KERJA, NGEBLOG, DAN KERJA SAMPINGAN, MEMANGNYA BISA?

Sejak tahun 2016, saya bukan cuma kerja untuk kebutuhan kantor aja. Saya mulai intens ngeblog sampai membuat blog ini jadi penghasilan tersendiri. Lumayan kan ya dapet setengah gaji dari aktivitas ngeblog.

Di tahun 2017 saya juga sempat nyambi kerja sambil bisnis hijab bareng sahabat saya. Tapi berhenti setelah kami masing-masing sibuk dan akhirnya belum bisa menghandle bisnis ini lagi. Lalu di 2018, saya pun dapat peluang usaha bersama teman dan akhirnya sekarang kita bikin agensi kecil-kecilan untuk produksi content social media, bikin majalah company, dan berbagai hal lainnya di bidang advertising dan content creative. Alhamdulillah bisa berkembang sampai sekarang.

Lalu banyak yang tanya? Emang bisa ngerjain itu semua? Kayaknya kerjaan di kantor aja udah banyak deh!

Jawabannya, ya bisa. Buktinya, semua selesai.

Sejujurnya di suatu titik kadang saya merasa ada kelelahan dan jenuh sih. Tapi sebenarnya karena sudah terbiasa semuanya bisa dijalankan dan selesai. Kerjaan selesai, ngeblog yang kadang-kadang ini juga selesai, dan kerjaan untuk klien juga selesai.

Tapi saya bisa menjalankan semua ini karena ada konteks tertentu. Saya bekerja sebagai Digital Specialist di Dompet Dhuafa, yang merupakan NGO dengan kultur kerja yang cukup flexibel. Kerjaan saya sebenarnya lumayan banyak, mulai dari harus produksi content untuk social media/web, berkoordinasi dengan KOL atau influencer, meeting sana sini, koordinasi dengan team, dsb. Tapi karena sudah 3 tahun disini saya bisa beradaptasi dan mengerjakan berbagai hal dengan lumayan cepat.

Waktu kerja saya mulai dari jam 08.00-17.00. Sebisa mungkin saya bekerja on time sesuai dengan office hour, kecuali saat ada banyak event dan juga respon bencana pasti akan kerja lembur dan sampai di rumah pun juga ditambah kerjaan lagi. Ibaratnya sebagai panggilan kemanusiaan.

Alhamdulillahnya, tempat tinggal saya tidak terlalu jauh dari kantor kira-kira maksimal kalau macet banget hanya 30 menit sampai di rumah. Sehingga, waktu di jalan bisa lebih singkat dan segera beraktivitas kembali di rumah.

Saat pulang di rumah, karena saya sudah menjadi seorang istri, biasanya saya mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu. Masak makan malam, bersih-bersih rumah kalau masih kotor, dan setrika baju untuk esok hari buat saya juga suami. Suami saya juga bantu untuk mengurus rumah. Biasanya dia kebagian untuk cuci piring, nyapu dan ngepel sama bersihin kasur jadi pekerjaan rumah jadi lebih ringan sih karena dikerjain bareng-bareng.

Selesai semua urusan rumah tangga, biasanya saya langsung kerjain hal-hal di luar pekerjaan kantor. Misalnya urus kerjaan dengan klien, nulis blog, atau kalau nggak ada kerjaan karena deadline biasanya saya gunakan untuk baca buku. Ini saya maksimalkan banget sampai jam 10 malam. Kalaupun ada kerjaan yang banyak saya maksimalkan sampai jam 12 malam saja. Sisanya ya istirahat wajib.

Suami saya seorang jurnalis. Sampai rumah biasanya dia masih harus garap berita dan mantengin informasi nasional. Saya gak bisa protes karena memang begitu pekerjaannya. Jadi setelah makan malam kalau memang masih ada yang harus dikerjakan, terpaksa harus kembali bekerja. Kita ngobrol-ngobrol ya pas di kasur sebelum tidur.

Terkadang, di hari-hari libur atau hari-hari tertentu saya juga harus bertemu dengan klien. Misalnya untuk bahas content majalah, content social media yang mereka request. Tapi sangat jarang sekali hal-hal seperti ini menganggu pekerjaan kantor karena memang sudah saya atur di luar jam kerja.

Kalau memang ada yang harus dikerjakan di jam kerja, saya lebih baik mengambil cuti. Setiap bulannya saya punya jatah cuti dan ada cuti sejumlah 12 dalam waktu 1 tahun. Biasanya selain untuk ambil untuk liburan, saya gunakan juga untuk kebutuhan kerjaan lain atau mungkin sesekali ikut event blogger yang saya suka.

Tips Menyeimbangkan Semua Pekerjaan

Saya sadar ya kalau banyak pekerjaan yang menuntut kita, maka dalam diri kita sendiri pun juga harus ekstra kerja keras dan menyeimbangkan semuanya.

Tantangannya adalah gimana saya harus mengelola waktu yang terbatas, lelah, jenuh, bahkan kadang ya harus mengurangi waktu senggang atau libur.

Positifnya dari apa yang saya kerjakan ada banyak, lho. Lelahnya memang lumayan tapi hasilnya juga lumayan banget. Mulai dari income tambahan, jadi gak sekedar mengandalkan gaji dari kantor. Saya kerja di NGO, gajinya ya jauh dari kalau kerja di perusahaan profit atau mungkin di BUMN. Saya juga jadi banyak belajar manajemen waktu, kerja yang efektif ga buang-buang waktu dan tenaga, juga banyak perkembangan diri yang saya dapatkan ketimbang hanya kerjain kerjaan kantor.Tentunya masing-masing kantor atau pekerjaan punya kondisi yang berbeda ya. Ini yang saya alami secara personal.

BTW, tidak setiap waktu saya kerjakan hal sebanyak itu setiap waktu kok. Ada kalanya deadline job blogger gak setiap hari, kerjaan klien juga kadang bisa selesai 2-3 hari. Hari sisanya ya ada waktu luang untuk bisa mengerjakan hal-hal lainnya seperti baca buku, belajar hal baru, dsb.

Untuk itu, ada beberapa tips dari saya bagaimana saya menyelesaikan semua hal tersebut sehari-hari.

  • Don’t be Procastinator

Jangan jadi penunda-nunda waktu. Kalau sudah waktunya kerjakan hal tersebut, saya berprinsip harus dikerjakan dan harus selesai sesuai waktunya. Misalnya pekerjaan kantor, kalau saya tunda-tunda mengerjakannya efeknya saya harus pulang lebih malam atau bahkan sampai rumah harus mengerjakan hal tersebut. Dampaknya kerjaan rumah keteteran, tidur lebih larut, dan tidak ada waktu untuk mengerjakan hal lain.

  • Buat Schedule dan To Do List

Saya tipe orang yang gak bisa melakukan sesuatu sebelum membuat schedule dan list apa saja yang harus dikerjakan dalam hari tersebut. Gak ribet-ribet sih, pokoknya ada list pekerjaan, check list done, dan schedule sebulan dan seminggu. Saya juga mencatat hal ini di buku jurnal pribadi saya. Beberapa yang perlu diingatkan saya simpan di reminder handphone. Ini seperti panduan, jadi harus wajib banget ada.

  • Jangan Lupa Refreshing (Wajib!)

Sesibuk apapun kerja dan mengurus rumah, refreshing ya wajib untuk menjaga kewarasan kita. Kadang buat refreshing gak harus selalu yang mewah-mewah dan mengeluarkan uang banyak sih. Sekedar tiduran di rumah gak mengerjakan apa-apa dan benar-benar bebas, itu aja udah refreshing buat saya. Pokoknya prinsipnya, jangan ada pekerjaan dan jangan mikirin apa-apa yang berat-berat hehehe. Refreshing bisa juga sambil melakukan hobi lho.

  • Dukungan Suami

Kalau sudah berumah tangga, dukungan suami menjadi penting banget sih. Kalau suami mendukung, kita yang beraktifitas sesibuk apapun jadi lebih tenang. Alhamdulillah, suami saya juga selalu mendukung dan kita bisa support satu sama lain kalau memang sedang sibuk dalam pekerjaan. Yang terpenting dalam satu minggu ada waktu luang bersama, quality time.

Well, itulah sedikit curhatan saya tentang keseharian bekerja. Saya yakin masing-masing pun punya kesibukan dan tantangan pekerjaannya sendiri-sendiri. Yang terpenting jangan lupa tetep menjaga kewarasan dan bahagia!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *