MENULIS SEPERTI DULU KALA

Rasanya sudah lama sekali, saya tidak menuliskan isi hati dan pikiran yang terdalam di blog ini. Banyaknya tawaran menulis, job promosi, atau kerjasama konten dari berbagai brand atau agensi, membuat saya seakan terjebak ke dalam rutinitas yang tujuannya lebih ke pekerjaan. Padahal, jauh dari hal itu, banyak hal yang belum terungkap di sini.

Tahun 2003, waktu saya masih awal mengenal internet, kala itu masih SMP kelas satu, saya pun mencoba untuk menulis di blog. Masih ingat, bahwa platform multiply adalah yang pertama saya coba hingga bertemu dengan friendster, akhirnya saya pun menulis blog di friendster. Sayang sekali tulisan saya di blog friendster pun raib, karena friendster sudah menutup platformnya.

Menulis kala itu rasanya seperti tanpa beban. Bak anak kecil yang polos, tak peduli dunia akan berpikir apa padanya, dan tak peduli juga dengan apa persepsi orang yang membaca. Bagi saya saat itu, menulis adalah menumpahkan isi pikiran dan jiwa. Kadang juga hal yang tak bisa diungkapkan pada orang banyak hingga akhirnya menulislah jalan keluarnya.

Di tahun 2019 yang hampir berakhir ini, rasanya saya rindu menulis seperti dulu. Menulis dengan apa adanya, penuh kepolosan, dan tak peduli dengan orang lain akan bilang apa. Yang penting saya sudah menceritakannya secara jelas dan lantang, dan pembaca setia adalah diri saya sendiri. Ya, blog saya yang dulu seperti buku diary kecintaan saya.

Seperti ada kepuasan tersendiri ketika menulis adalah mengungkap isi pikiran sendiri dan menarik banyak hikmah dari hal tersebut. Walaupun tak bernilai materi, tak mengundang traffic, ataupun menjadi hal yang banyak dicari orang banyak lewat search engine, tapi ada keberkmanaan yang sulit dijelaskan. Hahaha.

Di usia ideannisa.com yang keempat tahun, saya ingin kembali memunculkan jati diri saya yang dahulu. Dimana tulisan tentang self talk, personal thought adalah hal yang sering saya tulis, di samping saya tetap menjadikan blog ini sebagai pekerjaan. Saya yakin bahwa ini juga salah satu cara agar tetap membuat saya berpikir mendalam, kritis, dan selalu mengambil hikmah terdalam dari hari-hari yang saya lalui.

Hai ideannisa.com, personal blog kecintaanku, mulai sekarang kita tulis kembali cerita hidup dan isi hati juga pikiran kita. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi yang mampir untuk membaca, namun pastinya sangat bermanfaat untuk saya sebagai penulisnya. Di saat menulis adalah melegakan batin dan meluaskan pikiran.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *