SHARE YOUR POWER, BE POWERFULL WOMAN

Rasanya hati saya seperti tertusuk paku yang tajam saat seorang teman bercerita masalahnya dalam keluarga. Ia dianggap oleh keluarganya sebagai wanita yang tidak baik dan tidak bisa memperlakukan suaminya dengan sebaik-baiknya, hingga membuat suaminya harus memilih wanita lain. Saat ini terjadi, ia pun takut untuk melawan, takut untuk menunjukkan dirinya. Ia beranggapan bahwa memang wanita yang harus mengalah. Kejadian ini memang tidak menerpa saya, tetapi sebagai wanita rasanya hati ini ikut sakit dan juga marah bahwa mengapa wanita sering kali menjadi bagian dari pelampiasan ini. Mungkin kedengarannya cerita ini seperti dalam sinetron atau drama-drama yang kita sering lihat di televisi, tetapi ini real terjadi.

Sebagai seorang wanita, saya sering sekali mendengar berbagai permalasahan yang muncul pada perempuan di berbagai sektor kehidupan. Mulai dari permasalahan wanita karir atau wanita yang tinggal di rumah, masalah kedudukan wanita di tengah-tengah masyarakat, boleh tidaknya wanita menjadi pemimpin, hingga masalah kekerasan dalam rumah tangga dan sexual. Semua ini rasanya banyak menerpa wanita karena sering kali wanita masih dianggap sebagai objek dalam sosial bukan sebagai subjek yang juga terlibat aktif dalam masyarakat.

Jika wanita dianggap objek, wanita hanya bisa mengikuti atau berbuat sesuatu di atas kendali orang lain. Padahal sebagai sesama hamba Allah SWT, baik perempuan ataupun laki-laki, semuanya memiliki hak yang sama untuk menjadi khalifah di muka bumi. Semuanya memiliki potensi untuk sama-sama membangun masyarakat, memakmurkan bumi, menegakkan keadilan dengan potensi yang telah Tuhan berikan. Laki-laki dan perempuan memang tidak sama, tapi masing-masing memiliki power yang tidak bisa diremehkan satu sama lain.

Saya berada di acara Lactacyd, dengan tema Share Your Power di Carefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan

Semangat ini yang saya dapatkan juga saat menghadiri acara bersama Lactacyd dengan tema Share Your Power. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 30 Maret 2019 dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional dan juga menghadirkan berbagai narasumber yang concern dalam gerakan perempuan berdaya.

Perempuan Kuat, Perempuan Juga Bisa Berdaya

Di acara ini, pertama kali dibuka oleh Ibu Adisti Nirmala, Head of Marketing PT Sanofi Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa PT Sanofi lewat beberapa brand yang dibentuk adalah mendukung untuk peningkatakan kualitas hidup masyarakat Indonesia, salah satunya adalah perempuan. Ia pun yakin bahwa perempuan bisa membagikan inspirasi yang banyak bagi masyarakat, asalkan wanita selalu percaya diri dan selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya. Semangat ini juga dimiliki oleh Lacatcyd, yang merupakan brand dibawah naungan PT Sanofi. Perempuan yang percaya diri selalu ingin memberikan yang terbaik untuk dirinya, untuk kesehatannya, termasuk pada kesehatan area vitalnya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ibu Rohika, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak, Deputi Tumbuh Kembang Anak, KPPPA. Ibu Rohika dalam talkshow hari itu, menyampaikan bahwa wanita adalah salah satu kunci untuk membangun bangsa. Di tangan wanita, di tangan para ibu-lah, anak-anak dapat tumbuh sehat, menjadi anak-anak yang cerdas, dan kelak bisa menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi Indonesia. Jika wanita tidak memiliki kepercayaan diri, sangat bergantung kepada orang lain, dan tidak berdaya tentu bangsa ini akan sulit maju.

Ibu Rohika, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak, Deputi Tumbuh Kembang Anak, KPPPA

Kenyataannya, di daerah-daerah tertentu di Indonesia dengan kultur dan tradisi yang masih dipegang, wanita sangat sulit untuk maju dan berkembang. Wanita juga tidak diperbolehkan untuk menjadi pemimpin dalam komunitas atau bekerja, berkarir sesuai dengan bidang yang mereka sukai. Hal ini yang membuat Ibu Misiyah, sebagai pendiri dan Direktur Institut Kapal Perempuan merasakan miris dan khawatir akan nasib perempuan di Indonesia.

Ibu Misiyah, Direktur Kapal Perempuan Indonesia

Kehadiran Institut Kapal Perempuan di Indonesia sudah 19 tahun. Nama Institut Kapal Perempuan sendiri memiliki filosofis yang cukup mendalam. Kapal bermakna bahwa Indonesia negeri maritim dan hendak menjangkau perempuan-perempuan Indonesia yang bisa jadi selama ini kurang terjangkau dan mengangkat perempuan untuk bisa lebih maju secara bersama-sama. Ibarat kapal, mampu mengangkut jumlah orang banyak dan menjangkau berbagai wilayah manapun.

Menurut Ibu Misiyah, banyak korban KDRT atau pelecehan seksual pada wanita di Indonesia ini. Ia ingin membantu mereka untuk bangkit dengan melakukan rehabilitasi. Institut Kapal Perempuan juga memberikan berbagai edukasi agar wanita-wanita di daerah pelosok dan masih belum dapat berdaya, bisa memiliki kemampuan sendiri. Salah satunya adalah lewat program Sekolah Perempuan yang sudah dilaksanakan di 6 provinsi dan menghasilkan 5.200 kader perempuan. Mereka ada yang mampu untuk menjadi leader dan memberikan perubahan di desanya hingga tercipta kebijakan sampai tingkat kota atau kabupaten.

Kegiatan para wanita berkreasi menghias sepatu sebagai bentuk optimalisasi ketrampilan dan berkarya

Untuk itu, dari semua narasumber yang berbicara pada talkshow saat itu, semuanya memiliki semangat yang sama. Bahwa wanita itu kuat, wanita bisa berdaya, dan wanita bisa memberikan manfaat luas untuk Indonesia, khususnya untuk masyarakat dimana ia tinggal dan berkembang.

Merawat Kesehatan Organi Vital, Bagian Dari Membangun Kepercayaan Diri Wanita

Selain mindset yang benar tentang keberdayaan wanita, kita pun juga harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Salah satunya adalah dengan merawat kesehatan area vital wanita atau miss v. Bagian ini sering kali terbengkalai atau tidak terperhatikan oleh wanita, padahal sebenarnya banyak sekali penyakit dan masalah yang bisa timbul jika organ ini tidak dirawat dengan baik. Untuk itu, ada beberapa hal penting yang disampaikan oleh dr. Riana Nirmala Wijaya, Medical Expert PT Sanofi beserta Bapak Jehezkiel Martua, Brand Manager Lactacyd PT Sanofi mengenai hal ini.

Dari hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa 2 dari 5 wanita Indonesia, mengalami masalah di area kewanitaanya. Salah satunya adalah keputihan yang bisa menganggu area kewanitaan baik gatal di kulit, masalah kelembapan, atau bau yang ditimbulkan. Sedangkan, hanya ada 1 dari 4 wanita yang benar-benar menggunakan pembersih khusus area kewanitaan untuk menjaga kesehatannya. Menurut dr. Riana, area kewanitaan merupakan area yang sangat sensitif. Untuk membersihkannya tidak bisa sembarangan apalagi hanya menggunakan sabun biasa yang pH-nya sangat berbeda dengan kadar keasaman area wanita ini.

pH area kewanitaan kita ternyata lebih asam dibanding dengan pH kulit biasa yaitu di angka 3,5-4,5. Jika kita membersihkannya menggunakan sabun biasa maka akan menimbulkan iritasi kulit dan bisa jadi membunuh bakteri baik yang yang ada di area tersebut yaitu lactobacillus. Bakteri ini berfungsi untuk mengamankan area kewanitaan dari bakteri jahat. Jika tidak ada atau kurangnya bakteri baik ini, maka akan berdampak pada keputihan atau bahkan pemicu keputihan yang tidak normal. Misalnya muncul gatal, kemerahan, hingga terjadi infeksi.

Untuk itu ada beberapa tips yang bisa dilakukan wanita untuk menghindari hal ini terjadi. Diantaranya adalah:

  • Basuh bagian kewanitaan secara benar setiap setelah BAK/BAB hingga benar-benar bersih
  • Cara membasuh yang benar adalah dimulai dari arah depan ke belakang, agar kuman yang ada dalam area belakang tidak masuk kedepan
  • Ganti pakaian dalam secara rutin, minimal dua kali sehari dan gunakan juga bahan pakaian dalam yang lembut, menyerap keringat, dan berbahan dasar katun
  • Gunakan pembersih kewanitaan yang mengandung pH alami serta bersifat hypoallergeni

Salah satu pembersih kewanitaan yang sudah saya gunakan sejak masa SMA adalah Lactacyd. Produk ini dulu saya ketahui dari salah satu teman yang menjelaskan tentang pH area kewanitaan dan tidak boleh sembarangan menggunakan sabun mandi. Akhirnya saya pun mencoba dan ternyata cocok. Makanya satu-satunya produk membersihkan area kewanitaan yang saya pakai hanya lactacyd. Selain harga terjangkau, produk ini juga mudah didapatkan di supermarket terdekat.

Lactacyd memiliki kandungan bahan alami yang aman, hypoallerenic, formulanya lembut, dan ringan. Di dalamnya juga terdapat ekstrak susu yang bebas dari pewangi buatan. Jika digunakan setiap hari tentu sangat aman, apalagi setelah mandi. pH dalam Lactacyd juga mengikuti pH alami miss-v wanita dan tidak akan membuat iritasi. Selain dengan kandungan ekstrak susu, produk Lactacyd juga ada yang memiliki kandungan ekstrak daun sirih.

Adakah dari teman-teman yang juga suka menggunakan produk Lactacyd? Semoga yang belum mencoba, kalian mau mencoba juga ya dan bisa menambah rasa kepercayaan diri kalian.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *