba harus semakin rajin dan konsisten dilakukan. Bagi saya ini jadi motivasi tersendiri agar konsisten melaksanakannya.

  • Jaga kebugaran tubuh dengan rajin berolahraga, agar daya tahan tubuh semakin kuat. Jika antibodi melemah, maka serangan virus dan bakteri akan semakin mudah masuk ke dalam tubuh
  • Mengatur pola makan sehat dengan menu gizi seimbang, terutama menambahkan sayur-sayuran dan buah yang ekstra. Perlu diingat, tidak boleh makan gorengan, apalagi yang minyaknya sudah berkali-kali digunakan. Begitupun dengan makanan yang terlalu pedas dan jenis makanan junkfood
  • Minum air putih 2 liter sehari agar peredaran darah, pengaliran gizi keseluruh tubuh, dan pencernaan pun lancar
  • Gunakan masker saat berada di tempat umum yang menimbulkan polusi atau terlalu dekat dengan orang lain. Misalnya saja di transportasi umum atau jalanan raya. Selain melindungi kita yang sedang sakit, juga menghindari agar kita tidak tertular orang lain yang sedang batuk atau flue
  • Jangan lupa selalu siapkan payung, jas hujan, dan jaket saat musim pancaroba tiba, karena kita tidak tahu, hujan bisa datang tiba-tiba
  • Waspadai Demam Berdarah, untuk itu jaga selalu kebersihan rumah, kebersihan diri, aliran air, sampah, dan tentunya jangan menumpuk barang kotor di rumah.

Kekhawatiran terserang sakit saat musim pancaroba ini juga ternyata bukan hanya saya saja yang mengalaminya. Mbak Amallia Sarah, seorang mom blogger, juga menceritakan pengalamannya. Bukan hanya khawatir terhadap dirinya, ia juga lebih khawatir jika anaknya yang terserang sakit. Selama ini Mbak Amel sedikit ragu untuk memberikan obat-obatan pada anak. Ia lebih memilih cara alami, seperti memberikan perasan jeruk lemon dan madu untuk anaknya. Hanya saja, jika benar-benar terserang sakit mau tidak mau, virus dan bakteri harus dilawan dengan pengobatan yang ekstra.

Dari kiri ke kanan: Amallia Sarah, Mom Blogger & Influencer | dr. Riyana | Ibu Mega, Brand Manager Bisolvon|

Dari acara blogger Gathering ini, ternyata ada jawabannya. Ia juga tidak ragu lagi memberikan obat batuk berdahak, seandainya anaknya sakit. Hari itu, saat acara blogger gathering ini, ia mendapatkan jawaban pasti dari dr. Riyana tentang obat batuk yang direkomendasikan, bukan hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak.

Memilih Obat Batuk Berdahak, yang Lengkap dan Aman untuk Seluruh Keluarga

Saya baru sadar ketika menghadiri acara blogger gathering dan bertemu langsung dengan Ibu Mega Valenti, Brand Manager dari Bisolvon Indonesia. Ternyata obat batuk Bisolvon ini sudah 45 tahun hadir di Indonesia. Bukan waktu yang sebentar untuk konsisten membantu kesehatan masyarakat Indonesia, tentu saja sebuah pencapaian yang luar biasa.

Bisolvon Sirup dengan kemasan yang unik

Di kesempatan kali itu, ibu Mega menyampaikan tentang obat batuk Bisolvon yang memang dikhususkan untuk batuk berdahak. Ada banyak masyarakat Indonesia yang salah kaprah dalam mengobati batuk. Saat terjadi batuk berdahak, mereka malah mengkonsumsi obat batuk kering. Padahal, obat batuk kering justru menahan dahak, sedangkan obat batuk berdahak difungsikan untuk mengeluarkan atau mengencerkan dahak. Jika salah pengobatan, tentu saja untuk kembali sehat pun akan jadi lebih lama, bukan?

Bisolvon yang merupakan salah satu produk dari PT. Sanovi ini memang sudah terpercaya dan direkomendasikan oleh para dokter. Dari segi keamanan, kehalalalan, dan juga aspek-aspek lainnya sudah teruji secara klinis. Selain untuk obat batuk untuk keluarga, Bisolvon juga memiliki varian obat batuk berdahak yang dikhususkan untuk anak-anak dengan rasa sirup. Bukan hanya itu, tetapi ada juga yang diperuntukkan bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, dengan Bisolvon Solution yang bebas gula.

Bagi yang memiliki penyakit maag atau lambung, juga tidak perlu khawatir karena Bisolvon juga bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Untuk itu lebih aman. Kebetulan, saya pun juga punya masalah di asam lambung, tidak bisa minum sembarang obat jika memang belum makan, apalagi yang memiliki kandungan asam cukup tinggi. Biasanya efeknya malah keram di perut dan kembung.

Sebagai obat batuk keluarga, Bisolvon memiliki jenis obat batuk tablet dan sirup. Biasanya, yang tablet ini akan lebih mudah kita bawa kemana-mana saat berpergian ya? Jadi, lebih siap dan flexibel saat membawa dan menyiapkannya di dalam tas.

Bisolvon tablet yang praktis dan kecil, bisa mudah dibawa kemana saja

Ibu Mega juga menjelaskan bahwa untuk bisa kembali sehat setelah mengalami batuk berdahak, maka konsumsi Bisolvon pun harus tepat dan juga sesuai dengan takarannya. Untuk dewasa, maka diminum 10 ml sebanyak 3 kali sehari. Sedangkan, untuk anak-anak cukup 5 ml dan juga 3 kali sehari. Jika membeli Bisolvon dalam kemasan 20 ml, maka obat ini harusnya sudah habis dalam waktu 2 hari. Jadi, tidak ada cerita nih ya, obat batuk disimpan berbulan-bulan bahkan sampai expired. Biasanya, yang menyimpan sampai berbulan-bulan ini tidak tepat secara dosis dalam meminumnya. Padahal, jika ingin sembuh maka harus dikonsumsi sesuai dosisnya.

Bagaimana dengan kalian? Adakah yang pernah juga mengalami batuk berdahak berlarut dan sulit sembuh? Saya berharap, semoga teman-teman juga bisa sehat di musim pancaroba ini ya. Dan yang pasti, jaga kesehatan selalu dan lakukan tips sehat seperti yang saya tulis diatas, dalam keseharian kita. Be healthy lifestyle, Kalahkan Batu Berdahak Sekarang ya!

You may also like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *